Wednesday, September 16, 2026

Kopi dan Kursi Kosong di Sebelahnya


Perempuan itu setiap Minggu pagi selalu ke kedai kopi, sama seperti aku. Kedai kopi yang sama,  seperti aku. Datang tepat jam 9 pagi, seperti aku. Menempati tempat duduk yang sama, seperti aku. Bedanya, perempuan itu selalu memesan 2 cangkir kopi hitam, walaupun dia datang sendirian. Sementara aku hanya memesan 1 cangkir kopi hitam karena memang aku selalu datang sendiri.

Seperti basanya, aku datang ke kedai kopi ini, di hari Minggu  tepat jam 9 pagi. Aku duduk di tempat biasanya, di pojokan. Memesan kopi, lalu langsung duduk sambil menunggu kopi datang. Tak berselang lama, pintu kedai kopi berbunyi "Ting", tanda ada yang datang. Aku mengalihkan pandanganku dari gawai yang sedang aku pegang menuju pintu yang berbunyi tadi. Perempuan itu yang datang.

Dia memesan 2 cangkir kopi hitam seperti biasanya, dan mendekati tempat duduk yang biasanya dia duduki.

Tuesday, September 15, 2026

{Flash Fiction} Jemuran di Depan Rumah


Aku adalah penghuni baru di komplek ini. Baru sekitar sepekan menempati rumah ini. Rumah yang aku beli dengan cara menyicil. Aku memang belum sempat menyambangi tetangga-tetanggaku untuk mengenalkan diri sekaligus bersilaturahmi. Aku hanya sempat lapor pada ketua RT di komplekku.

Selama sepekan ini, aku perhatikan depan rumahku selalu sepi. Hanya ada jemuran yang setiap harinya  baju yang dijemurnya selalu sama. Kemeja putih, celana panjang hitam, daster bunga-bunga dan handuk berwarna cokelat.

Monday, September 14, 2026

Debu, Angin dan Musim Kemarau



Musim kemarau tiba

Membuat daun-daun merunduk perlahan

Menguning.... lalu mati


Musim kemarau membawa debu

Beterbangan, menempel pada kaki-kaki manusia

yang sedang sibuk mengejar dunia

Tuesday, September 08, 2026

Teh Kopi: Ketika Kopi Bertemu Teh


Saya suka kopi.
Saya juga suka teh.

Kalau ditanya lebih suka yang mana, rasanya saya tidak bisa memilih. Tergantung suasana hati. Kadang pagi-pagi rasanya ingin secangkir kopi panas, tetapi di waktu lain teh manis hangat justru terasa lebih nikmat. Karena itu, ketika suatu hari saya menemukan sebuah minuman yang menggabungkan kopi dan teh, tentu saja saya langsung penasaran.

Waktu itu saya sedang berada di sebuah tempat semacam kafe. Saya lupa persis apa nama minuman yang saya pesan, tetapi yang saya ingat adalah di dalam menu ada minuman kopi yang diberi tambahan teh.

Kopi dicampur teh?

Wah, bagaimana rasanya?

Sebagai penyuka kopi sekaligus teh, saya tentu tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mencoba. Selama ini saya biasa menikmati keduanya secara terpisah. Kopi ya kopi, teh ya teh. Belum pernah terpikir untuk menyatukannya dalam satu cangkir.

Akhirnya saya pesan.

Dan ternyata...

Enak!

Ada rasa kopi yang tetap terasa, tetapi kemudian muncul aroma dan rasa khas teh yang membuat minuman ini menjadi berbeda. Rasanya seperti mendapatkan dua kesukaan sekaligus dalam satu cangkir.

Sejak saat itu saya jadi tahu, ternyata kopi dicampur teh itu tidak aneh sama sekali. Malah bisa jadi teman ngopi yang menyenangkan.

Monday, September 07, 2026

Tradisi Muludan di Kampung Saya, Benggala Neglasari Serang : Meriah dengan Panjang Mulud, Dzikir, dan Sholawatan


Setiap tahun, bulan Rabiul Awal selalu menjadi bulan yang istimewa bagi masyarakat Muslim di berbagai daerah. Begitu pun di Kota Serang, Banten. Salah satu tradisi yang masih terasa begitu kuat adalah *Muludan*, sebuah perayaan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Di Kampung saya, Benggala, Neglasari, Serang-Banten, tradisi Muludan dirayakan dengan suasana yang penuh semangat, kebersamaan, dan kemeriahan. Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah *panjang mulud* yang dibuat dalam berbagai bentuk dan dihias dengan beraneka macam makanan ringan serta sembako.

Sunday, September 06, 2026

Staycation Bersama Keluarga Besar di Nemuru Grand Anyer Palazzo


Sudah lama rasanya kami tidak berkumpul dan pergi bersama-sama dalam formasi keluarga besar. Biasanya kalau mau bepergian, paling kami pergi bersama keluarga kecil kami saja. Kali ini suasananya sedikit berbeda karena keluarga besar dari pihak suami ikut berkumpul dan menikmati waktu bersama.

Tujuan kami kali ini adalah Nemuru Grand Anyer Palazo.

Lobby