Saturday, September 18, 2021

Pengalaman Kedua di Vaksin Sinovac (Lengkap)

Pengalaman kedua saya di vaksin Sinovac jatuh pada tanggal 16 Juli 2021. Itu berarti kurang dari dua bulan yang lalu. Pengalaman Kesatunya di suntik vaksin Sinovac saya tulis disini. Pengalaman kedua ini lebih diberatkan pada kekhawatiran saya tentang tensi saya yang tinggi. Kalau tensinya diatas 180, berarti saya tidak bisa di vaksin, menunggu tensi saya berada di bawah 180 terlebih dahulu. 

Karena kekhawatiran saya terhadap tensi saya, maka seperti pada pemberian vaksin kesatu, malam hari sebelum tidur saya meminum 2 sendok makan VCO, begitu juga pagi harinya, setelah sarapan, saya mengkonsumsi 2 sendok makan VCO lalu berangkat ke kantor. Jadwal pemberian vaksin kedua ini pukul 08.00 WIB, masih pagi, masih segar dan suasananya masih enak. 

Thursday, September 16, 2021

Mari Mengenal Kusta

Mari Mengenal Kusta. Hari Senin tanggal 13 September 2021 yang lalu, saya mengikuti talkshow bersama rekan-rekan blogger dari Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) yang diadakan oleh Ruang Publik KBR yang bekerjasama dengan NLR. Talkshow pagi itu mengambil tema tentang Gaung Kusta di Udara. Dengan nara sumber dr. Febina Sugianto (Junior Technical Advisor NLR Indonesia) dan Malika (Manager Program & Podcast KBR) dengan Rizal Wijaya sebagai host KBR.

KBR yang merupakan singkatan dari Kantor Berita Radio berdiri sejak tehun 1999. KBR itu sendiri adalah penyedia konten berita berbasis jurnalisme independen. Dengan didukung oleh reporter dan kontributor terbaik yang tersebar di berbagai kota di tanah air dan Asia. Produk KBR telah digunakan lebih dari 500 radio di Nusantara dan 200 radio di Asia dan Australia. Woww banget ya..

Sementara NLR adalah salah satu lembaga yang fokus pada isu tentang kusta. Netherlands Leprosy Relief atau NLR adalah suatu lembaga yang memelopori  dalam percepatan dunia tanpa kusta dan lingkungan yang inklusif bagi penyandang disabilitas. NLR berusaha mendukung program-program pemerintah saat ini dengan kegiatan inovasi yang baru.

KBR berkolaborasi dengan NLR Indonesia untuk meningkatkan literasi masyarakat terkait kusta. KBR ini juga suka mengangkat isu-isu tentang disabilitas. Dalam podcast-nya KBR seringkali bekerjasama atau berkolaborasi dengan lembaga terkait. Seperti kali ini KBR mengangkat isu tentang kusta dan berkolaborasi dengan NLR.

Friday, September 10, 2021

Tugu Puncak Bukit Sayar dan Desa Kuranji (Bersepeda Part 3)

   

Saya ini orang Serang tulen, asli. Lahir di kota Serang, besar di kota Serang, sekolah di kota Serang. Cuma kuliah aja di Jakarta. Eh... SMP juga di Bogor ding, tapi itu pun cuma 2,5 tahun saya tinggal di Bogor. Selebihnya, di Serang terus. Kerja di Serang, menikah di Serang dan punya keluarga pun di Serang. Jadi... dakuw orang asli Serang bo... hehehe.... Tapi anehnya nih ya, saya malah gak bisa bahasa Jawa Serang. Saya malah bisa (sedikit) bahasa Sunda. Selain bahasa, saya juga tidak begitu tahu daerah-daerah yang ada di kota Serang. Saya mungkin termasuk orang yang kurang piknik. Bukan kurang lagi mungkin, tapi gak pernah piknik hehehe.... Saya memang termasuk orang yang gak pernah jalan-jalan. Semasa sekolah pun tempat saya bergaul ya paling sekolah dan rumah. Setelah selesai sekolah langsung pulang ke rumah, gak pernah ngelayab kemana-mana. Ruginya ya sekarang ini, gak pernah tahu daerah-daerah selain daerah rumah dan sekolah :(

Minggu kemarin suami saya mengajak saya jalan-jalan ke daerah Kuranji. "Dimana itu Yah?" Saya bertanya sambil mengernyitkan dahi. "Ibu gak tau?" Tanya suami saya. Saya menggeleng. "Katanya orang Serang, Kuranji aja gak tau." Saya cuma mingkem. Emang gak tau. "Kalo gitu, udah deh ayo kita kesana, supaya Ibu tau." Jawab suami saya. "Pemandangannya bagus lho Bu, ada bukit Sayar keliatan. Udaranya masih segar, adem. Apalagi jalan-jalannya pagi-pagi." Oke deh, kita capcus....

Tuesday, September 07, 2021

Pengalaman di Vaksin Covid Sinovac Kesatu


Pemberian vaksin kesatu pada saya dilakukan tanggal 18 Juni 2021. Dilakukan bersama-sama dengan rekan-rekan kerja yang lain. Sebelumnya, sebetulnya saya sudah menunggu-nunggu kapan kami (pegawai di tempat saya bekerja) mendapat giliran vaksin. Sementara para pegawai yang lain ( seperti PNS dan yang lainnya) sudah di vaksin, padahal kami kan, pegawai BUMN tapi kok, belum terdengar kabar-kabar rencana tentang pemberian vaksin pada kami.

Akhirnya, Alhamdulillah setelah menunggu, kabar rencana pemberian vaksin pada kami terjadwal juga :) Kami mendapatkan jadwal vaksin kesatu tanggal 18 Juni 2021. 

Saturday, September 04, 2021

Sehat di Masa Pandemi Covid 19

Assalamualaikum!

Apa kabar kawan? Semoga selalu sehat ya di masa pandemi Covid 19 ini. Pandemi Covid 19 ini sudah mengubah tatanan hidup manusia. Bagaimana tidak berubah? Untuk kami yang beragam Islam, yang biasanya salat berjamaah di Masjid, sekarang dibatasi, bahkan lebih baik salat berjamaah di rumah saja. Aktivitas perkantoran, yang biasanya bekerja setiap hari di kantor, sekarang jadi bekerja di rumah, work from home (WFH). Yang biasanya bebas keluar masuk mall, sekarang dibatasi, bahkan mall pun di tutup sementara. Yang biasanya bebas mau ngapain aja di luar rumah, sekarang tidak bisa lagi. Mulut dan hidung pun harus di tutup menggunakan masker. Bahkan anak-anak sekolah, sekolah di rumah. Awal-awal ibu-ibu mungkin masih bisa toleransi mengajar anak di rumah, lama-lama, setelah mengajari anak -anak sekolah di rumah, ibu-ibu pun satu persatu keluar tanduknya wkwkwk... Gimana gak keluar tanduk, capek dan penat mengajarkan anak-anak sekolah di rumah. Sudah lelah mengerjakan pekerjaan rumah, ditambah anak-anak harus diajari pula. Gimana gak stress ya bu-ibu. Sementara, dalam situasi pandemi seperti ini, kita dilarang stres, karena bisa menurunkan imun. Nah kan, jadi serba salah.

Sunday, August 29, 2021

Bersepeda (Part 2) Ke Banten Lama

Sudah sekitar satu tahun ini (selama pandemi) saya menekuni olahraga bersepeda. Bersepeda selalu bersama suami. Gowes tri, gowes suami istri hehehe... Sampai sekarang, gak pernah ikut komunitas sepeda apapun dan selalu bersepeda dengan suami saja. Lumayan banyak pengalaman selama bersepeda. Terutama karena bersepeda, saya jadi tahu tempat-tempat di Serang yang tadinya saya tidak tahu. Karena bersepeda, wisata sejarah ke Banten sudah lumayan saya eksplore walaupun sepertinya belum semua. 

Awalnya suami ngajak bersepeda ke Banten Lama. Mungkin karena jalannya datar, tidak ada tanjakan makanya suami mengajak saya bersepeda ke Banten Lama. Supaya pengalaman bersepeda saya bertambah, saya iya-kan ajakan suami. Jarak dari rumah kami ke Banten Lama sekitar 10-an KM, kalau bolak-balik berarti 20-an KM. Lumayan untuk pemula seperti saya waktu itu, lumayan teklok wkwkwk