Thursday, December 11, 2014

Kenangan Bersama Hujan

Saya suka memandang hujan dari balik jendela, itu sepertinya mendatangkan keromantisan. Hujan yang sepertinya memberikan kesenduan dan kesendirian. Saya menyukai keheningan. Dan keheningan bersama derasnya hujan memberikan cita rasa yang berbeda. Suasana hujan yang terlihat dibalik jendela, membuka kenangan masa lalu bersama hujan.

Sewaktu sekolah dulu.... saya sempat sekolah di kota hujan. Hujan yang datang di sore hari, hampir setiap hari. Sore hari adalah dimana saya harus kursus bahasa Inggris dan kursus komputer, dengan jarak yang lumayan cukup jauh dari rumah paman saya. Ya... saya sempat tinggal di rumah paman saya, sewaktu saya sekolah di Bogor. Walaupun setiap sore hari hujan pasti turun, saya tak pernah membawa payung. Entah kenapa, saya paling malas membawa payung, terkesan ribet, walau payung lipat sekalipun. Dan alhasil, jika selesai kursus lalu turun hujan, saya harus menunggu sampai hujan reda dulu, baru pulang. Dan itu akan menimbulkan rasa was-was di hati saya. Khawatir pulang kemalamam. Tapi anehnya, sekarang ini saya kok malah merindukan kembali masa-masa itu. Rasa khawatir dicampur dengan kesenduan hujan dan kesejukannya. Dan sambil menunggu hujan reda, biasanya saya akan menanti sambil melihat, tepatnya menikmati rinai hujan dari balik jendela tempat kursus. Sejuk, sendu bercampur was-was di hati. Berharap hujan cepat berhenti, tapi saya menikmati turunnya rinai hujan tersebut. Kadang kala, di saat sepertinya waktu hendak beranjak malam, tapi hujan tak jua berhenti, dengan nekatnya saya akan berlari-lari sambil mencari tempat berlindung agar sampai pada tempat dimana angkot mangkal. 
Di suatu sore, bersama teman-teman, jalan-jalan ke mall. Selagi berjalan-jalan, cuci mata di mall, hujan turun. Ketika saat pulang, hujan belum juga berhenti. Akhirnya menunggu hujan di teras mall bersama orang-orang yang memang terjebak hujan juga. Saya perhatikan orang yang berlalu lalang menggunakan payung, saya perhatikan pula para pengojek payung yang menawarkan payungnya. Saya menunggu. Hanya menunggu hujan berhenti, sambil memperhatikan rinainya. Dalam keramaian, tetap rinai hujan, selalu memberikan kesenduan. Rasa was-was pun kerap mendera jika menanti hujan reda di sore hari, sehabis beraktivitas. Kesenduan dari rinai hujan bercampur rasa was-was. Rasa yang sekarang ini saya rindukan, rasa yang membawa kenangan. Kenangan bersama hujan, di kota Bogor.

Kesenduan dan kesejukan hujan pun pernah menyapa saya ketika berkunjung ke kota Bandung, dimana saat itu dari sekolah saya, hendak study tour ke sekolah favorit yang ada di kota Bandung. Dalam kegiatan bersama dengan anak-anak SMA yang sekolahnya saya kunjungi, hujan kerap menyapa. Dan kesenduan, kesejukan itu datang kepada saya. Memandang rinai hujan lewat jendela penginapan dimana saya menginap selama di Bandung, saya nikmati. Saya menikmati rinai hujan yang turun membasahi bumi, membawa kesejukan dan kesenduan. Walaupun terasa sendu, tapi saya suka, suka menikmati turunnya hujan dari balik jendela.

Dan dikala musim hujan datang, ketika hujan mulai turun ke bumi, kenangan bersama hujan tersebut, kembali muncul. Membuat saya rindu.

Hujan pula yang pernah membuat almarhum ayah saya khawatir. Menanti anak gadisnya datang sementara hujan menyapa, membuat ayah saya menanti dari balik jendela akan kedatangan saya, anak sulungnya. Terlihat oleh saya dari luar jendela, ketika ayah saya menanti kedatangan saya. Seketika raut wajah ayah saya berubah lega, setelah dalam rinaian air hujan, saya datang sambil berlari-lari kecil, membuka gerbang pintu rumah, dan mengucapkan salam sambil membuka pintu depan, mencium punggung tangan ayah saya. Seketika ayah saya tak lagi memandang hujan dari balik jendela, mendapati anaknya telah samapai rumah dengan selamat.

''Tulisan ini diikutsertakan dalam A Story of Cantigi's First Giveaway'' 




21 comments:

  1. hujan,banyak kenangan tentangnya..kl q dulu suka hujan2an hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. skrg yg suka hujan2an adalah Farras n Fayda mak... hehe

      Delete
  2. sama seperti mbak hanna suka banget hujan2 sekarang jadi males udah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo ada hujan dan anak2 dgn riangnya hujan2an, ada rasa khawatir dan bahagia. Bahagia melihat anak senang, khawatir takut anak2 sakit :)

      Delete
  3. hujan itu enak dipake tidur deh mbak. hehehe

    ReplyDelete
  4. hujan memang membawa kenangan yang tak terlupakan.....

    ReplyDelete
  5. hujan memang disukai banyak orang ya, meski kadang membuat beberapa aktivitas terhambat..
    sukses GA nya ya Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kesejukannya membuat orang suka akan hujan ya mak... :)

      Delete
  6. entah kenapa hujan itu... identik dengan romantis, rindu, kenangan. Jadi pengen ikutan GA nya juga ni..:)

    ReplyDelete
  7. Hujan mengajarkan kita untuk menghargai jeda tidak semata-mata harus berlari. dan juga selalu memberikan kesan romantis yah mbak..salam kenal
    semoga menang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Terima kasih. Salam kenal kembali :)

      Delete
  8. Banyak cerita tentang hujan ya Mak... Romantis memang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul, cerita dibalik hujan itu banyak sekali org yg mengalami :)

      Delete
  9. Saya juga malas bawa payung, soalnya naik motor, hehehe... Good luck ya GA nya. Saya juga ikutan nih, kau tengoklah sekejap

    ReplyDelete
  10. hujan..., selalu menyisakan cerita. saya juga punya kebiasaan memandang rinai hujan yang turun mengenai pucuk-pucuk daun tanaman, dari balik jendela kerja. rasanya...

    ReplyDelete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran