Monday, December 29, 2014

Berkunjung Ke CAS Water Park Cikole Pandeglang

Berhubung Fayda masih liburan di Yogyakarta dan Semarang bersama tante-tantenya, budenya dan mbah Utinya, maka saya, suami saya dan Farras mencoba ngebolang (nanggung) lagi :) Kalau kemarin kami pergi ke pantai Anyer, kali ini kami berencana pergi ke daerah yang lebih adem dan sejuk dibanding Anyer, yaitu Pandeglang. Di Pandeglang, tepatnya di daerah Cikole, ada wahana bermain anak-anak. Selain water park, ada wahana lain disana. Pernah sekali kami pergi kesana, tapi sudah lama sekali. Dan kali ini kami ingin mengunjunginya kembali, yang konon tempatnya sudah lebih luas dan bagus lagi. Seperti waktu pergi ke Anyer, kali ini pun kami pergi dengan menggunakan sepeda motor. Kami berangkat pagi sekitar jam 07.00 WIB, supaya sampai Cikole-Pandeglang tidak terlalu siang dan tentunya belum ramai, karena memang kami berangkat di hari minggu.

Kalau dari Serang menuju Cikole, ada dua alternatif jalan. Pertama, lewat Kadu Banen, setelah perempatan lampu merah, belok kiri lurus terus, dan nanti belok kanan, lebih mudah mencapainya. Yang kedua, lewat jalur kota. Setelah lampu merah perempatan Kadu Banen, lurus terus sampai bertemu dengan alun-alun kota Pandeglang, belok kiri lalu ambil ke kanan, terus lurus. Setelah ada lampu merah perempatan, belok kiri dan lurus terus. Setelah ada lampu merah perempatan lagi, belok kiri, dan nanti akan ada petunjuk menuju CAS Water Park Cikole.

Berbeda dengan perjalanan waktu ke Anyer yang penuh debu, perjalanan ke Pandeglang kali ini terasa sejuk udaranya, tidak panas dan tidak pula mendung. Walaupun tetap saja ada bus yang melintas dengan kecepatan kencang. Karena memang jalur ini dilalui oleh bus Murni dan bus Asli yang terkenal dengan raja jalanan, dimana bus-bus ini selalu mengendarai busnya dengan kecepatan tinggi. Sempat terlihat Gn. Karang sepanjang perjalanan. Tangan saya sampai kedinginan, padahal sudah pakai jaket :), karena memang hawanya adem banget.

Sampai di Cikole, sekitar jam 08.00 WIB. Masih pagi, dan masih sepi, tapi tempat wisatanya sudah buka. Tiket masuk dihargai Rp. 20.000,- per orang. Dengan tiket masuk seharga itu, fasilitas yang kami dapatkan adalah kolam renang standar, gazebo (bisa pilih sendiri), foto-foto dengan pemandangan yang masih asri, ditambah dengan banyaknya patung-patung yang berjejer sebagai latar foto. Kami pun berfoto-foto terlebih dahulu, mumpung sepi :) Setelah foto-foto beberapa saat, kami memilih gazebo (yang semuanya masih kosong), untuk sarapan terlebih dahulu dengan bekal yang kami bawa dari rumah. Disini, jika ingin menaiki wahana yang ada, atau mau berenang di tempat yang fasilitasnya lebih komplit lagi seperti ada ember tumpah, perosotan, pancuran dll, masuknya harus bayar lagi. Ada yang tarifnya Rp. 5.000,- seperti naik sepeda layang, ada yang tarifnya Rp. 10.000,- seperti naik motor-motoran, ada yang tarifnya Rp. 20.000,- seperti berenang di kolam yang wahananya lebih komplit lagi.

Lokasinya sangat luas, dan masih asri, masih banyak pohon-pohon dan tanaman-tanaman, yang memang sepertinya konsepnya memang dibuat seperti itu. Untuk keluarga yang hendak bacakan (makan bersama) juga nyaman tempatnya dengan membawa bekal dari rumah tentunya. Tapi jika ingin makan di tempat pun banyak jajanan dan banyak kantinnya. Bahkan tempat wisata ini menyediakan ikan bakar, jika ada yang ingin makan ikan bakar disini. Saya sempat menawarkan pada suami saya untuk makan ikan bakar, tapi suami tidak setuju, khawatir harganya mahal, karena kami memang belum tahu standar makanannya. Tapi jika makanan yang lain seperti burger, baso, surabi, jagung manis, masih harga standar, tidak mahal untuk tempat wisata seperti ini.

Farras berenang sendiri, saya dan suami hanya menunggu Farras berenang. Sementara Farras berenang, saya sempat melihat-lihat pemandangan yang masih banyak pohon-pohon, untuk merasakan kesegarannya, juga jalan-jalan. Karena kontur tanahnya yang naik turun, lumayan juga untuk berolahraga karena sempat ngos-ngosan :)

Mari sejenak kita lihat foto-fotonya :)











Selesai Farras berenang, saya dan Farras sempat naik sepeda layang. Padahal saya lumayan takut pada ketinggian, dan alhasil turun dari permainan sepeda layang, tangan dan kaki saya gemetaran. Sementara Farras sih cengengesan, kesenangan, malah pengen naik lagi :)


 Ini adalah spanduk yang berisi wahana-wahana yang ada di CAS


Foto dengan patung Baduy :)



24 comments:

  1. woww.. itu Farras berani sekali naik harimau :)

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Alhamdulillah mba, liburan yang murah meriah, yg penting anak senang :)

      Delete
  3. kemarin gak bisa di buka ya mbak link postingan yang ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin blog nya sedang dipoles disana sini mba hehehe...

      Delete
  4. happy holiday yah mak.... senengnya :))

    ReplyDelete
  5. waahh.... mantap liburannya. Aku senang tuh naik sepeda layang, pernah nyoba naik yang di taman safari sekali... seru ya mak

    ReplyDelete
  6. Farras puas banget nih liburannya :)

    ReplyDelete
  7. wah jalan-jalan yang seru mbak Santi, saya sih belum pernah ke daerah sana. Pernah ke Serang itupun karena ada kondangan

    ReplyDelete
  8. Banyak patung2 ya disana ya mak..
    seru nih liburannya.. :D

    ReplyDelete
  9. waah seruu...
    selamat liburan Mbak .. salam hangat dari Bandung :)

    ReplyDelete
  10. Walah.....anaknya ilang satu ya mbak dewi......... :D
    Tempat liburannya bagus juga, seperti kembali ke alam

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi iya mas, anaknya yg satu liburan di tempat lain :)

      Delete
  11. iya saya lagi nyari liburan ke arah Serang...kalau dari tangerang mudah terjangkau kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepertinya mudah sih mak, cuma memang saya gak tau jalur dari tangerang ke Serang :(

      Delete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran