Tuesday, September 09, 2014

Aya Astana Sajeungkal, Aya Bagja Teu Daulat


Aya astana sajeungkal, Aya bagja teu daulat
Datangnya maut tidak tergantung pada usia, hendak mendapatkan kebahagiaan, tetapi sayang tidak jadi.

Hari Sabtu dan Minggu tanggal 23-24 Agustus 2014, keluarga besar saya mendapatkan ujian dan cobaan dari Allah SWT. Adik saya, mengalami Intra Uterin Fetal Death (IUFD), yaitu kematian janin dalam kandungan yang terjadi pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu. Usia kehamilan adik saya, sudah cukup lahir. Malah jika hitungan bidan, sudah lewat dari masa lahir sekitar satu mingguan. Sangat sedih tentunya kami selaku keluarga besar, apalagi adik saya dan suaminya, dan ini merupakan anak pertama mereka.
Hasil pemeriksaan dokter, denyut jantung bayi sudah tidak ada, dan cairan ketuban pun sudah kering. Sebagai orang awam, saya sangat tidak mengerti mengapa hal ini bisa terjadi, padahal minggu-minggu terakhir perkiraan melahirkan, adik saya selalu kontrol ke bidan yang merawatnya. Entah ini keteledoran sang bidan, atau apalah... karena sewaktu cek ke bidan, selalu dikatakan janin dalam keadaan bagus. Hingga hari Sabtu ketika kontrol lagi (hari Jum'atnya pun sudah kontrol), degup jantung bayi lemah. Dirujuklah adik saya ke rumah sakit. Tapi rumah sakit yang dituju, tidak mau menerima, dengan alasan dokternya sedang tidak ada, sedang seminar. Akhirnya adik saya dibawa ke salah satu RSIA. Setelah diperiksa dokter kandungan, di USG, ternyata denyut jantungnya sudah tidak ada, bahkan air ketuban pun sudah kering, padahal adik saya tidak merasakan ada cairan yang keluar. Memang selagi hamil, adik saya tergolong beser. Hanya saja, kami semua berpikir, kalau wanita hamil, apalagi jika hamil tua, pasti bawaannya beser terus. Akhirnya kami pun menyerahkan semuanya pada Allah, bahwa ini semua adalah takdir dari Allah SWT.

Aya astana sajeungkal.
Maut, tak ada yang tahu kapan datang, bahkan untuk bayi yang belum dilahirkan sekalipun. Bayi adik saya belum merasakan kehidupan dunia. Ketika hendak dilahirkan, Allah sudah memanggilnya. Tinggallah pengorbanan sang orangtua selama bayi dalam kandungan sang ibu yang akan menjadi ladang pahala. Semoga Allah menghimpun segala pengorbanan adik saya, orangtua sang bayi menjadi kebaikan dan pahala. Allah lah pemilik hidup dan mati semua hambaNya.

Aya bagja teu daulat.
Apalah daya dan upaya, hendak mendapatkan kebahagiaan berupa datangnya anak ke dalam kehidupan, tapi tak jadi. Hanya Allah yang Maha Kuasa akan ini. Kami hanya bisa pasrah dan ikhlas. Semoga akan ada hikmah dari semua ini.

Untuk para ibu-ibu yang sedang hamil, selalu berhati-hati pada kehamilannya dan selalu berdoa pada Allah, semoga kehamilannya selalu sehat. Saya tidak sedang menakut-nakuti lho ya, tapi saya belajar dari apa yang dialami adik saya. Bahwa kehamilan memang memiliki resiko. Selalu periksakan kandungan selain pada bidan, periksakan juga pada dokter, sehingga kita mempunyai second opinion. Walaupun bidan sekarang ini sudah memiliki alat USG sendiri, tapi tetap memeriksakan kandungan ke dokter sebagai second opinion dianjurkan. Apapun keluhan yang ada, hendaknya disampaikan pada bidan dan dokter kandungan. Banyak membaca segala macam tentang kehamilan, agar ilmu bertambah, agar apa yang tadinya kita tidak tahu, menjadi tahu, agar jika ada sesuatu, bisa diantisipasi lebih cepat.

Sayangnya GA Mas Rudi Belalang Cerewet hanya boleh mengirimkan satu tulisan hehehe....

53 comments:

  1. oke mbk,makasih ya sudah diingatkan..buat bekal kalo saya hamil nanti :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga cepat dapat momongan ya mak... :)

      Delete
    2. Spam nih say. Yang kayak gini mesti diremove komennya

      Delete
  2. di Minggu terakhir seharusnya normal 1x2 Minggu cek ke dokter kandungan ya, tp kalau ada masalah biasanya lebih sering dipantau lagi.
    setuju dengan harus mencari second opinion, apalagi yg memang sudah di diagnosa.
    semoga adik nya sabar dan di amanahi dengan yg lebih baik lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. adik saya tak ada diagnosa apa2 menurut bidan, tapi ternyata... Allah berkehendak lain. Aamiin. YRA. Terima kasih ya mak...

      Delete
  3. aku malah belum ikutan nih, yang di uasai cuma bahasa sunda juga sama :)

    ReplyDelete
  4. Hehe... kedua anak ku udah besar mbak.. dulu sempet yang pertama air ketuban pecah di dalam.namun Alhamdulillah ndak terjadi apa2..
    Salam kenal ya mbak Dewi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya mba... salam kenal kembali :)

      Delete
  5. kejadian ini pernah juga dialami adik ipar saya, janin meninggal di dalam kandungan yang harus dilakukan operasi untuk mengeluarkannya. Selama kehamilan juga rutin periksa ke spesialis dan hasilnya dinyatakan sehat dan pada akhirnya tetap saja Alloh Ta'ala yang Maha Berkehendak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, karena takdir semua manusia ada di tangan Allah

      Delete
  6. Turut berduka, mak... beberapa minggu kemarin, adik sepupu juga mengalami hal yang sama.

    Semoga adiknya diberikan kesabaran dan segera diberikan amanah lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ikut berduka juga utk sepupunya ya... Aamiin. Makasih mak..

      Delete
  7. Makasih sharingnya mbak. Mengingatkan untuk mempersiapkan kematian karena waktunya nggak bisa diprediksi

    ReplyDelete
  8. Turut berduka Mak Santi..

    Btw, ungkapanya ngena banget..

    Sukses ngontesnya yaaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih ya mak... cuma yg ini gak bisa diikutkan kontes hiks...

      Delete
  9. Innalillahiwainnailaihi rajiun... semoga diberikan ketabahn dan kesabaran ya mbak... semua yang hidup pasti akan mengalami mati...dan tandanya allah sayang kita dengan adanya ujian...semoga kitasmeua termasuk yang disayang Allah... aamiin ^-^ keep fight...tetap bersabar buat keluaraga yg ditinggalkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... Aamiin... Aamiin... YRA. Makasih ya...

      Delete
  10. Innalillahi...turut berduka cita untuk keponakannya ya mak

    ReplyDelete
  11. Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un...
    Sangat setuju dengan tulisan diatas, kelahiran dan kematian hanya mutlak rahasia Allah. kapan dan dimana sulit diprediksi
    ikut belasungkawa ya mbak

    ReplyDelete
  12. turt berduka mak...maaf, awalnya saya mengira ini peribahasa untuk kontes

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mak... kalo boleh kirim 2 tulisan, saya inginnya tulisan ini pun diikutkan GA :)

      Delete
  13. Turut berduka ya mak...Semoga tetap sabar dan tabah untuk keluarga ya... mbak itu bahasa apa ya pribahasanya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaamiin... makasih ya mak Nophi. Bahasa Sunda mak...

      Delete
  14. Ikut berduka ya Mak, saya pernah ada dalam situasi seperti adiknya itu. Walau penyebabnya ngga sama :)

    ReplyDelete
  15. Yah,,hamil dn melahirkan,,memang jihadnya wanita mba,,semoga kita selalu diberi kemudahan oleh Allah ya mba,,dn turut berduka untuk adheknya ya mba,,semoga menjadi jalan ampunan untuk kedua orang tuanya, amin

    ReplyDelete
  16. maut merupakan misteri, datangnya memang tak terduga. Turut berduka mak

    ReplyDelete
  17. Turut berduka ya Mak Santi....
    Tulisan di atas sekaligus utk mengingatkan kita semua bahwa kematian itu bisa datang kapan saja, sekaligus pentingnya utk selalu menjaga kehamilan dan memeriksakan secara rutin

    ReplyDelete
  18. Ikut berduka cita ya Mak...insy akan jadi penolong kedua ortunya di surga kelak..Aminnn...

    ReplyDelete
  19. Hiks. Sedih. Ibu hamil harus aktif cek kandungannya ya, Mba.

    ReplyDelete
  20. innalillahi wainnailaihi raji'un.. sudah takdirnya ya, Mbak.. semoga ortunya dikuatkan...

    ReplyDelete
  21. Manusia harus berusaha, hasilnya tawakal karena takdir sudah dtentukan ya Jeng
    Semoga berjaya dalam kontes
    Salam hangat dari surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul Pak De... takdir ada di tangan Allah. Tapi sayangnya yg ini tdk bisa diikutkan kontes :(

      Delete
  22. Semoga dapat ganti yang lebih baik adiknya ya Mbak ....

    ReplyDelete
  23. innaa lillah, bahkan detik berikutnya adalah misteri. smga Allah memberikan ketabahan dan kesabaran ...

    ReplyDelete
  24. innalillahi...mbak turut berduka cita ya.....ikut prihatin mbak membaca cerita tentang kejadian yang menimpa adiknya.....sekaligus sebagai pelajaran ya mbak, agar kehamilan berikutnya lebih berhati-hati, jangan hanya percaya kata bidan, sebaiknya dari awal kehamilan konsultasi ke dokter yang benar-benar ahli....tapi ya semua itu adalah skenario Allah, semoga ada hikmah dibalik musibah ini...amin

    ReplyDelete
  25. Semoga debay menjadi penolong ibunya di surga

    ReplyDelete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran