Wednesday, August 05, 2015

Menabung Berkat BNI Berbagi



Kantor BNI Cabang Serang (sumber)

Didirikan pada tanggal 5 Juli 1946, PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk atau BNI menjadi bank pertama milik negara yang lahir setelah kemerdekaan Indonesia. Lahir pada masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, BNI sempat berfungsi sebagai bank sentral dan bank umum sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2/1946, sebelum akhirnya beroperasi sebagai bank komersial sejak tahun 1955. Oeang Republik Indonesia atau ORI sebagai alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia pada tanggal 30 Oktober 1946 dicetak dan diedarkan oleh Bank Negara Indonesia.

Sesuai dengan UU No.17 Tahun 1968 sebagai bank umum dengan nama Bank Negara Indonesia 1946, BNI bertugas memperbaiki ekonomi rakyat dan berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional.

Dalam masa perjalanannya, BNI telah mereposisi identitas korporatnya untuk menyesuaikan dengan pasar keuangan yang dinamis. Identitas pertama sejak BNI berdiri berupa lingkaran warna merah dengan tulisan BNI 1946 berwarna emas melambangkan persatuan, keberanian, dan patriotisme yang memang merefleksikan semangat BNI sebagai bank perjuangan. Pada tahun 1988, identitas korporat berubah menjadi logo layar kapal & gelombang untuk merepresentasikan posisi BNI sebagai Bank Pemerintah Indonesia yang siap memasuki pasar keuangan dunia dengan memiliki kantor cabang di luar negeri. Gelombang mencerminkan gerak maju BNI yang dinamis sebagai bank komersial Negara yang berorientasi pada pasar.

Setelah krisis keuangan melanda Asia tahun 1998 yang mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional, BNI melakukan program restrukturisasi termasuk diantaranya melakukan rebranding untuk membangun & memperkuat reputasi BNI.Identitas baru ini dengan menempatkan angka ‘46’ di depan kata ‘BNI’. Kata ‘BNI’ berwarna tosca yang mencerminkan kekuatan, keunikan, dan kekokohan. Sementara angka ‘46’ dalam kotak orange diletakkan secara diagonal untuk menggambarkan BNI baru yang modern. (sumber : www.bni.co.id ) 

Sebetulnya sudah sejak lama saya ingin mengenalkan menabung di bank pada Farras, anak pertama saya. Sejak Farras menginjak sekolah dasar, keinginan itu sudah saya sampaikan pada Farras. Hanya saja, saya belum menentukan bank mana yang pas untuk Farras, Pas untuk usianya yang masih berusia sekitar 6 tahun saat itu, dan pas dengan lokasi bank nya yang tentunya dekat dengan tempat tinggal kami. Sempat ingin menabung pada bank pemerintah yang sama dengan sepupunya, tapi ternyata bank pemerintah tersebut tak memiliki kantor cabang yang banyak. Kantor bank nya hanya ada di tempat terdekat dengan tempat tinggal sepupunya Farras. Akhirnya saya membatalkan niat menabung di bank tersebut. Karena sepertinya repot banget jika hendak menabung di tempat yang jauh dari tempat kami tinggal. Kami ingin bank tempat menabung Farras, tempatnya tidak jauh dari tempat kami tinggal, juga tidak jauh dari sekolah Farras. Karena saat itu saya agak kesulitan dalam menentukan bank yang pas untuk Farras, akhirnya keinginan saya itu terpendam begitu saja. Kami ingin Farras menabung di bank yang lokasi tempatnya cukup strategis.

Hingga..... sekitar tahun 2014, Farras ikut kompetisi/lomba sains Kuark, yang diadakan oleh majalah sains anak-anak Kuark. Walaupun Farras hanya masuk sampai semi final, tapi Alhamdulillah Farras masuk ke dalam 1500 semi finalis OSK 2014 yang memperoleh BNI Taplus anak se- Indonesia. Nah... dari sinilah perjalanan menabung Farras dimulai. Perjalanan menabung dengan BNI. Cikal bakal menabung Farras di BNI berawal dari sini. Jadi bisa dikatakan, Farras menabung berkat BNI berbagi. Dan satu hal yang saya pun semangat untuk mengenalkan menabung melalui bank BNI pada Farras adalah lokasi BNI di kota kami sangat strategis. Lokasinya ada di tengah-tengah kota dan dekat dengan tempat tinggal kami dan sekolah Farras.



Karena inilah sampai sekarang, Farras rajin menabung dan terus menabung. Alhamdulillah sudah lebih dari setahun Farras menabung sejak Farras meraih tabungan dari BNI Taplus anak dari BNI dan majalah sains Kuark. Sebetulnya saya sendiri pun adalah nasabah lama BNI. Masih terbayang di benak saya ketika pertama kali Farras menabung di BNI. Wajahnya berbinar-binar, tersenyum lebar, mengantri dengan semangat, menyetorkan uangnya pada teller untuk ditabung.

Ini adalah buku & kartu ATM Farras


Dan ini adalah kartu ATM milik saya

Farras mengenal menabung dari mulai menabung pada celengan. Setiap hari jika ada sisa jajan, Farras akan memasukan uangnya pada celengan. Sudah beberapa kali Farras memiliki celengan, karena memang Farras mulai belajar menabung di celengan semenjak Farras sekolah di Play Group. Jika celengan yang Farras punya sudah penuh, kami membongkarnya. Uangnya kami gunakan untuk kebutuhan Farras. Seperti membeli buku cerita, alat tulis dll. Setelah Farras memiliki tabungan di BNI, kegiatan menabung di celengannya sudah tidak lagi, beralih ke menabung di bank. Saya kembali ingat ketika pertama kali Farras mengenal yang namanya mesin ATM. Terlihat berseri-seri dan berbunga-bunga. Melihatnya, saya ikut senang dan sangat lucu melihat mimik mukanya. Saat Farras mulai memencet tombol angka untuk memasukan password-nya, saat Farras memilih menu yang ada di layar monitor, dan saat Farras bisa melihat saldo yang ada di tabungannya. Terlihat excited. Sampai saat ini, Farras masih terlihat semangat jika Farras saya suruh untuk menabung di bank. Suatu pengalaman baru untuk Farras. Dan untuk itu semua, I wanna say thank you to BNI. Farras akhirnya bisa menabung di bank berkat BNI berbagi. Teruslah berkiprah di dunia pendidikan, karena begitu banyak anak Indonesia yang ingin menabung di bank sebagai suatu pengalaman yang baru dan menyenangkan untuk anak Indonesia.

55 comments:

  1. Wah pastinya mas Farras seneng banget ya mba dapat hadiah dengan BNI. Saya salut dengan BNI yang selalu berinovasi demi kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk dalam bidang pendidikan. Sukses untuk lombanya ya mba

    ReplyDelete
  2. Farras udah rajin menabung ya..kalah aku..baru rajin menabung saat SMA hahaha

    ReplyDelete
  3. dulu pas masih kerja dan belum punya anak mau nabung BNI anak,ceritanya pingin bikin tabungan dulu baru nikah..eh ternyata persyaratannya harus punya anak xixixi..batal deh,ATMnya lucu ya yang buat anak2

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe... berarti nanti kaloudah punya anak, langsung bikin taplus anak BNI ya mak... :)

      Delete
  4. saya udah cerita di blognya bu Dwi soal BNI yang 69 an, masa mau cerita lagi soal hutang saya ke BNI sih.
    selamat kontes 69 nya deh yah, moga jadi juara

    ReplyDelete
  5. Saya kurang tertarik sepertinya mbak..
    Tapi turut sukses ya nanti

    ReplyDelete
  6. Serang nya dimana makk? Btw bagus sekali sudah mendidik untuk menabung sedari kecil.. Great idea..

    Http://beautyasti1.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang tinggal di Serang juga? makasih udah mampir

      Delete
  7. Wah, ikutan juga ya mbak. Semoga sukses ya :)
    Salam kenal. . im newer in blogger. .

    ReplyDelete
  8. Iih tante jadi malu ama Faraz nih yg sedari kcil pinter menabung.

    ReplyDelete
  9. Anak saya sejak kecil senang menabung. Tapi, bukan di bank, melainkan di celengan ayam. Hehe... Yah, namanya juga anak kecil. :)
    Semoga sukses dan menang dalam kontes 69 BNI, ya, Bunda Farras.

    ReplyDelete
    Replies
    1. anak sayapun pertama belajar menabung lewat celengan hehe
      Aamiin. makasih ya...

      Delete
  10. semoga budaya menabung bisa diterapkan disetiap anak dan orang agar bisa hidup hemat

    ReplyDelete
  11. Nadia juga punya tabungan anak di BNI dan kalo emaknya lupa ngisi nagih aja dia.. mama kapan kita ke BNI?? hahaha...
    goodluck ngontesnya mbak

    ReplyDelete
  12. Waah... Farras, sudah soleh, ganteng, rajin menabung pula. Hihi.. Saluut. Aku jg nasabah BNI maak, udah 11 tahun ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... tante Nurul bisa aja niih....
      Waah... udah lama ya...

      Delete
  13. Hehe...Bunda udah gak punya anak kecil lagi. Cucu-cucu kan tanggungan ortunya. Bunda sendiri kepingin banget bunga tabungan di BNI, tapi belum. Kenapa? Karena terkadang ada Lomba Menulis yang dikelola oleh Mahasiswa di Luar Negeri mengiharuskan kita mempunyai Norek BNI. Insya Allah, gak anak/cucu Bunda, ya Bunda deh yang bikin tabungan di BNI.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe... iya Bun, Bunda aja yg buka rekg BNI :)

      Delete
  14. Selamat berkompetisi dengan BNI Mbak, all the best.
    Sayangnya saya gak jadi bisa ikutan, padahal pengen banget ikut lombanya BNI ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mba....
      Yaaa.... sayang banget ya mba

      Delete
  15. saya kalah nih sama faraz
    masih kecil tapi udah rajin menabung

    ReplyDelete
  16. Dulu aku pakenya waktu masi jd mahasiswa

    ReplyDelete
    Replies
    1. mahasiswa memang banyak ya yg menggunakan BNI :)

      Delete
  17. Wah, Farras rajin nabung, ih. Aku kalah... huhuhhu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga sebagai ibunya Farras kalah mba hehehe

      Delete
  18. Pengalaman menarik buat anak memang Mbak bisa buka tabungan di bank. Saya masih ingat jaman SD dulu senangnya punya norek pribadi :)

    Semangat terus nabungnya ya Farras :)

    ReplyDelete
  19. jaman kuliah dulu aku pakai BNI mbak,,,tapi sekarang udah mati tuh rekening.hahahah

    ReplyDelete
  20. saya kemaren baru buka yg syariah buat bayar kredit rumah heheh, setelah survey ternyata itu yg paling oke

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah... asyik dong dan pastinya senang ya :)

      Delete
  21. Farras tahun ini ikutan lagi Kuark gak? Pascal gak ikutan tapi masih tetap langganan majalahnya

    ReplyDelete
  22. Sukses lombanya ya mba, aku pake bni dl pas jamannya SMA...Rekening pertamaku dulu, sekarang aku selingkuh dg yg lain #ups hehehe...

    ReplyDelete
  23. Wah, berkat BNI Farras rajin menabung yah. Pinter deh, ntar kalo udah gede moga duitnya banyak ya.. :D

    ReplyDelete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran