Thursday, February 21, 2013

[BeraniCerita #2] Lipstik Merah


Farah membuka hadiah ulang tahun untuknya dari sahabatnya, Lela. Begitu terlihat isi kadonya, Farah terlihat terkejut, badanya gemetaran, dan tak lama Farah menangis.

Hadiah yang Farah terima dari Lela adalah Lipstik Merah, sebetulnya benda yang biasa-biasa saja, tapi tidak untuk Farah. Farah punya pengalaman sangat pahit tentang Lipstik Merah.

Dua tahun yang lalu, Farah pernah membeli lipstik berwarna merah. Dan tanpa disangka-sangka, lipstik merah barunya dirusak oleh anak perempuannya yang masih balita. Emosi Farah meledak, anak perempuannya, Farah marahi, Farah cubit, Farah pukul, sampai anak nya menangis meraung-raung.
Dan ketika emosi Farah mereda, Farah sangat sangat menyesali perbuatannya. Dia meminta maaf pada anaknya, namun ternyata anaknya sudah trauma akan perlakuan Farah. Dan Farah pun tambah menyesali perbuatannya. Dia menagis tersedu-sedu. Dan sejak saat itu Farah trauma akan lipstik merah. Karena Farah dan anaknya sama-sama mengalami trauma yang terus menerus, akhirnya mereka berdua dibawa ke psikolog. Dan setelah sekian bulan, akhirnya Farah dan anaknya mulai bisa melupakan peristiwa tersebut.

Hingga hari ini, peristiwa yang sangat tidak menyenangkan itu muncul kembali dalam memorinya gara-gara lipstik merah pemberian sahabatnya. Lalu, apa yang mesti dia lakukan? membuang lipstik merah tersebut? jahat banget ya, atau diberikan pada orang lain, rasanya kok, tidak tahu terima kasih. Menyimpannya? Oh...... no tidak akan pernah dia lakukan. Menceritakn kejadian pahit yang sudah dia lupakan pada sahabatnya? Farah sudah tidak ingin membuka luka lama kembali. Lalu apa? Apa yang mesti Farah lakukan?

Jumlah kata dalam cerita flash fiction ini : 240 kata.

"Flash Fiction ini disertakan dalam Giveaway BeraniCerita.com yang diselenggarakan oleh Mayya dan Miss Rochma."

25 comments:

  1. hehehe..mash belum mudeng aku,tapi mau dong lipstik merahnya xixixixix

    ReplyDelete
  2. @ Hanna HMZwan : hehehe.... bahasanya kurang bisa di mengerti ya, mba.... :)

    ReplyDelete
  3. Far, kasih aja ke aku :D daripada disimpen teringat2 terus? btw pernah juga baca kisah ttg mama yg ngomeli anaknya gara2 lipstik, terinspirasi dari sana kah?? :D sukses yaa

    ReplyDelete
  4. @ Helda Fera : hehehe... ga sih... cuma saya pernah liat di inet kekerasan thdp anak. So... muncul deh ide ini. Makasih ya, udah mampir.

    ReplyDelete
  5. Kasih orang saja, jangan bilang2 sama yang kasih :)
    Moga menang ya mbak :)

    ReplyDelete
  6. @ Mugniar : hehehe... Makasih ya, mba...

    ReplyDelete
  7. kasih keorang lain tapi orangnya yang tidka kenal sipemberi supaya tidak ada rasa tidak enak

    ReplyDelete
  8. @ Lidya - Mama Cal-Vin : Makasih mba... :)

    ReplyDelete
  9. kasih ke aku saja lipstiknya, hehe... semoga sukses di GA ini ya..

    ReplyDelete
  10. @ Mechta : Makasih banyak ya, mba....

    ReplyDelete
  11. kira-kira kisah farah selanjutnya apa ya?
    hehehe...sukses GA-nya bu :)

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. itulah sebabnya saya tak mau memakai lipstik #eh

    ReplyDelete
  14. vj lie : hehehe.... belum ada ide lagi nih.... maksaih ya mas sudah mampir :)

    ReplyDelete
  15. @ Wisata Bali : khawatir membawa bencana ya.... hehehe.....

    ReplyDelete
  16. kadang klo menyakiti anak kita suka nyesel.. :(

    ReplyDelete
  17. @ hana sugiharti : menyesalnya sampai ke ubun2, mba.... :)

    ReplyDelete
  18. sebetulnya menarik mbak ide ceritanya.. cuma sy penasaran sebesar apa emosi farah thd anaknya wkt itu sp hrs di bawa ke psikolog segala? Krn memarahi anak, mencubi bahkan memukul juga ada org tua yg pernah melakukan.. Khilaf dan feeling guilty sih pasti tp gak selalu hrs sp ke psikolog kecuali kl emosinya udah dahsyat kali ya..

    ReplyDelete
  19. @ keke naima : iya betul mba, tapi ada juga ibu yg hanya dgn memukul, mencubit, memarahi anak hanya karena masalah sepele, bisa mengguncangkan batinnya. Mungkin saya tdk terlalu meng explore emosi Farah disitu. Terima kasih :)

    ReplyDelete
  20. duuhhh mukulin anak cuma gara2 lipenstik.. :( hiks..

    ReplyDelete
  21. @ Belajar Photoshop : Ga tega ya....... gara2 hal sepele.... tapi ada lho yg sprti ini :(

    ReplyDelete
  22. hehehe Jd inget waktu toddlerku dulu ngancurin lipstik, dicoretin ke muka dan tas kesayangan hihih... mo marah, kok ya tampangnya lucu banget :p. Lah curcol :p

    ReplyDelete
  23. @ Vica Item : tingkah anak2 emang lucu ya, mba... kadang tadinya pengen marah, malah jadi ketawa :)

    ReplyDelete
  24. trauma ya intinya,,, idenya keren,,,,

    ReplyDelete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran