Showing posts with label Review Buku. Show all posts
Showing posts with label Review Buku. Show all posts

Saturday, May 20, 2023

DAMAR, Buku Antologi Terbaru Saya


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT Tuhan seru sekalian alam. Akhirnya saya bisa menulis kembali di blog tercinta www.santidewi.com ini. Setelah sekian lama saya berkutat dengan dunia nyata hehe.. Panggilan hati karena cinta pada menulis, dan blog adalah salah satu media untuk menuangkan tulisan.

Sebetulnya banyak cerita yang ingin saya tulis, tapi karena saya yang mungkin tidak bisa me-manage waktu dengan baik, akhirnya menulis di blog terbengkalai. Berbulan-bulan blog saya nganggur sampai PV pun menurun drastis. Sedih sih, tapi ini memang kesalahan saya.

Baiklah ada kabar gembira buat saya hehe... dan kabar gembira ini mau saya bagikan kepada teman-teman semua 😀. Alhamdulillah di bulan Mei 2023 ini saya memiliki buku Antologi terbaru berjudul Kumpulan Fiksi Mini DAMAR. Buku antologi terbaru saya ini adalah buku antologi fiksi mini bersama penulis kenamaan Gol A Gong yang film layar lebarnya sudah ditayangkan di bioskop beberapa bulan ke belakang berjudul Balada Si Roy, yang awalnya cerita Balada Si Roy ini adalah cerita bersambung di Majalah HAI, lalu menjadi novel dan akhirnya di film kan. Syuting film nya pun seputaran Banten. Serang, Rangkasbitung.

Kembali ke buku antologi terbaru saya berjudul DAMAR. Kenapa saya bisa menerbitkan buku antologi fiksi mini bersama Gol A Gong dan yang lainnya? Awalnya saya mengikuti pelatihan kepenulisan dengan tema fiksi mini melalui zoom dan grup WhatsApp yang dimentori oleh Gol A Gong dan disponsori oleh SIP Publishing. Banyak pelatihan-pelatihan menulis di SIP Publishing ini. Jika teman-teman follow IG SIP Publishing, disana banyak sekali info tentang pelatihan kepenulisan. Temanya beragam. Teman-teman yang tertarik bisa mengikuti pelatihan kepenulisan sesuai minat teman-teman.

Awalnya saya ikut pelatihan kepenulisan ini karena saya ingin sekali memiliki buku solo bertema fiksi mini, maka akhirnya saya ikut pelatihan ini dan pelatihannya gratis lho.. dapat sertifikat juga. Yang ikut pelatihan dan lolos kurasi, karyanya akan dibukukan bersama dalam buku antologi. Dan Alhamdulillah terbitlah buku antologi fiksi mini ini yang berjudul DAMAR.

Penulis di buku antologi fiksi mini DAMAR ini dari berbagai macam usia dan profesi. Saya sendiri sebagai seorang karyawati BUMN, ada guru bahkan ada pelajar yang ikut juga. Tema dari fiksi mininya pun bebas. Jadi ada berbagai macam tema tulisan fiksi mini di buku DAMAR ini. Yaaa... walaupun buku solo fiksi mini belum ada, setidaknya ada buku antologi fiksi mini 😀 Tulisan fiksi mini saya di buku DAMAR ini ada di halaman 57-58

Jika ada teman-teman yang tertarik pada buku antologi fiksi mini DAMAR ini bisa menghubungi SIP Publishing di IG nya @sippublishing atau menghubungi saya lewat email juga bisa di susantidewiok@gmail.com atau lewat IG di @susantidewiok

Menumbuhkan dan menjaga semangat menulis itu memang susah-susah gampang ya... Di saat ada ide mengalir deras, tapi rasanya waktu tidak berpihak sehingga ide pun tidak tertuang bahkan akhirnya menguap. Tapi di saat sedang ingin menulis, ide tidak muncul-muncul hehe...



Wednesday, September 22, 2021

Review Buku : Aku, Meps, dan Beps


Review buku : Aku, Meps, dan Beps. Judulnya unik ya? 

Saya sedang mencari buku novel anak, searching di google, maka muncullah judul buku ini. Aku, Meps, dan Beps. Saya tertarik, ini kok judulnya begini sih? Unik gitu, cerita tentang apa ya? Jadi penasaran deh hehehe... Oh ya, saat ini saya sering mencari buku secara online. Saat pandemi seperti ini rasanya masih malas mondar mandir keluar walaupun tujuannya mencari buku. Jadi, akhirnya mencari bukunya lewat online saja.

Buku ini bercerita tentang 'Aku' si anak kecil bernama Soca (yang sekarang sudah tidak kecil lagi hehehe) yang sekaligus penulis buku ini duet bersama ibunya yang bernama Reda Gaudiamo yang Soca panggil dengan sebutan Meps. Yup... Meps disini berarti ibu dan beps adalah panggilan Soca pada bapaknya. Aku, Meps, dan Beps ditulis oleh Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo, ibunya Soca.

Friday, October 28, 2016

{Review Novel} The (Un) Lucky Girl



Judul Buku : The (Un) Lucky Girl
Penulis : Lonyenk Rap
Penerbit : Stiletto Book
Cetakan : ke-1, Maret 2013
Jumlah hal : 160ISBN : 9786027572133

Novel ini bercerita tentang seorang gadis bernama Serenada Dewi (Nada) yang menjadi mesin obsesi ibunya, Helen. Ketika masih muda Helen memiliki obsesi untuk menjadi penyanyi terkenal, namun dilarang keras oleh ayahnya karena kehidupan seorang penyanyi penuh dengan hura-hura, diperbudak oleh uang dan penuh dengan panggung sandiwara. Karena cita-cita Helen untuk menjadi penyanyi terkenal kandas, maka akhirnya Helen berharap bisa mewujudkan mimpi-mimpi usangnya menjadi terkenal pada anak semata wayangnya, Nada. Sejak kecil Nada sudah dimasukan ke dalam berbagai macam jenis kegiatan seni. Mulai dari les vokal, piano, kelas drama, modelling dan juga klub tarian pop modern. Semua dipelajari Serenada. Padahal kondisi keuangan keluarganya tidaklah mencukupi untuk segala macam jenis les yang Helen cekoki pada Nada. Semetara, ayahnya Nada, Panca Buwana adalah seorang pemabuk.

Sunday, August 21, 2016

{Review Buku} Fenomenologi Wanita Ber-high heels



Saya bukanlah penyuka dan pengguna sepatu ber-high heels, walaupun tak bisa dipungkiri saya juga senang melihat para wanita yang memakai sepatu high heels, kayaknya keliatan seksi, percaya diri & cantik :) Kalau saya melihat para model atau pragawati yang berjalan di atas catwalk, ataupun para pembawa berita dan acara di TV maupun presenter yang berdiri lama di depan TV untuk shooting suatu acara maupun berita, senang deh melihatnya. Kadang juga merasa heran dan kagum, kok gak pegal ya, berdiri lama dengan hak sepatu yang tinggi seperti itu :) Mungkin memang mereka sudah terbiasa ya, dan itu adalah tuntutan pekerjaan mereka.

Saya sering membayangkan jika para pekerja wanita yang bekerja di kota-kota besar seperti Jakarta, yang sudah terbiasa menggunakan sepatu high heels, naik turun, keluar masuk kendaraan umum seperti bus, angkot atau keretal listrik (KRL), gimana jadinya ya? :) Saya pernah juga sih merasakan bagaimana repotnya memakai sepatu high heels di dalam angkot, khawatir tijalikeh euy kalo kata orang Sunda mah hehe... makanya saya suka merasa kagum plus risih melihat mereka yang selalu ber-high heels.

Monday, August 17, 2015

Ulasan Novel : Jodoh Untuk Naina




Judul buku : Jodoh Untuk Naina
Penulis : Nima Mumtaz
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo (Le Mariage)
Cetakan Pertama : Tahun 2015
Jumlah Halaman : vi + 252 hal.

Ini adalah ulasan buku pertama saya. Sebelumnya saya tidak pernah pede untuk mengulas sebuah buku. Entah kenapa. Mungkin saya khawatir duluan. Khawatir ulasan saya tidak enak untuk dibaca, khawatir ulasan saya jelek, khawatir ulasan saya mengecewakan dll. Tapi saya pikir, kalau saya tidak mencoba, saya tidak akan pernah belajar dan tidak akan pernah bisa. Sampai akhirnya datanglah keberanian saya untuk bisa mengulas buku, khusunya novel. Kenapa baru berani sekarang? Saya memberanikan diri, karena buku novel yang saya baca memberi kesan yang bagus buat saya. Buku novel ini seperti hidup. Alur ceritanya berjalan apik dan mengena. Karakter tokoh utamanya kuat, membuat saya ikut larut dalam ceritanya. Membacanya saya jadi ikut-ikutan mewek, dan juga ikut-ikutan tersenyum-senyum sendiri. Dan saya yakin, semua orang pasti (akan) mengalami hal ini, menjadi pengantin baru dan merasakan malam pertama :)