Tuesday, September 08, 2026

Teh Kopi: Ketika Kopi Bertemu Teh


Saya suka kopi.
Saya juga suka teh.

Kalau ditanya lebih suka yang mana, rasanya saya tidak bisa memilih. Tergantung suasana hati. Kadang pagi-pagi rasanya ingin secangkir kopi panas, tetapi di waktu lain teh manis hangat justru terasa lebih nikmat. Karena itu, ketika suatu hari saya menemukan sebuah minuman yang menggabungkan kopi dan teh, tentu saja saya langsung penasaran.

Waktu itu saya sedang berada di sebuah tempat semacam kafe. Saya lupa persis apa nama minuman yang saya pesan, tetapi yang saya ingat adalah di dalam menu ada minuman kopi yang diberi tambahan teh.

Kopi dicampur teh?

Wah, bagaimana rasanya?

Sebagai penyuka kopi sekaligus teh, saya tentu tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mencoba. Selama ini saya biasa menikmati keduanya secara terpisah. Kopi ya kopi, teh ya teh. Belum pernah terpikir untuk menyatukannya dalam satu cangkir.

Akhirnya saya pesan.

Dan ternyata...

Enak!

Ada rasa kopi yang tetap terasa, tetapi kemudian muncul aroma dan rasa khas teh yang membuat minuman ini menjadi berbeda. Rasanya seperti mendapatkan dua kesukaan sekaligus dalam satu cangkir.

Sejak saat itu saya jadi tahu, ternyata kopi dicampur teh itu tidak aneh sama sekali. Malah bisa jadi teman ngopi yang menyenangkan.

Monday, September 07, 2026

Tradisi Muludan di Kampung Saya, Benggala Neglasari Serang : Meriah dengan Panjang Mulud, Dzikir, dan Sholawatan


Setiap tahun, bulan Rabiul Awal selalu menjadi bulan yang istimewa bagi masyarakat Muslim di berbagai daerah. Begitu pun di Kota Serang, Banten. Salah satu tradisi yang masih terasa begitu kuat adalah *Muludan*, sebuah perayaan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Di Kampung saya, Benggala, Neglasari, Serang-Banten, tradisi Muludan dirayakan dengan suasana yang penuh semangat, kebersamaan, dan kemeriahan. Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah *panjang mulud* yang dibuat dalam berbagai bentuk dan dihias dengan beraneka macam makanan ringan serta sembako.

Sunday, September 06, 2026

Staycation Bersama Keluarga Besar di Nemuru Grand Anyer Palazzo


Sudah lama rasanya kami tidak berkumpul dan pergi bersama-sama dalam formasi keluarga besar. Biasanya kalau mau bepergian, paling kami pergi bersama keluarga kecil kami saja. Kali ini suasananya sedikit berbeda karena keluarga besar dari pihak suami ikut berkumpul dan menikmati waktu bersama.

Tujuan kami kali ini adalah Nemuru Grand Anyer Palazo.

Lobby

Saturday, September 05, 2026

Curug Goong Padarincang: Ketika Wisata Alam yang Indah Terlihat Sepi dan Kurang Terawat


Akhir pekan biasanya menjadi waktu yang pas untuk jalan-jalan bersama keluarga atau pasangan. Tidak harus pergi jauh atau mencari tempat wisata yang ramai. Kadang, perjalanan sederhana dengan mengendarai motor bersama suami pun sudah cukup untuk membuat akhir pekan terasa berbeda.

Kali ini, saya dan suami mencoba mengunjungi *Curug Goong di Padarincang, Kabupaten Serang, Banten*. 

Friday, September 04, 2026

Jelajah Kampung Ke Curug Cigumawang


Ada perjalanan yang direncanakan dengan matang, tetapi ada juga perjalanan yang sederhana saja: naik motor berdua dengan suami, menikmati jalan, berhenti kalau lelah, lalu mencari tempat yang menarik untuk dikunjungi.

Kali ini kami memilih Jelajah Kampung ke Curug Cigumawang di Padarincang, Kabupaten Serang, Banten.

Padarincang sebenarnya bukan daerah yang asing bagi kami. Kami sudah beberapa kali melewati jalur ini. Bahkan kalau perjalanan menuju Padarincang, ada satu tempat yang hampir selalu menjadi tempat persinggahan kami.

Perjalanan dari pusat Kota Serang menuju Curug Cigumawang di Padarincang memakan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam dengan jarak sekitar 35 kilometer.

Rute Perjalanan

  • Titik Awal: Mulai dari pusat Kota Serang (Alun-alun Serang atau jalan protokol).
  • Jalur Utama: Ambil arah ke selatan menuju Ciomas atau Pabuaran melalui Jalan Raya Serang-Pandeglang atau jalur alternatif Pabuaran.
  • Kecamatan Padarincang: Lanjutkan perjalanan menuju kawasan Padarincang. Ikuti petunjuk arah atau peta digital menuju Desa Bugel, tempat curug ini berada. 
  • Kondisi Jalan: Akses jalan bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat, tetapi berhati-hatilah saat mendekati area lokasi karena kontur jalan mulai menanjak dan khas pedesaan kaki gunung.

Thursday, September 03, 2026

Ada kalanya pergi bersama keluarga tidak harus selalu ke tempat yang mewah atau menghabiskan banyak waktu untuk berkeliling. Duduk santai, melihat pemandangan, menikmati udara yang berbeda dari biasanya, lalu makan camilan bersama pun sudah cukup menjadi sebuah perjalanan kecil yang menyenangkan.

Salah satu tempat yang pernah kami kunjungi bersama keluarga adalah Curug Goong, Mandalawangi, Pandeglang.


Waktu itu saya pergi bersama suami, Farras dan Fayda, serta kakak ipar. Niat awalnya tentu ingin menikmati suasana air terjun dan bermain air. Tetapi ternyata keadaan di sana cukup ramai. Air curug yang saat itu juga terlihat agak keruh membuat kami akhirnya memutuskan untuk tidak turun dan bermain air.

Tidak apa-apa.

Toh, perjalanan bersama keluarga memang tidak selalu harus sesuai rencana. Kadang justru momen sederhana seperti duduk-duduk, mengobrol, makan gorengan dan Pop Mie, lalu menyeruput kopi sambil menikmati suara air terjun yang menjadi kenangan tersendiri.