Wednesday, November 18, 2015

Hujan di Bulan November

Saya suka menikmati hujan. Aroma tanah yang tersiram air hujan terasa menenangkan. Walaupun hujan membuat basah, tapi ketenangan dan keromatisan yang dihadirkan hujan, sungguh saya nikmati. Saat kanak-kanak, saya suka main hujan di halaman rumah. Menikmati hujan-hujanan dengan kegembiraan tiada tara. Mandi air hujan dari talang-talang air, membawa panci untuk menadah air hujan, lalu mengguyurnya di kepala.

November 1999... dari Serang saya menuju Purwakarta, tempat dimana Ayah saya bertugas, Mamah berikut adik-adik saya ikut ke pindah ke Purwakarta. Hanya saya saja yang tetap di Serang. Saat itu hujan turun. Tak terlalu deras. Sempat khawatir karena hari sudah menjelang pukul 5 sore, sementara hujan belum berhenti. 

Ketika turun dari angkot setelah beberapa jam berada di dalam bus, saya berlari-lari menyebrang agar sampai ke rumah. Ketika saya membuka pintu gerbang, saya perhatikan sosok Ayah saya yang sedang memandang keluar lewat jendela dengan menggunakan sarung dan tasbih di tangan kanannya. Setelah Ayah saya melihat saya datang, Ayah tak lagi memandang keluar lewat jendela. Baru saya tahu, ternyata Ayah menunggu saya datang dengan terus memandangi keluar lewat jendela. Ah... Ayah, sepertinya engkau mengkhawatirkan anak gadismu saat itu, di bawah hujan sore hari. Hati ini terasa hangat, dan bibir ini tersenyum mengingat perhatianmu, Ayah.... walau tanpa kata.

“Tulisan ini diikutsertakan Giveaway November Rain”
presented by “Keina Tralala”





Words : 200

24 comments:

  1. hujaan.. aku pengen cepet2 libuuurr.. hehe

    ReplyDelete
  2. senang hujan sudah mulai datang,,,

    ReplyDelete
  3. Ayah-ayah memang gitu ya, Mbak. Sayang anaknya walau tidak diungkapkan dengan kata-kata :D

    ReplyDelete
  4. entah kenapa judulnya terkesan romantis untuk saya...bagus juga kayaknya kalau di jadikan judul cerpen heheh

    ReplyDelete
  5. Waah Ayahnya perhatian sekali mak :))

    ReplyDelete
  6. hujan selalu menyimpan kenangan ya mbak :)

    ReplyDelete
  7. AKu suka hujan, tapi jangan pake angin kyk sekarang. Potku smp berantakan.

    ReplyDelete
  8. Aaaakh, waktu kecil aku suka hujan-hujanan juga :p wkwkwk habis pulang sekolah gitu, ijin sama ibuk, main kapal-kapalan disungai :3 seruuu :D

    aah, sweetnya ayahmu :))

    ReplyDelete
  9. kenangan dengan ayahanda tercinta di November rain ya mbaak :)

    ReplyDelete
  10. Aku juga suka hujan di bulan November. Syahdu...

    ReplyDelete
  11. Duh, Ayahnya mbak so sweet banget sih mbaaak, dan sangat menyayangi putrinya pasti :))

    Entah kenapa kalo hujan aku bawaaannya suka sedih sentimentil dan mellow gitu mbak, kebanyakan nonton drama kayaknya mah hehe...

    ReplyDelete
  12. November penuh harapan, november penuh asa :)

    ReplyDelete
  13. ada rindu di derai hujan, aaah ayah... so sweet nyaa

    ReplyDelete
  14. Suka hujaaan. Tapi di sini baru sebentar bentar mbak

    ReplyDelete
  15. makk,, kok aku bacanya kayak ada yang gantung gitu ya.. hehhee.. maklum deh, bukan anak sajak or cerpen or puisi hihihiii.. good luck makk, semoga menang!! i love rainy days~

    ReplyDelete
  16. Sedewasa apapun, orangtua sering mencemaskan anak2nya ya, Mbak. :D

    ReplyDelete
  17. Allhamdulillah walau baru dua kali sudah hujan di sini

    ReplyDelete
  18. suasana yang romantis :D


    semoga hujan yang turun akhir2 ini memberikan banyak manfaat. aamiin.

    ReplyDelete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran