Thursday, January 09, 2014

#1Hari1Ayat : Boros = Saudara Setan

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya (QS.Al-Isra : 27)

Pernahkan dalam hidup kita, kita berlaku boros, atau mungkin sering? Naudzubillahimindzalik, semoga tidak pernah ya... karena ternyata, orang yang boros atau mubazir itu adalah teman setan, bahkan saudaranya setan. Hiiiiiii... amit-amit ya... Kita kan inginnya bermusuhan dengan yang namanya setan, bukan malah berteman bahkan bersaudara. Oleh karena itu, jika kita tidak mau bersaudara dengan setan, maka salah satunya adalah hilangkanlah sifat boros.
 Alhamdulillah saya jarang  boros, dalam membeli barang-barang atau kebutuhan pribadi, sepertinya sih hehehe.. karena memang duitnya mepet hahaha... Berarti ada untungnya juga kan, karena mepet duit, saya tidak bersaudara dengan setan hehehe... #hush.. hush... setan pun menjauh :) 

Berbicara tentang kebutuhan pribadi, saya pernah punya pengalaman tidak enak dalam membeli sepatu. Pernah beberapa kali beli sepatu, waktu dicoba di toko enak banget dipakainya. Hari pertama kedua pun masih enak dipakai, tapi lama kelamaan kok jentik kaki saya sakit ya... Awalnya saya paksakan saja, tapi jadi tambah sakit dan pastinya gak nyaman ya.. padahal model sepatunya saya suka sekali. Akhirnya sepatu itu pun jadi penghuni tetap kardus.
Sepatu kedua, sepatu tak ber hak, sepatu teplek. Awalnya enak dan nyaman dipakai, tapi lama kelamaan, tumit saya jadi sakit sekali. Saya paksakan, saya pikir, tumit saya sakit bukan karena sepatu, tapi mungkin karena hal-hal lain yang saya sendiri enggak tahu kenapa, beberapa bulan saya merasakan sakit tumit tersebut. Saya coba  enggak pakai sepatu itu lagi, seteleh beberapa hari, tumit saya sudah tidak sakit lagi. Oohh... ternyata memang dari sepatu. Entah sol nya yang memang tidak sempurna, atau apa.. entahlah.
Dan Sepatu ketiga bernasib sama, awalnya nyaman dan enak, lama-lama jentik saya sakit. Alhasil sepatu ini pun masuk dalam kardus.

Melihat Surat Al-Isra Ayat 27 diatas, saya jadi berpikir, apakah saya termasuk boros ya... tapi mudah-mudahan sih tidak ya... karena saya tidak mau bersaudara dengan setan.

Al-Quran memang mengajarkan kehidupan yang harmonis dan seimbang kepada manusia, tapi kadang manusianya tidak menyadari.

 Words : 323

29 comments:

  1. kebiasaan buruk yang harus kita hindari

    ReplyDelete
  2. Semoga saya g trmsk pemboros ^^

    ReplyDelete
  3. oalaaah sayang juga ya mba sepatu2nya..
    kadang emang suka gitu kok ..pas ditoko enak bener dipakenya..pas nyampe rumah..tau2nya malah bikin sakit kaki..hihihi entahlah kenapa ya..
    kirain aku doang yang ngalamin mbaa...:D

    ReplyDelete
  4. harus bisa menahan diri supaya gak boros

    ReplyDelete
  5. sepertinya ngga tergolong boros kok mbak tapi konsumen yang menjadi korban mungkin iya. Kalau saya cuma punya satu sepatu hihihi

    ReplyDelete
  6. aq punya sepatu beberapa biji doang :D

    ReplyDelete
  7. semoga saya termasuk orang yg seperti itu :)

    ReplyDelete
  8. Kalau saya sering lihat mereka makan di restoran, tapi ketika makan banyak sisa yang tidak dihabiskan di tinggal yang pada akhirnya sisanya dibuang. Kadang hati trenyuh mereka makan sampai dibuang buang, sementara yang sedang susah cari makan banydk.
    Ini juga pemborosan yang kadang tidak disadari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali, sangat disayangkan ya...

      Delete
  9. ini inspiratif, setahu saya baru ini ada blog yang mencoba berbagi tafsir satua ayat tiap hari. kalau yg one post one day sih sudah banyak ya. semangat semoga menjadi amal kebajikan :)

    salam
    http://jarwadi.me
    http://jarwadi.blogdetik.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak yg lain juga kok Mas. Makasih ya..

      Delete
  10. semoga kita terhindar dari sifat boros :)

    ReplyDelete
  11. Terimakasih sudah diingatkan. Supaya ga boros, sekarang rajin ikut lomba biar bisa dpt gratisan hehe

    ReplyDelete
  12. biasanya saya sering sortir barang2 yg sdh jarang dipake.. utk diberikan pd org lain... agar bisa dimanfaatkan org lain.... dr pd tertumpuk di lemari, itulah alasan saya nggak mempunyai gudang... supaya nggak numpuk2 barang.... ini salah satu jurus utk menghindari dr kebiasaan boros

    ReplyDelete
  13. Supaya tidak masuk kategori boros, dalam hal membeli sesuatu, biasanya saya bertanya kepada diri sendiri: ini membeli karena "ingin" atau karena "butuh"?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul pak, dan Alhamdulillah kalo beli sepatu saya memang butuh, kalo sudah rusak/tidak enak dipakai, saya beli lagi. Makanya sepatu saya yg dipakai, ya.. cuma satu dan satu2nya hehe

      Delete
  14. waduh jangan2 aq juga termasuk boros nih meskipun cuma kecil.. hmm semoga tidak lah

    ReplyDelete
  15. kalau untuk kasus sepatu itu sih kayanya engga boros deh..
    lg ga beruntung aja :D

    ReplyDelete
  16. Kl cm ditumpuk barang jd mubazir ya mb...😇😊

    ReplyDelete
  17. yes karena boros akan mendekatkan diri dengan perilaku hutang dimana hutang sama dengan mendukung sistem riba menguat dan bunga yang dihasilkan mampu untuk meruntuhkan perekonomian negara sekalipun....
    bahkan jika riba diibaratkan musim panas maka panasnya mampu menguapkan air lautan....

    ReplyDelete
  18. sepertinya itu tidak termasuk boros...boros itu kalau kita membeli sesuatu yang tidak kita perlukan dan juga membeli sesuatu secara berlebihan.....keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
  19. Makasih banget mbak... tulisan ini akan jadi pengingatku supaya tak boros.
    Ternyata mbak Santi juga ikut 1 hari 1 ayat to?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iya mba, tapi gak konsisten nih.... :(

      Delete
  20. trimakasih untuk pencerahannya, Mak Santi. Jadi introspeksi diri lagi nih, suka mubazir ga yaaa? Inginnya sih enggak, tapi beberapa kali jadi ga terpakai karena kasus yang sama spt sepatu2mu, hehe. Hush...hush, setan, enyah! :)

    ReplyDelete
  21. ah, terimakasih untuk diingatkan. Saya kadang suka sedih juga kalau pas masakan di rumah banyak sisa dan harus dibuang..

    ReplyDelete
  22. Naudzubillahi mindzalik, nah ini..kadang2 kita mendahulukan kepentingan dibanding kebutuhan T________T thx for reminding mba

    ReplyDelete
  23. Terimakasih sudah diingatkan,,

    ReplyDelete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran