Monday, September 22, 2014

Suatu Cerita Tentang 'Kehilangan'


Bercerita tentang kehilangan, pasti semua orang sudah pernah merasakan yang namanya kehilangan. Entah itu kehilangan sesuatu yang sangat kecil nilainya, maupun yang sangat besar dan berharga. Kehilangan orang-orang terkasih dan terdekat kita, barang-barang yang kita sayangi dll.

Sayapun pernah merasakan kehilangan. Kehilangan yang terbesar dalam hidup saya, adalah kehilangan orang yang saya sayangi, saya kasihi, saya cintai dan saya hormati, yaitu ayah saya. Ayah yang meninggal ketika kami, anak-anaknya masih membutuhkan bimbingan dan kasih sayang beliau. Tapi kali ini saya tidak akan bercerita tentang kesedihan saya ketika kehilangan sang figur hati tersebut. Saya akan bercerita tentang kehilangan yang lain lagi, yang baru seminggu ini saya alami.
Hari Senin pagi adalah hari dimana kami, para karyawan dan karyawati kantor saya biasa apel pagi. Apel pagi di hari Senin memang tidak seperti apel-apel pagi di hari lainnya. Jika hari Selasa-Sabtu biasanya apel pagi hanya sebentar, tapi jika hari Senin apel pagi bisa sampai setengah jam berdiri di lapangan mendengarkan amanat dari bapak pimpinan kantor saya.

Hari Senin pagi minggu kemarin, seperti biasanya kami apel pagi. Begitu saya sampai kantor, saya masuk ruangan untuk mengambil naskah pembawa acara yang saya simpan di ruangan, di dalam map cokelat bersalur. Sayapun menyimpan tas saya diatas meja kerja saya. Sekedar catatan, biasanya saya menyimpan tas saya di meja depan, meja recepcionist. Hand Phone pun biasanya begitu saya sampai kantor, HP saya keluarkan dari tas lalu saya simpan di kantong celana saya. Tapi ini tidak, HP masih berada di dalam tas saya. Saya pun keluar ruangan menuju lapangan apel pagi.

Cerita apel pagi yang lumayan lama skip aja ya....

Setelah selesai apel pagi, saya langsung menuju ruangan saya, saya orang pertama yang masuk ke ruangan. Begitu sampai meja kerja saya, betapa terkejutnya saya karena isi tas saya sudah berserakan diatas meja, ketika saya melihat tas saya, ternyata retsleting tas saya terbuka, dan uang, dompet, HP hilang seketika. Lemaslah badan saya. Isi tas saya ada yang mencuri!! Seisi kantor (karyawannya) langsung mencari jejak sang pencuri, tapi tak terendus. Walhasil.... uang, dompet, HP saya sampai sekarang raib sudah. Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih, mungkin itu peribahasa yang cocok untuk saya. Segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Saya akan ambil hikmah dari semua kejadian kehilangan yang terjadi pada saya, saya harus lebih berhati-hati lagi. Keamanan di kantor pun harus diperketat, dan hal ini saya sudah bicara dengan bapak pimpinan kantor saya, bahwa keamanan di kantor kami lemah, dan harus ditingkatkan lagi. Semoga manajemen di kantor saya pun bisa mengambil hikmah dari kejadian ini.

مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, gangguan orang lain, resah yang mendalam, sampai duri yang menancap di badannya, kecuali Allah jadikan hal itu sebagai sebab pengampunan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari 5641)


عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله خير وليس ذاك لأحد إلا للمؤمن إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له
“Sungguh mengagumkan keadaan orang Mukmin. Sesungguhnya semua urusannya baik, dan karakter itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali orang Mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, dan demikian itu lebih baik baginya. Jika ditimpa kesusahan, dia akan bersabar, dan demikian itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim, al Baihaqi dan Ahmad)


Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway: “Tentang Kehilangan”

37 comments:

  1. Pertama, izinkan saya berdoa Allahumaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu 'anhu... untuk ayah Mbak Susanti Dewi.

    Kedua, semoga kejadian kehilangan yang seperti itu tidak terulang lagi ya, Mbak. Ini pelajaran penting bagi semua, termasuk manajemen kantor.

    ReplyDelete
  2. Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari sini untuk lebih berhati-hati terhadap apapun, terlebih untuk barang/orang2 yg kita sayangi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Betul mba... apapun yg terjadi pada hidup kita, seharusnya kita jadikan pelajaran

      Delete
  3. berat banget mak harus kehilangan itu.. setiap orang pasti pernah ya bagaimana menyikapi dan ikhlas itu yg penting

    ReplyDelete
    Replies
    1. mak Hana.... kemana aja? udah kangen nih... :D

      Delete
  4. Mudah2an diganti dengan yang lebih baik Mbak, aamiin.

    ReplyDelete
  5. memang kalau kehilangan sesuatu itu rasanya seperti ada yg hilang juga sebagian diri kita ya Mak... salah satu obatnya hanya ikhlas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mak, ikhlas adalah salah satu obatnya

      Delete
  6. Kehilangan ayah pasti berat bgt ya mbak..semoga bpk diampuni dosa2nya n ditempatkan bersama orang2 shaleh..amiinn...

    ReplyDelete
  7. Nggak kebayang gmn rasanya kehilangan ayah tercinta...
    Semoga diampuni smua dosanya n ditempatkan bersama orang2 shalih ...amiinn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedih banget mak... Aamiin YRA. Makasih ya..

      Delete
  8. ;) pada dasarnya semua yang ada dibumi hanyalah bersifat sementara dan titipan dari Tuhan, kita bisa ambil hikmahnya untuk lebih bisa mensyukuri apa yang masih kita miliki apalagi jika itu adalah orang-orang terdekat yang kita cintai. salam blogger

    ReplyDelete
  9. Wah, semoga kejadiannya gak terulang lagi, ya. Berkat kejadian ini pihak kantor jadi belajar, ya :) Oya, temanku juga pernah kehilangan HP. Waktu ke toilet dia lupa disimpan begitu aja sebahis cuci tangan. Waktu kembali sudah gak ada...
    Good luck untuk giveawaynya! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Semoga tak terulang kembali. Makasih :)

      Delete
  10. innalilllahi... tidak terbayangkan bagaimana rasanya kehilangan Ayah. secara fisik, saya sering kehilangannya karena beda kota. tapi bila selamanya ... entah.

    lebih berhati2 lagi, Mak. tempat yg kita rasa aman biasanya malah penuh marabahaya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sangat kehilangan banget mak...
      iya betul mak Arga

      Delete
  11. innalilllahi... tidak terbayangkan bagaimana rasanya kehilangan Ayah. secara fisik, saya sering kehilangannya karena beda kota. tapi bila selamanya ... entah.

    lebih berhati2 lagi, Mak. tempat yg kita rasa aman biasanya malah penuh marabahaya :)

    ReplyDelete
  12. Mudah2an keamanan kantor bs lebih baik lagi dan gak ada lagi yang mengalami kejadian seperti itu ya jeng. Insya allah dapat gantinya yang lebih baik ya.

    ReplyDelete
  13. mak Santi, aku juga pernah alami yang lebih berat karena aku gak sempat mengucapkan permintaan maafku pada ayahku, rasanya nyesek, keburu ayahku meninggal

    ReplyDelete
    Replies
    1. pastinya nyesek banget ya mba, tapi yg penting kita selalu memberikan doa utk almarhum ya mba...

      Delete
  14. Turut bersedih mbk... Q jg sudah ditinggal ibu, sejak sma..

    ReplyDelete
  15. hiks,,,,bikin,,,brebes mili mbak,,,keren,,,sukses ya...

    ReplyDelete
  16. saya juga pernah kehilangan HP, rasanya itu "sedih" secara banyak hal di dalamnya. moga di ganti yang lebih baik mba :)

    ReplyDelete
  17. Aih ikut prihatin, Mak. Di kantor sendiri bisa kehilangan seperti itu. Semoga dapat ganti yang lebih. Amin

    ReplyDelete
  18. waduuuuuh...hape nya hilang pastinya sedih karena banyak kontak dan data penting yah mbaaaa :(

    Semoga bisa tergantikan dengan yang jauh lebih bagus yah mbaaaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mak.... kontak person nya pada hilang semua hiks...
      Makasih mak Ery

      Delete
  19. Innalillahi wa innailaihi roji'un..turt berduka y mak. Kehilangan orang yang paling disayang merupakan ujian terberat dlm hidup.
    Iya mak, mdh2an setelah kejadian kehilangan mak santi, keamanan di kantor mak santi lebih diperketat amin

    ReplyDelete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran