Monday, March 24, 2014

Hanya Dua Status

Ide Pak De Cholik mengangkat tulisan di blog dengan tema dari dua status di Facebook, sungguh luar biasa :). Saya pun semangat untuk mengikuti GA seharinya Pak De ini :D

Mulai ngubek-ngubek status-status di FB yang menarik untuk diangkat menjadi sebuah tulisan di blog :)
Setelah mencari........ saya pun jadi ingat kembali tentang status-status saya di Facebook. Oh.. iya ya, saya pernah buat status seperti ini :), saya membatin.

Sebetulnya banyak sih, status-status saya di FB yang ingin saya ceritakan disini, tapi berhubung yang punya hajat, hanya membolehkan dua status saja, akhirnya.... setelah dipilih... dipilih..... keluarlah dua status ini :) :
Status Pertama :  "Gak ada angin, gak ada hujan, gak ada gluduk juga. Sehabis saya sholat maghrib, Farras mendatangi saya, lalu mencium tangan saya. Lalu Farras bilang : "Maafin Farras ya, Bu kalau Farras ada salah." Serasa diguyur hujan setelah kemarau panjang, adeeemmmm. Lalu saya bilang : "Iya Nak, sama2 ya..." Sesuatu beud :)"

Salah satu komentar dari status saya diatas adalah : "Subhanallah. Alhamdulillah, bersyukurlah memiliki anak sholeh n bersyukur utk saat ini tlah brhasil mnjd ortu yg teladan."

Saya meng Amiin kan komentar teman saya tersebut. Semoga bisa menjadi orang tua yang selalu bersyukur dan bisa menjadi orang tua yang teladan, dan Farras menjadi anak sholeh. Aamiin.

Saya membuat status tersebut saat itu, karena saya kaget. Saya sedang berada di depan Laptop, Farras selesai sholat Maghrib, dan tidak seperti biasanya Farras mendatangi saya, mencium tangan saya dan meminta maaf. Biasanya hanya mencium tangan saja. Hati saya menjadi terharu sekaligus bahagia. Dan berhubung saya sedang di depan Laptop, maka saya pun membuka Facebook dan membuatnya menjadi status. Oranguta mana yang tidak menjadi terharu dan bahagia, melihat anaknya begitu.... begitu apa ya... ah... so nice pokoknya mah :D.

Pesan dari status itu adalah bahwa anak adalah anugerah dan rezeki yang tak terkira untuk para orang tua. Dan anak bisa menjadi pelipur lara hati orang tuanya. Dengan hanya celotehan kecil, atau tingkah lakunya, kita bisa dibuat tertawa dan bahagia.

Status Kedua : "Hukuman Farras hari ini karena gak nurut sama ayah adalah mencuci piring. Sementara Fayda, terus memberi semangat.
"Ayo Kak! tinggal 3 lagi, terus Kak!" Kata Fayda sambil terus menemani kakaknya."

Salah satu komentarnya adalah : "Aku baru aja mo nyonto the nany yg dulu di metro,,reward n punishment pakai coklat,,eh ni ada yg udah nerapin,,malah cuci piring,,berarti reward n punishment boleh kan mak? Aku diprotes mama papaku,,kasihan katanya hi hi tp kn menghukumnya mendidik,,ngga maen pukul aja."

Dan jawaban saya atas komentar teman saya itu adalah : " kalo menurut saya, reward n punishment penting mak, asal punishment nya yg mendidik"

Status tersebut bercerita tentang Farras yang keukeuh ingin main inline skate, sementara kami semua sudah merasa capek. Ayahnya sudah memberi pengertian pada Farras dan mengganti waktu latihan inline skate nya esok hari, tapi tetep aja Farras keukeuh kumekeuh. Akhirnya Ayahnya memberi hukuman. Dan dengan terpaksa, Farras pun mencuci piring dengan dibantu support oleh Fayda, adiknya :). Rupanya Fayda memiliki empati untuk kakaknya :) 

Pesan dari status tersebut adalah : bahwa saya setuju jika ada reward and punishment untuk anak-anak, agar anak-anak tahu mana hal yang baik dan tidak baik dilakukan, selama reward and punishment tersebut mendidik, daripada memarahi, mencubit dan lain-lain pada anak-anak kita, lebih baik memberikan hukuman yang mendidik.


Artikel ini diikutkan dalam Giveaway Blogger Dengan Dua Status di BlogCamp


26 comments:

  1. punishment nya yg mendidik ...
    ya ... ini betul sekali...
    plus ... harus konsekuen juga ... jika anak-anak inisiatif berbuat baik ... tentu saja juga harus ada rewardnya ... atau at least pengakuan ... usapan di punggung atau tepukan di bahu

    salam saya Bu Santi

    (24/3 : 8)

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju Om... saya suka memberi reward berupa ciuman di pipinya, memeluknya, mengusap kepalanya :)

      Delete
  2. Terima kasih atas partisipasi sahabat
    Segera didaftar
    Keep blogging
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  3. So sweet banget kakak adek saling support :)

    ReplyDelete
  4. senang berkunjung ke website anda, terimakasih atas informasinya.
    semoga bermanfaat
    http://goo.gl/M0mCPd
    http://goo.gl/LT0gwU
    http://goo.gl/LvW1on
    http://goo.gl/pLDxp1
    http://goo.gl/2p1qjU
    http://goo.gl/Npi9Bb

    ReplyDelete
  5. terharu ama status pertama. Sukses ya Mba kontes giveawaynya. Masih berusaha nyari status kedua nih. Hihihi..

    ReplyDelete
  6. Duuhh...jadi ikutan ke siram dech sama status pertama........hehee....

    sukses ya,mbak....:)

    ReplyDelete
  7. tindakan anak yang mengharukan seperti itu memang seharusnya diabadikan mak...
    semoga Farras kelak jd anak sholeh ya Aamiin...

    sukses GA nya mbak :-)

    ReplyDelete
  8. Farras suka inisiatif ya. btw makasih ya tadi inboxnya

    ReplyDelete
  9. aku juga setuju dengan reward and punishment mba :)

    dan saat ini sedang menunggu2 Kayla membuat kesalahan supaya bisa dihukum nyetrika dan nyuci karpet...hihihi..

    ReplyDelete
  10. Artikel nya Mantap Brooo

    Sukses untuk kedepannya

    ReplyDelete
  11. BArakallah Farras dan Fayda, semoga selalu jadi penyejuk hati orangtua ya Nak :)

    ReplyDelete
  12. setuju, punishment sebaiknya yang mendidik :)

    ReplyDelete
  13. status pertama sukaaa.. alhamdulillah, senangnya punya anak soleh :)
    status kedua, setujuuuu.. hukuman perlu tapi harus bermanfaat dan bikin dia jadi mandiri juga. Apalagi si adek, salut deh kecil-kecil empatinya udah bagus. Senangnya jadi orang tua.. :)

    ReplyDelete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran