Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Friday, August 10, 2018

Drone Parenting, Peran Orang Tua di Era Digital


Pernah merasa kesal ketika kita manggil-manggil anak, tapi gak ada respon? Diselidiki ternyata lagi asyik megang gadget. Disuruh untuk ditaro dulu gadget-nya, bilangnya 'nanti dulu', 'bentar lagi', 'lagi tanggung', 'lagi asyik nih bu' dan segala macam alasan lainnya. Dan saya pernah mengalami. 

Anak mana sekarang ini yang gak punya gadget. Kalaupun tidak punya, pasti pernah menggunakan entah punya orang tuanya atau punya kakaknya. Dan anak mana sekarang ini yang tidak pernah bermain game di gadget. Pasti pernah. Dari mulai pelosok negeri apalagi di kota-kota besar.

Gawai sudah merupakan kebutuhan. Bahkan membeli kuota sudah seperti membeli kacang goreng. Mungkin lebih baik gak makan daripada gak punya kuota. Astaghfirullah....

Thursday, August 10, 2017

Membiasakan Anak Bangun Pagi

santidewi.com ~ Mungkin disini ada ibu-ibu yang ingin memulai membiasakan anak bangun pagi? Saya punya ceritanya dan pengalaman sendiri. 

Anak pertama saya, Farras susah banget kalau bangun pagi. Ini mungkin karena kesalahan saya. Awalnya karena kasihan kalau dibangunkan pagi-pagi karena masih mengantuk, khawatir tidurnya masih kurang. Kalau kurang tidur nanti berdampak pada kesehatannya, kira-kira begitulah pikiran saya waktu itu. Ditambah suami pun melarang saya membangunkan anak saya pagi-pagi. Akibatnya, ketika sudah agak besar (sekarang usia 11 tahun) jadi susah dibangunkan pagi. Sholat subuhnya sering kesiangan. Kalau sudah begini, saya yang menyesal sendiri. Memang pembiasaan itu harus dilakukan sejak anak masih kecil. Tapi dari kesalahan itu kita jadi belajar.

Monday, March 13, 2017

Bagaimana Cara Mengobati Puting yang Lecet Saat Menyusui?


Bagaimana cara mengobati puting yang lecet saat menyusui?
Sebagai seorang ibu yang sedang atau pernah menyusui bayinya, pasti pernah merasakan puting lecet saat menyusui. Biasanya lecet puting dikarenakan sering digigiti bayi yang sedang kita susui. Pengalaman puting lecet saat menyusui adalah ketika saya memiliki anak pertama. Anak kedua sudah tidak merasakan lagi puting lecet. Mungkin karena anak pertama, dan pengalaman pertama juga dalam menyusui, sehingga menyebabkan puting saya lecet. Karena posisi menyusui yang tidak benar juga bisa menyebabkan puting lecet dan karena tidak berpengalaman, maka posisi bayi saat menyusui sering dalam posisi tidak benar. Apalagi bayi saya yang pertama adalah laki-laki dan menyusunya sangat hobi, berbeda dengan anak perempuan saya, yang kedua. Keinginan menyusunya tidak sebesar anak laki-laki saya. Bahkan disapihnya pun, anak laki-laki saya di usia 2,5 tahun sedangkan anak perempuan saya di usia 2 tahun.

Tuesday, February 21, 2017

Supaya Anak Berkembang Secara Optimal

Farras waktu belajar mengenal huruf

Perkembangan setiap anak berbeda-beda, tentunya semua sudah paham. Namun kedua anak saya, Farras dan Fayda perkembangannya tidak jauh berbeda. Mereka sama-sama bisa berjalan di usia 14 bulan, bisa berbicara pun di usia yang sama, begitu pun dengan membaca. Hanya berbeda beberapa bulan. Farras bisa membaca di usia 3 tahun, Fayda sudah bisa membaca di usia 3,5 tahun, karena memang saya mengajari anak-anak saya dengan tahap-tahap yang sama. Tinggal bagaimana kemampuan kedua anak saya dalam memahami apa yang saya ajari. Saya sering mengajak dan mengajarkan mereka berbicara, menyanyi, dll. Sehingga perkembangan bicara anak-anak saya berkembang dengan baik. Di usia kurang dari 2 tahun, saya sudah mengenalkan mereka dengan huruf, angka dan huruf hijahiya. Ketika Farras tidak bisa merangkak, hanya bisa ngesot, saya latih pelan-pelan, dan akhirnya Farras bisa merangkak. Yang konon katanya fase merangkak ini tidak boleh terlewati oleh anak. Hanya kebisaan Farras merangkak tidak lama, Farras langsung belajar berdiri, berjalan berpegangan dan akhirnya bisa berjalan sendiri. Kalau Fayda, memang tidak ngesot, dia bisa langsung merangkak.

Wednesday, January 11, 2017

Perlengkapan yang Dibawa Saat Anak Kemah

Sebenarnya ini adalah cerita yang udah lumayan lama, Tapi tak apalah, sebagai kenang-kenangan saya dan Farras kelak, siapa tahu bermanfaat untuk yang membaca :) 

Bulan Oktober 2016 kemarin, Farras ikut LT (Lomba Tingkat) 1 Pramuka di sekolahnya, kemah selama semalam di sekolah. Lumayan banyak kegiatannya. Sayangnya saat acara kemah, hujan turun tak henti-henti, sehingga anak-anak Pramuka tidak bisa mengadakan api unggun. Sebagian kegiatan pun dilaksanakan bukan di lapangan sekolah, tapi di ruang aula. Seperti kegiatan baris berbaris, dan kegiatan lainnya.

Tuesday, January 10, 2017

Liburan di Rumah Saja? Ini Yang Saya Lakukan bersama Anak-Anak

Liburan semester ini, saya dan suami tidak punya rencana kemana-mana. Alasan utamanya tidak ada dana wkwkwk.... Boro-boro mau ke Bali Sanur hihihihi.... Mudah-mudahan suatu saat nanti kami bisa berlibur ke Bali khusunya ke pantai Sanur, Bali :) Amin-kan doong... :) Walaupun liburan di rumah saja, saya tidak ingin anak-anak tidak bisa menghabiskan liburannya dengan ceria. Saya pikir, liburan di rumah juga bisa menyenangkan, asalkan mengisi liburan dengan kegiatan yang sesuai dengan hobi anak-anak.

Kebetulan Farras sedang tertarik pada sepak bola dan layangan. Jadi hampir setiap pagi, Farras mengajak ayahnya main bola di alun-alun kota Serang, sementara Fayda, karena dia masih selalu ngekorin kakaknya, Fayda pun ikut main bola :) Selain sepak bola dan main layangan, Farras pun sedang senang berenang. Liburan hari pertama, Farras dan Fayda sudah berenang diajak budenya, namun sepertinya mereka masih belum puas. Hari Minggu kemarin pun Farras sudah 'main air' lagi, di Pantai Sirih Anyer, bukan di pantai Sanur, Bali (teuteup omongannya pantai Sanur, Bali) wkwkwk, tapi Fayda tidak ikut. Sepertinya memang kurang seru, kalau adeknya tidak ikut serta. Mungkin nanati, ketika weekend, saya akan mengajak anak-anak untuk berenang lagi.


Thursday, December 29, 2016

Perkembangan Bayi Usia 10 Bulan

Fayda ketika belajar berjalan sambil berpegangan

Dari dulu sampai sekarang, sepulang sekolah anak-anak saya titipkan di rumah ibu mertua saya, karena saya tidak memiliki asisten rumah tangga. Dan kebetulan rumah ibu mertua saya lokasinya dekat dengan kantor saya. Saya pun memilih sekolah untuk anak-anak yang dekat dengan rumah ibu mertua saya, baik sekolah dasar maupun sekolah agama. Lokasi rumah ibu mertua saya memang strategis, dekat kemana-mana, tidak seperti rumah kami yang berada di komplek perumahan. Pastinya sudah tahu ya, kalau komplek perumahan kan memang jauh dari jalan raya, walaupun di komplek perumahan segala ada. Namun aksesnya agak jauh kemana-mana.

Waktu Farras masih bayi, yang mengasuh Farras adalah adik saya, karena kalau ibu mertua saya saja yang merawat Farras rasanya tidak mungkin, karena beliau sudah sepuh. Tugasnya sebagai guru pada sekolah dasar pun sudah purna. Sehingga saya meminta adik saya untuk merawat Farras bayi. Jika Farras saya titipkan di rumah ibu saya, lokasi rumah beliau sangat jauh dari tempat saya bekerja, sementara saat itu Farras masih saya beri ASI. Disamping itu jika tiap hari bolak-balik ke rumah ibu saya, kasihan Farras nya yang masih bayi. Akhirnya adik saya lah yang bolak-balik. Saya minta untuk menginap, adik saya tidak mau.

