![]() |
Katakan
Terimakasih Lewat Pulsa
Pertengahan tahun 2009, anak
pertama saya awal masuk sekolah playgroup
di sebuah Taman Kanak-Kanak yang tidak jauh dari rumah. Tentu pengalaman pertama sekolah ini
membuat kami merasa senang, begitu juga dengan Farras anak kami. Di Kelas, Farras
dibimbing oleh dua guru muda yang baru beranjak dewasa. Minggu pertama saya
masih sempat memantau kegiatan belajar mengajar walau hanya sebentar. Melihat
Farras semangat menikmati sekolahnya saya sangat merasa senang, apalagi
guru-guru yang mengajar terlihat baik dan sabar dalam membimbing anak-anak
didiknya. Hanya beberapa kali saya sempat berkomunikasi dengan guru-guru Farras
dengan bertatap muka langsung, tentu yang paling utama saya menitipkan Farras
kepada beliau dalam memantau perkembangan bermain dan belajarnya. Karena saya
harus bekerja, hanya satu minggu pertama saja saya berkomunikasi langsung dengan guru-guru Farras, selebihnya komunikasi dan
konsultasi saya lakukan melalui SMS dan sesekali menelepon. Lumayan cukup
intens saya berkomunikasi dan konsultasi, sampai akhirnya saya merasa tidak enak
sendiri, karena tentu untuk komunikasi membalas sms-sms saya, guru-gurunya
Farras harus mengeluarkan biaya pulsa yang tidak sedikit. Saat itu saya sendiri
sempat berpikir bagaimana caranya mengucapkan terima kasih kepada guru-gurunya
Farras yang telah dengan ikhlas dan senang hati merespon sms-sms saya. Maklum
saat itu Farras adalah anak pertama saya, jadi saya sedikit agak berlebihan
dalam memperlakukannya, ya bisa dibilang saya over protected dan over
attention.
Karena merasa tidak enak
terhadap guru-gurunya Farras, akhirnya komunikasi dan konsultasi saya batasi,
dengan interval waktu yang cukup lama. Tapi untuk konsultasi selanjutnya, saya mulai
berpikir untuk mengucapkan rasa terima kasih dengan cara berbagi pulsa elektrik
kepada guru-guru yang mengajar Farras. Saya sendiri tidak tahu apakah cara ini
termasuk berlebihan atau tidak. Tapi yang jelas sejak saat itu, saya menjadi
pengirim misterius pulsa elektrik melalui sebuah konter pulsa murah langganan saya ke
nomor-nomor handphone mereka. Nominal pulsa elektrik yang sering saya kirimkan
memang tidak seberapa jumlahnya, saat itu saya hanya berpikir sekedar untuk mengucapkan
terima kasih dengan cara membagi pulsa elektrik setiap saya selesai konsultasi
dengan mereka. Selebihnya saya tidak mempunyai maksud apapun, apalagi bermaksud
membayar ketulusan dan kebaikan mereka yang telah membimbing anak-anak di
sekolah. Kebaikan dan ketulusan guru-guru tak bisa diganti dengan apapun. Cara
berterima kasih yang saya lakukan ini terus berkelanjutan, paling tidak dalam
tiga kali sebulan saya berkomunikasi dengan guru-gurunya Farras. Memang sempat
pada suatu kesempatan kami bertemu, salah seorang gurunya Farras menanyakan pulsa elektrik
yang sering mereka terima. Rupanya mereka mulai curiga bahwa pengirim misterius itu
adalah saya. Itu karena setiap kali sesaat setelah saya berkomunikasi dengan
mereka, tidak lama kemudian handphone mereka menerima notifikasi bahwa sejumlah
nominal pulsa telah masuk. Memang saat itu saya selalu mengirimkan pulsa melalui sebuah
konter, setelah saya komunikasi melalui sms ataupun telepon, paling lama 1 jam
sejak kami selesai berkomunikasi. Tapi syukurnya saya berhasil mengelak dari tuduhan dengan berbagai
macam alasan yang saya buat. Kala itu memang saya berbohong untuk menutupi rasa
tidak enak saya. Terlebih saya khawatir guru-gurunya Farras tentu akan merasa
tidak enak pula jika saat itu tau bahwa saya ternyata pengirim misterius pulsa
elektrik tersebut. Tentu rahasia ini memang sudah saya rencanakan selama Farras
bersekolah disana, sampai nanti waktu yang tepat di akhir masa belajar saya
akan berterus terang, tentunya sambil memohon maaf dan berterima kasih kepada
mereka.
Waktu terus berjalan dan
guru-gurunya Farras masih belum tau bahwa pengirim misterius pulsa elektrik itu
adalah saya. Walaupun tentu kecurigaan tetap menuju kepada saya, namun mereka
tidak punya bukti yang cukup untuk mengungkap si pengirim misterius pulsa
elektrik itu. Komunikasi dan konsultasi mengenai perkembangan Farras terus saya
lakukan dengan interval waktu yg lama, pulsa elektrik pun tetap saya kirimkan
kepada mereka dengan bantuan sebuah konter pulsa murah langganan saya.
Farras tumbuh menjadi anak yang periang dan pintar, begitu juga dengan
teman-teman yang lainnya di sekolah. Tentu ini adalah berkat bimbingan,
ketekunan, kesabaran para guru-guru di sekolahnya. Sampai tiba waktunya masa
akhir tahun ajaran, saya berniat mengundang makan siang di sebuah tempat makan
yang sederhana tidak jauh dari tempat tinggal kami. Saat itulah saya putuskan
waktu yang tepat untuk mengatakan rasa terima kasih dan mengakui bahwa pengirim
misterius pulsa elektrik itu
adalah saya. Tentunya saya mengungkapkan alasan-alasan yang bisa diterima oleh
mereka. Mereka pun hanya tersenyum saja, terbukti sudah kecurigaan mereka
selama ini. Dan hati sayapun lega tidak menyembuyikan rahasia lagi.
Cerita pengalaman saya di atas memang tentunya tidak lazim. Namun dalam kondisi / suasana tersebut, itulah
cara yang mudah dan nyaman bagaimana mengucapkan rasa terima kasih kepada seseorang yang telah membantu kita. Mudah-mudahan apa
yang saya lakukan itu tidak termasuk bentuk gratifikasi pulsa JJ Cara berterima kasih dengan berbagi pulsa tentu sekarang akan lebih mudah dan cepat, karena saat ini perkembangan pulsa elektrik di Indonesia sangat pesat. Banyak server pulsa elektrik yang menawarkan berbagai kelebihan dan kemudahan untuk memiliki pulsa tanpa harus mendatangi konter / kios penjual pulsa, terutama di kota
besar seperti Jakarta. Server pulsa terbaik di Jakarta tentunya yang bisa menawarkan Pulsa Elektrik Jakarta yang murah dan memberikan pelayanan yang terbaik. Di kota Jakarta yang mana kebutuhan komunikasi sangatlah penting, maka akses untuk mendapatkan Pulsa Murah Jakarta menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan lagi. Kapan saja dan dimana saja kita membutuhkan Pulsa Murah Jakarta, saat itu juga kita bisa mendapatkannya atau mengirimkan Pulsa Elektrik Jakarta kepada nomor handphone seseorang yang kita inginkan. Tentu semuanya itu bisa diperoleh jika nomor handphone yang kita miliki sudah terdaftar sebagai agen Pulsa Murah Jakarta di salah satu server pulsa elektrik yang menyediakan Pulsa Elektrik Jakarta.
Kini merasakan indahnya berbagi dan mengatakan terima kasih lewat pulsa, menjadi lebih mudah dan cepat dengan dukungan server pulsa elektrik. Tapi harus tetap ingat dan waspada ya, kita berbagi pulsa jangan ke sembarang orang, harus pada orang yang tepat. Apalagi berbagi pulsa pada sembarang Mama, seperti Mama minta pulsa, atau Mama kehabisan pulsa :) Jangan tertipu dengan Mama palsu ya.... 😄
Kini merasakan indahnya berbagi dan mengatakan terima kasih lewat pulsa, menjadi lebih mudah dan cepat dengan dukungan server pulsa elektrik. Tapi harus tetap ingat dan waspada ya, kita berbagi pulsa jangan ke sembarang orang, harus pada orang yang tepat. Apalagi berbagi pulsa pada sembarang Mama, seperti Mama minta pulsa, atau Mama kehabisan pulsa :) Jangan tertipu dengan Mama palsu ya.... 😄

terima kasih pulsa ,,, sudah membntu sampe skrg ..
ReplyDeleteiyaaa....sama-sama hehehe
Deleteaku belum pernah nih mba pakai terima kasih pulsa hehehe,, bisa dicoba juga nih makasih maksih sharingnya :)
ReplyDeletehehe... iya sama2 :)
DeleteJadi pengen ngirimin gurunya bintang pulsa... Karena beliau juga sangat membantu saya sekali...
ReplyDeleteayo kirim mas Adi :)
DeleteDulu waktu si bontot TK, gurunya udah wanti-wanti, kalau mamanya sms ibu guru ga jawab tandanya bu guru keabisan pulsa. Kenapa ga kwpikiran ngirimin pulsa ya aku.. hohoho
ReplyDeletehehehe, coba dikirim yaaa...udah kasih sinyal tuh keabisan pulsa :)
Deletecoba, semua orang tua kayak kak santi, pengertian....kpikiran klo guru itu balas sms pake pulsa, ada loh orang tua yang sering sms guru, selalu dibalas smsnya, dan pernah satu kali ga dibales, langsung orang tua itu marah ga jelas, ga kepikiran apa ya gurunya ga ada pulsa #pengalamanteman
ReplyDeleteSkrg yg namanya pulsa emang kbutuhan banget ya, Mbak. Guru2nya Farras baik2. :)
ReplyDeletehehehe, iya mbak. makasih.
Deletewah keren... saya jd terinspirasi nih :)
ReplyDeleteaku belum pernah cob ambak, nanti kalau isi lagi nyobain deh
ReplyDeletebisa dicoba mba :)
Deletejadi inget,dulu beli pulasa aja harus digesek dulu hehehe..sekarnag lebih praktis ya mak
ReplyDeleteiya mudah banget. kalo mau deposit juga bisa, jadi konter berjalan hehehe
Deletengeliat ceritanya, mbak ini tipe romantis yaaaaa.....krn perhatian itu nggak melulu tertuju ke keluarga dekat atau orang tersayang. Guru anak2 di sekolah juga nggak luput dari perhatian tsb, wow keren deh ;)
ReplyDeletehihi...anak pertama gitu ya mak. dikit2 gimana2. ya maklum kitanya jg belum pernah punya anak sblmnya. giliran anak berikutnya lbh santai. saya juga gitu sih.
ReplyDeleteWah..aku mau jd gurunya farras mak..biar diisiin pulsa juga hehehe
ReplyDelete