Monday, July 13, 2015

Melestarikan Jamu Indonesia lewat TOGA (Tanaman Obat Keluarga)

Saya mengetahui cukup banyak manfaat dari daun-daunan/tanaman yang tumbuh di Indonesia yang bisa dijadikan jamu dari mamah saya. Di pekarangan rumah mamah saya, banyak ditumbuhi tanaman-tanaman obat keluarga. Semisal kumis kucing, daun saga, daun mangkokan, tanaman mengkudu, daun katuk, lidah buaya dan lain-lain. Mamah saya sering membuatkan saya minuman dari tanaman obat tersebut ketika saya terserang suatu penyakit. Seperti misalnya ketika saya sariawan atau panas dalam, maka mamah saya akan membuatkan obat dari daun saga yang diminum airnya. Atau ketika saya sakit kencing/anyang-anyangan, mamah saya juga yang membuatkan obat dari tanaman kumis kucing. Mamah saya pula yang suka membuatkan minuman gula asem jika saya sakit panas. Minuman gula asem  ini terbuat dari asem kandis dan gula merah yang diseduh air panas. Saya senang minum minuman ini. Walaupun saya sedang tidak sakit, saya suka minum minuman gula asem  ini. karena rasanaya yang segar. Minuman ini untuk memulihkan demam/panas pada tubuh.

Dulu, almarhum ayah saya memiliki riwayat penyakit kencing manis. Selain meminum obat-obatan dari dokter, mamah saya juga membuatkan obat/jamu untuk ayah saya dari buah mengkudu. Kata mamah saya, rasanya sangat tidak enak, tapi demi kesembuhan, ayah saya rela sering meminum ramuan dari buah mengkudu tersebut. Kata mamah saya, yang diminum dari buah mengkudu ini adalah airnya. Buah mengkudu yang matang diperas dan diambil airnya untuk diminum.

Karena mamahlah saya jadi tahu manfaat dari tanaman obat keluarga tersebut. Saya pun sebagai seorang ibu, seharusnyalah memberikan pengetahuan kepada anak-anak saya mengenai berbagai macam manfaat dari tanaman obat keluarga sebagai cara agar jamu sebagai minuman tradisional Indonesia dapat terjaga kelestariannya. Selayaknya juga para ibu-ibu yang seakan tak bisa berbuat apa-apa karena rumah-rumah sekarang hanya memiliki pekarangan yang sempit, tidak seperti rumah-rumah zaman dahulu, zaman dimana orang tua kita muda dulu. Justru disitulah tantangannya, dan para ibu-ibu diajak untuk bisa berfikir kreatif dalam menciptakan dan melestarikan tanaman jamu Indonesia melalui TOGA  dengan pekarangan yang ala kadarnya/sempit. Misalnya menanam TOGA lewat pot atau media lainnya yang jika kita mau sedikit mencari informasi di internet pun banyak tehnik dalam menanam tanaman dengan pekarangan sempit.

Selain sekarang ini jamu sudah banyak modifikasinya seperti minuman jamu dalam bentuk botol dll, belum lama ini, saya membaca berita di koran bahwa di kota Solo, ada kafe dimana kafe tersebut khusus menjual jamu. Woww keren banget ya... Idenya sangat hebat. Bukan hanya kafe-kafe yang berisi dengan minuman kopi, teh ataupun juice, tapi kita pun bisa minum jamu di kafe. Minum jamu dalam kafe, pastinya memberikan sensasi tersendiri. Jamu sebagai minuman tradisional akan naik pamor. Setidaknya nama kafe jamu lebih terkesan keren dibanding dengan nama warung jamu. Dimana suasana kafe pun tentunya berbeda dengan suasana warung. Seandainya kafe-kafe jamu sudah merambah ke kota-kota yang lain, jamu sebagai minuman kesehatan tradisional Indonesia akan semakin lestari.

Di kantor tempat saya bekerja pun, kantor daerahnya, di pekarangan kantornya, ditanami TOGA sebagai upaya melestarikan jamu Indonesia lewat TOGA. Tentu saya merasa senang akan ide menanam TOGA di pekarangan kantor ini. Berikut adalah sebagian tanaman yang ditanam di pekarangan kantor.

Tanaman Binahong

Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten). Steenis) Daun Binahong dilaporkan mengandung saponin, alkaloid dan polifenol. Karena kandungan saponinnya, binahong berkhasiat sebagai antibakteri sehingga banyak digunakan sebagai penyembuh luka, termasuk luka setelah operasi. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa binahong memiliki aktivitas antikejang. Di samping itu, binahong juga dapat menyembuhkan batuk dan radang paru-paru. Tanaman ini secara empiris dilaporkan dapat menambah dan mengembalikan vitalitas daya tahan tubuh.


Tanaman Kumis Kucing

Tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus Bl. Miq) digunakan untuk menanggulangi berbagai penyakit. Di Indonesia daun yang kering (simplisia) dipakai sebagai obat yang memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik) sedangkan di India untuk mengobati rematik. Masyarakat menggunakan kumis kucing sebagai obat tradisional sebagai upaya penyembuhan batuk, encok, masuk angin dan sembelit. Di samping itu daun tanaman ini juga bermanfaat untuk pengobatan radang ginjal, batu ginjal, demam, kencing manis, albuminuria, penyakit syphilis, reumatik, hipertensi dan menurunkan kadar glukosa darah. Selain itu, kumis kucing digunakan sebagai antiinflamasi, antioksidan dan antibakteri.

Tanaman Lidah Buaya


Tanaman lidah buaya yang memiliki nama latin Aloe vera atau Aloe barbadensis Milleer memiliki manfaat untuk penyubur rambut, penyembuh luka dan perawatan kulit. Tanaman lidah buaya bahkan sekarang ini sudah dijadikan minuman kesehatan yang sudah dikemas. Rasanya seperti nata de coco, kenyal-kenyal, membuat segar.

Waktu saya kecil dulu, saya senang sekali makan biji petai cina. Di halaman kantor ayah saya dulu ada tanaman ini. Saya sering mengambil petai cina ini langsung dari pohonnya dan memakan bijinya. Rasanya enak banget, walaupun isinya kecil-kecil :) Ternyata, biji petai cina ini ada manfaatnya lho...


Petai Cina yang memiliki nama latin Leucaena leucocephala, LMK. de wit, bijinya dapat mengurangi tingkat glukosa darah, mengobati diabetes, cacingan, bengkak dan radang ginjal. Di Amerika ramuan dari akar dan kayu petai cina biasanya digunakan sebagai obat perontok rambut dan kontrasepsi. Akar tanaman ini juga dapat mengobati haid tidak teratur. Selain itu petai cina juga memiliki potensi sebagai antibakteri, dan seluruh bagiannya dapat digunakan sebagai obat susah tidur, luka terpukul, patah tulang, abses paru dan bisul.

Saya perhatikan, dulu ketika Alm. ayah saya masih aktif bekerja sebagai abdi negara dan mamah saya masih aktif di kegiatan ibu-ibu Dharma Wanita, Ada program dimana ibu-ibu Dharma Wanita ini dianjurkan untuk menanam TOGA di pekarangan rumahnya. Sehingga tak aneh jika di pekarangan rumah setiap orang, pasti banyak tertanam TOGA. Sekarang ini, sepertinya TOGA sudah jarang terlihat di setiap pekarangan rumah, kecuali di pekarangan rumah ibu-ibu zaman dahulu, seperti di pekarangan rumah mamah saya dan ibu mertua saya. Sepertinya memang dulu pemerintah menganjurkan kepada para ibu untuk menanam TOGA di pekarangan rumah masing-masing. Saya sekarang ini juga berharap bahwa anjuran pemerintah dulu terus dilanjut sampai sekarang. Jadi pekarangan setiap rumah dihiasi penuh oleh TOGA. Juga saya berharap di setiap kelurahan atau setiap desa ada lahan percontohan untuk TOGA dan dijadikan tempat belajar para siswa-siswi di sekitarnya sebagai bahan observasi dan pengetahuan untuk mereka, menjadi tahu akan mafaat dari masing-masing tanaman tersebut. Sehingga diharapkan kita semua bisa melestarikan jamu Indonesia lewat TOGA (Tanaman Obat Keluarga).





Referensi :
http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection
http://biofarmaka.ipb.ac.id/publication/journal
http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection/604-herbal-plants-collection-kumis-kucing
http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection/593-herbal-plants-collection-binahong
http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection/570-herbal-plants-collection-petai-cina

96 comments:

  1. Beneerrr ini maaak. Jamu itu buanyaaak manfaatnya dan wajib banget untuk kita lestarikan yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mak....kita harus bangga pada jamu tradisional Indonesia :)

      Delete
  2. penting punya tanaman obat di rumah ya

    ReplyDelete
  3. Artikelnya sangat menarik dan bisa menjadi inspirasi banyak orang. Terimakasih yah sudah berbagi informasi seperti ini. Salam kenal.

    hotbuy

    ReplyDelete
  4. Hmmm sudah gatel pengin nanem tanaman2 bermanfaat seperti ini tp waktunya blm ada :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya mba, karena tanaman2 sprti itu bermanfaat banget

      Delete
  5. saya gak suka jamu, sih. Tapi seneng aja kalau lihat ada halaman yang penuh tanaman termasuk tanaman obat :)

    ReplyDelete
  6. Klo ada TOGA di rumah.....P3k nya lebih irit dan alami mbak...

    ReplyDelete
  7. yaampun pengen juga punya kebun yang isinya tanaman obat :3

    ReplyDelete
  8. Pasti asyik ya mbak bisa punya toga.

    ReplyDelete
  9. Di sini udah jarang banget si lidah buaya itu, Mbak.
    Apalagi daun mangkuk2an yg dulu sering saya gunakan mainan. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo lidah buaya dan daun mangkokan masih banyak di sini Idah...
      saya juga jai ingat masa kecil suka main ulek2an pake daun mangkokan.

      Delete
  10. kereeen, punya tanaman obat di rumah. dulu saya juga dikasih binahong sama bapak tapi ga telaten merawatnya. katanya ga boleh merambat ke besi ya. kebetulan kemain merambatnya ke pagar besi

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga baru tahu kalo binahong gak boleh merambat ke besi mak

      Delete
  11. dirumah saya cuma ada tanaman kumis kucing :D

    ReplyDelete
  12. TOGA sangat populer jaman Pak Harto
    Semoga warga masih memanfaatkan laman dengan TOGA
    Saya punya pohon Mahkota Dewa saja
    Terima kasih atas infonya
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul pakde, waktu jamannya pak Harto, sepertinya pekarangan rumah2 penuh akan TOGA, tapi skrg sayangnya tdk digalakkan kembali.
      Dulu... mahkota dewa sepertinya blm tenar seperti skrg ya Pakde, jadi dulu sih gak punya tanaman mahkota dewa, tapi skrg sih punya

      Delete
  13. jadi ingat nasihat kakek-nenek dulu, kalau sakit jangan langsung ke dokter, coba tengok ke dapur atau kebun tanaman di sekitar rumah, ternyata banyak obat alami yg insya Allah dapat menyembuhkannya
    nice share mbak santi :)

    ReplyDelete
  14. saya pun mulai menanam tanaman obat di rumah terutama yang sekalian buat bumbu dapur hehe..sangat membantu pas lagi butuh dan ga ada di tukang sayur

    ReplyDelete
  15. kalo aku kebanyakan bunga mawar g ada tanaman obat :(

    ReplyDelete
  16. kalau lokasi perumahan, karena lahannya sempit dan banyak yang dicor paling pakai media seadanya, pakai pot atau polibag, namun kadang perkembangannya tidak sebaik yang ditempatkan pada tanah bebas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang ada yg seperti itu, tapi daripada tak ada sama sekali kan?

      Delete
  17. Wah keren punya Toga. Aku mo bikin ah, kebetulan pekarangan agak luas..
    Btw, aku follow blognya, ya. Follow aku juga dong. Hehehehehe... fakir follower nih, Mak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah.. senang kalo pekarangan luas ya... sudah saya follow jauh2 hari mba :)

      Delete
  18. petai cina biasanya suka di pake lalaban :D

    ReplyDelete
  19. Pasti asyik ya, Mak jika bisa hangout di cafe jamu. Selain nuansanya berbeda dari cafe2 pada umumnya, juga bikin kita sehat dan seger. :)
    Jadi pengen nanam TOGA ah nanti kalo sudah tinggal menetap. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, pastinya sih... saya jadi pengen ngafe jamu :)

      Delete
  20. waaahhh kebayang deh hijaunya halamanmu mba, aku melihara tanaman kurang telaten, yang ada layu huhu padahal pengen juga punya toga, coba bikin lagi ah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga gak telaten kalo urusan tanaman mah mba, gak kayak mamah saya :)

      Delete
  21. pengen punya tanaman sendiri dirumah tapi males :D huahah

    ReplyDelete
  22. jadi ingat waktu kecil tanaman kumis kucing suka dipetik dijadikan kumis-kumisan gitu :)

    ReplyDelete
  23. iya dulu di rumah orang tuaku juga banyak TOGA, waktu kecil aku juga suka petai cina, sering makan bareng temen-temen :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. seneng ya, kalo mengingat kenangan waktu kecil :)

      Delete
  24. di rumah lagi merambatkan binahong mbak, sayangnya sirih merah punya saya mati karena ketiban adonan semen T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayang banget mak, sirih merah kan agak sulit didapat :)

      Delete
  25. Ooo petai cina ternyata banyak sekali ya manfaatnya. Baru tahu saya. Selama ini saya lebih sering menyebutnya lantoro atau kentoro ini yg kecil-kecil ato jenis lama, untuk yang baru sebagaimana dalam foto di atas, di desa saya disebut lamtoro gung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga baru tahu kalo lamtorogung itu petai cina :)

      Delete
  26. jadi pengen nanem juga tanaman obat di rumah. ada daun karuk buat batuk, tp mati krna kering. sementara baru punya pohon salam n lidah buaya nih

    ReplyDelete
  27. Aku pengen mak, tapi aku nya ga suka berkebun. Piye ya?
    Pengen banget nanem kunyut sereh cave, tapi Kayanya sebelumnya kudu nawaitu love gardening Dulu ya.
    Hehehe
    Makasih kunjungannya

    Akuratu.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga sebenarnya gak terlalu suka berkebun mba, mamah saya yg suka. Tapi memang harus ya... :) Terima kasih kembali sudah berkunjung

      Delete
  28. Di halaman rumahku juga banyak pot pot yang isinya TOGA. Hidup bareng sama tanaman sayurku hihihi Alhamdulillah banyak banget manfaatnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamulillah ya mak Pungky, pasti banyak banget manfaatnya

      Delete
  29. Jika anak sakit, saya juga lebih ngutamain TOGA dulu, kalau sudah tiga hari blm sembuh juga, baru dibawa ke dokter :)

    ReplyDelete
  30. Wah bermanfaat dan.menginspirasi banget mbak..cumanya saya kalo nanam sesuatu sering gagal nggak tahu kenapa...semoga nanti juga bisa punya TOGA dihalaman rumah

    ReplyDelete
  31. Bunda juga suka mananam beberapa macam tanaman obat-obatan, tapi tentang daun binahong itu, setau Bunda adalah tanaman merambat dan obat untuk stroke. Bunda menanamnya satu setengah tahun yang lalu untuk mengobati anak lelaki Bunda yang kena stroke. Tapi daunnya berbentuk hati dan menjalar seperti tanaman sirih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya baru tahu Bunda, kalo Binahong di tmpt saya,manfaat yg sering digunakan utk mengobati luka

      Delete
  32. senada dengan pendapat BUnda Yati, binahong yg saya kenal spt yg di deskripsikan oleh bunda yati. Kalau tanaman yg disebut binahong (spt dlm gambar), saya mengenalnya dgn nama gingseng jawa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oo gitu ya... di tempat saya, gbr diatas adl Binahong

      Delete
  33. saya (dan ortu saya juga) ga pernah nanem toga... pdhl bermanfaat bgt ya...

    ReplyDelete
  34. dulu di depan rumah saya banyak lidah buaya tapi skrg udah di buang , ternyata banyak manfaatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayang banget ya, sampe dibuang, pdhl bnyk manfaatnya

      Delete
  35. Replies
    1. Di tmpt saya skrg justru sedang banyak ditanam

      Delete
  36. menunggu rumah selesai, baru deh mulai menanam lagi, hehe.

    tfs, Mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga rumahnya cepat selesai ya mak, dan bisa menanam TOGA :)

      Delete
  37. pengen banget berkebun toga mbak...asik sepertinya....

    ReplyDelete
  38. Siip...semoga sukses di lomba nya yaa...
    Oya, lebih bagus lagi bila pada masing2 tanaman itu ada identitas & keterangan manfaatnya... itu menjadi sumber pengetahuan bagi yg blm mengenal TOGA tsb :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih. Di atas sudah dicantumkan kok mba :)

      Delete
  39. silaturahim aja yaaa... dah lama gak maen ke sini! Mohon maaf lahir dan batin .... :) :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sdh mampir. Maaf lahir bathin juga ya...

      Delete
  40. Yaaa ampun masih ada yaa istilah TOGA ini hahaha. Gw inget nya jama pelajaran SD dulu :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo waktu saya sekolah dulu istilahnya apotik hidup :)

      Delete
  41. Di rmh saya sekarang hanya ada daun sirih, kumis kucing, sereh. Semuanya ditanam di pot ☺

    ReplyDelete
  42. Saya kira TOGA yang dipakai untuk kelulusan. Ternyata, ada juga istilahnya buat dunia per-jamu-an indonesia yah! ^_^

    Oiya Mak, sekalian info, lagi ada #GiveAwayLebaran nih, ikut ya http://heydeerahma.com/index.php/2015/07/13/kontes-blog-giveaway-lebaran-bersama-heydeerahma/

    ReplyDelete
  43. selamat ya mak sudah menang, tulisannya memang bagus..

    ReplyDelete
  44. Selamat, mak. Udah menang lombanya.

    ReplyDelete
  45. Wuaaah...juaraaaa....selamat ya mak. Sukses terus

    ReplyDelete
  46. Selamat mb santi ♥ tulisannya informatif sekali

    ReplyDelete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran