Wednesday, September 30, 2015

Dari Penjual Ikan ke Pedagang Asongan

Pelajaran Minggu 6 September 2015 dari Kelas Menulis Rumah Dunia di Alun-Alun Kota Serang, tentang Soft News yang mewajibkan mewawancarai nara sumber di sekitar Alun-Alun Kota Serang. Ini adalah materi jurnalistik. Dari pelajaran tentang jurnalistik ini, sedikitnya saya tahu tentang soft news, hard news, feature dan essai. Tapi itu semua tidak akan saya uraikan satu persatu di sini :) Saya hanya ingin menunjukkan hasil tulisan soft news saya yang sebelumnya telah berhasil saya wawancarai yaitu seorang ibu pedagang asongan. Dan inilah hasil wawancara saya (sayangnya, saya selalu lupa untuk memoto nara sumber) :



Sumber Foto

Minggu siang ini, matahari bersinar lumayan terik. Banyaknya pohon di sekitar, sedikit membuat sejuk karena angin yang bertiup semilir. Alun-alun kota Serang saat ini terlihat tidak terlalu ramai. Hanya ada beberapa orang yang sedang melakukan aktivitasnya. Ada yang hanya sekedar duduk-duduk, ada yang sedang bermain bola basket, ada yang bergerombol bersama rekan-rekannya, ada yang sedang olahraga lari (sepertinya sedang melakukan treatment), ada juga para pedagang yang berjualan di dalam dan di luar alun-alun. Walaupun alun-alun ini tidak terlalu ramai, tapi denyut kehidupannya sangat terasa. Jika siang ini alun-alun terlihat tidak terlalu ramai, wajar saja, karena waktu setempat menunjukkan jam 3 siang, dimana orang-orang akan lebih senang berada di dalam rumah. Dan biasanya, alun-alun akan mulai ramai ketika sore sudah mulai menjamah, dimana matahari tidak terlalu menyengat. 

Terlihat seorang ibu pedagang asongan yang sedang merapikan barang dagangannya. Saya dekati beliau, lalu saya memesan segelas kopi, dan mulai berbincang-bincang. Beliau adalah seorang ibu dengan 3 orang anak dan 6 orang cucu. Ibu Aen Namanya, berusia 47 tahun. Berjualan minuman di alun-alun baru sekitar 8 bulan. Sebelumnya Ibu Aen berjualan ikan di Labuan. Ibu Aen memang berasal dari Labuan, daerah yang berada di wilayah kabupaten Pandeglang. Tinggal di Serang karena memang untuk berjualan minuman. Beliau tidak lagi berjualan ikan karena akhir-akhir ini ikannya sering tidak laku dikarenakan banyak saingan, sehingga beliau berganti haluan dalam mencari nafkah dari penjual ikan menjadi pedagang asongan. Di Serang, Ibu Aen tinggal bersama anak tertuanya yang telah menikah dan memiliki 3 orang anak."Sebenarnya saya gak enak Neng, tinggal sama anak. Gak enak sama mantu saya. Pengennya sih, saya ngontrak, tapi ngontrak di Serang mahal-mahal." Begitu penuturan Ibu Aen pada saya. Sementara anak kedua dan ketiganya tinggal di Labuan. Anak keduanya juga sudah menikah dan mempunyai 3 orang anak, sedangkan anak bungsunya masih sekolah di SMP di Labuan, sehingga beliau masih harus membiayai sekolah anaknya. "Betapa mulianya hati seorang ibu" saya membatin dalam hati.

Penghasilan Ibu Aen setiap harinya sekitar Rp. 100.000,- s/d Rp. 150.000,- Beliau berjualan mulai pagi hari hingga malam hari. Jika malam Minggu, penghasilannya bisa mencapai Rp. 300.000,-. Di malam Minggu, dimana pengunjung alun-alun sangat ramai hingga menjelang pagi, Ibu Aen seringkali tidur di alun-alun. Paginya, dilanjut berjualan kembali. 

Semoga selalu dilancarkan rezekinya ya Bu Aen. Semoga Allah Senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan dari rizki yang diperoleh. Aamiin

32 comments:

  1. amiin...


    tetanggaku ada yang menginspirasi juga.. kapan2 share ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah.. sharingnya mba k noorma bisa menginsipirasi kita semua..Aamiin

      Delete
  2. inspiratif banget mba :) semoga Bu Aen dan mbak Santi selalu sehat, lancar rezeki dan tak lelah berbagi inspirasi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin mbak, demikian juga dengan mbak dan keluarga,

      Delete
  3. Amiien Ya Allah..kadang kita juga perlu berkaca dengan orang spt ini...mendapatkan rezeki halal dengan mengorbankan semua tenaganya...terima kasih sharenya mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama mbak Dwi, semoga ita senantiasa diberikan nikmat sehat dan rizki yg barokah. Aamiin

      Delete
  4. amin..semoga ibu aen selalu sehat dan lancar dan berkah rezekinya ya

    ReplyDelete
  5. Sungguh perjuangan yang sangat besar, berjualan siang dan malam hari

    ReplyDelete
  6. Aamiin, semangat terus berjualannya ya Bu Aen

    ReplyDelete
  7. Memang, inspirasi bisa datang dari mana dan dari siapa saja :)

    ReplyDelete
  8. Saya mikir, Mbak ... anak bungsunya tinggal di mana? Sama2 dengan Bu Aen tinggal di anaknya yang satu lagi, ya? Mudah2an dagangan Bu Aen laris ya ...

    ReplyDelete
  9. amin
    semoga Ibu Aen selalu diberi kesehat dan dilancarkan rezekinya

    ReplyDelete
  10. wah. semangat berjuang seorang ibu memang tiada duanya. semoga semangatnya bisa membuat banyak anak muda belajar hidup. terimakasih sudah menulis ini

    ReplyDelete
  11. aamiin semoga ibu itu lancar rejekinya aamiin

    ReplyDelete
  12. Softnews bedanya sama feature apa mbak?

    ReplyDelete
  13. Asyik belajar jadi wartawan ya, Mbak. Lebih intens mengenal pribadi seorang.

    Salut dg semangatnya mencari rejeki.

    ReplyDelete
  14. Enak sekali bacanya :) Semoga Bu Aen berlimpah rejeki.

    ReplyDelete
  15. meski gitu bu Aen tetap bahagia ya mak. kadang kita ini suka mengaitkan kebahagiaan dg kemudahan melulu. ga kerja dapat duit, kerja enteng duit segambreng...padahal bisa jd yg kita lihat kerja keras sampe tangan kapalan itu sedang bahagia krn super puas brhasil menaklukkan dirinya.

    ReplyDelete
  16. Wawancara dengan menyeruput segelas kopi, hmmm...
    Semoga rezeki Ibu Aen lancar yaa...
    Aamiin...

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  18. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  19. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  20. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  21. waahh sangat menginspirasi bange kak ^^

    ReplyDelete
  22. ini baru menginspirasi banget ^^ smangat

    ReplyDelete
  23. Masih banyak ibu2 yg mau berusaha mandiri, nggak cuma ngemis atau minta2..

    ReplyDelete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran