Musim kemarau tiba
Membuat daun-daun merunduk perlahan
Menguning.... lalu mati
Musim kemarau membawa debu
Beterbangan, menempel pada kaki-kaki manusia
yang sedang sibuk mengejar dunia
Happy Life, Happy Family
Musim kemarau tiba
Membuat daun-daun merunduk perlahan
Menguning.... lalu mati
Musim kemarau membawa debu
Beterbangan, menempel pada kaki-kaki manusia
yang sedang sibuk mengejar dunia
Kalau ditanya lebih suka yang mana, rasanya saya tidak bisa memilih. Tergantung suasana hati. Kadang pagi-pagi rasanya ingin secangkir kopi panas, tetapi di waktu lain teh manis hangat justru terasa lebih nikmat. Karena itu, ketika suatu hari saya menemukan sebuah minuman yang menggabungkan kopi dan teh, tentu saja saya langsung penasaran.
Waktu itu saya sedang berada di sebuah tempat semacam kafe. Saya lupa persis apa nama minuman yang saya pesan, tetapi yang saya ingat adalah di dalam menu ada minuman kopi yang diberi tambahan teh.
Kopi dicampur teh?
Wah, bagaimana rasanya?
Sebagai penyuka kopi sekaligus teh, saya tentu tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mencoba. Selama ini saya biasa menikmati keduanya secara terpisah. Kopi ya kopi, teh ya teh. Belum pernah terpikir untuk menyatukannya dalam satu cangkir.
Akhirnya saya pesan.
Dan ternyata...
Enak!
Ada rasa kopi yang tetap terasa, tetapi kemudian muncul aroma dan rasa khas teh yang membuat minuman ini menjadi berbeda. Rasanya seperti mendapatkan dua kesukaan sekaligus dalam satu cangkir.
Sejak saat itu saya jadi tahu, ternyata kopi dicampur teh itu tidak aneh sama sekali. Malah bisa jadi teman ngopi yang menyenangkan.
Di Kampung saya, Benggala, Neglasari, Serang-Banten, tradisi Muludan dirayakan dengan suasana yang penuh semangat, kebersamaan, dan kemeriahan. Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah *panjang mulud* yang dibuat dalam berbagai bentuk dan dihias dengan beraneka macam makanan ringan serta sembako.
Tujuan kami kali ini adalah Nemuru Grand Anyer Palazo.
![]() |
| Lobby |
Kali ini, saya dan suami mencoba mengunjungi *Curug Goong di Padarincang, Kabupaten Serang, Banten*.
Kali ini kami memilih Jelajah Kampung ke Curug Cigumawang di Padarincang, Kabupaten Serang, Banten.
Padarincang sebenarnya bukan daerah yang asing bagi kami. Kami sudah beberapa kali melewati jalur ini. Bahkan kalau perjalanan menuju Padarincang, ada satu tempat yang hampir selalu menjadi tempat persinggahan kami.