Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat An-Nisa ayat 36 yang artinya:
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”
Dari ayat tersebut sudah jelas bahwa Allah SWT memerintahkan kita untuk tidak menyekutukan-Nya dan juga memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada banyak pihak, salah satunya adalah tetangga. Tetangga adalah orang yang mungkin paling sering kita temui setelah keluarga sendiri. Bisa jadi kita tidak terlalu dekat, jarang mengobrol, bahkan mungkin tidak tahu banyak tentang kehidupan mereka. Tetapi rumah kita berdampingan dengan rumah mereka.
Kita mungkin tidak mengenal mereka dengan baik, tetapi suara dari rumah kita bisa sampai ke rumah mereka. Aroma dari rumah kita bisa sampai ke rumah mereka, asap dari aktivitas kita bisa masuk ke rumah mereka. Bahkan kebiasaan kecil yang menurut kita biasa saja, bisa jadi cukup mengganggu bagi orang lain. Karena itulah, urusan bertetangga sebenarnya bukan perkara sepele.