Tuesday, December 27, 2016

Tanda-Tanda Anak Betah di Sekolah


Sudah musim liburan ya... Dan tentunya sebelum liburan, anak-anak sudah dibagikan rapor, hasil mereka belajar di sekolah selama satu semester. Bagaimana dengan hasil rapor anak-anak, Bu? Ada peningkatan, statis/ tidak mengalami perubahan, atau malah mengalami penurunan? Anak pertama saya, Farras Alhamdulillah nilainya baik/bagus, begitupun Fayda, walaupun ini adalah semester pertama Fayda berada di sekolah dasar, karena Fayda baru kelas satu.

Sunday, November 27, 2016

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak


Terkadang ada beberapa orang tua yang suka membanding-bandingkan anaknya dengan anak tetangga, misalnya, membandingkan dengan anak temannya, bahkan membandingkan dengan keponakannya. Sebetulnya, anak yang satu dengan yang lainnya tidak bisa disamaratakan. Mereka tumbuh dan berkembang masing-masing. Setiap anak berbeda, tidak ada anak yang sama persis, bahkan anak kembar pun yang berada dalam satu rahim yang sama, memiliki tumbuh dan kembang yang berbeda. Watak atau karakter juga pastinya akan berbeda.

Friday, November 25, 2016

Orang Tua Berperan Penting dalam Pendidikan Anak


Suatu hari, sepulang Fayda sekolah, Fayda menyerahkan buku dengan cover di atas beserta beberapa pamflet. Fayda masih duduk di kelas satu SD. Ternyata buku tersebut memang dibagikan oleh pihak sekolah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengeluarkan. Buku dengan tampilan yang cukup menarik, colourfull dengan kertas tebal dan bagus. Cover-nya menggunakan kertas mengkilat. Saya baca-baca dan memang isinya bagus dan bermanfaat. Ya iyalah... kalau tidak bermanfaat buat apa dibuat hehe...

Thursday, September 29, 2016

Ingin Anak Menjadi Pintar? Ajak Berolahraga!

Ingin Anak Menjadi Pintar? Ajak Berolahraga! Anak pertama saya, Farras sangatlah aktif sejak kecil. Di usia tiga tahun, sudah membuat guru Kobernya kewalahan. Dulu saya sempat berpikir, kapan ya anak saya gak lagi pecicilan. Oh.. mungkin nanti ketika dia masuk SD, pecicilannya akan berkurang. Ternyata enggak, bahkan sampai sekarang, yang sudah kelas 5 SD. Dan sepertinya, anak aktif itu gak bisa sekonyong-konyong berhenti aktifnya. Saya berpikir, apa ya... yang bisa membuat energi anak saya bisa tersalurkan. Karena memang anak aktif itu, energi yang dia punya berlebih, sehingga harus disalurkan.


Akhirnya di usia 4 tahun lebih, Farras masuk Karate, itu pun atas keinginannya, tidak dipaksa. Ayahnya yang mengenalkan olahraga Karate pada Farras, yang akhirnya membuat Farras tertarik untuk ikut latihan Karate. Seminggu dua kali Farras latihan Karate. Beberapa tahun Farras ikut Karate, sampai sabuk cokelat, Farras minta berhenti Karate.

Tuesday, August 23, 2016

ASI dan Cerita Dibaliknya

Tanggal 1-7 Agustus kemarin adalah Pekan ASI Dunia yang diperingati setiap tahunnya di lebih dari 170 negara. Pekan ASI Sedunia ini diperingati untuk mendorong ibu menyusui dan meningkatkan kesehatan bayi di seluruh dunia.

world breastfeeding week 2016 Dunia Biza 

Perdebatan tentang ASI sudah dari dulu sering saya dengar diantara para ibu-ibu, dalam dunia mom war. Namun saya tidak pernah ikut dalam perdebatan tersebut. Perbincangan tentang ASI memang sepertinya tidak pernah mati, padahal sudah jelas-jelas bahwa makanan yang paling utama dan penting bagi bayi adalah ASI, tak ada yang lain. Bahkan dalam Al-Qur'an pun sudah tercantum tentang pemberian ASI ini, yaitu terdapat di Surat Al-Baqarah Ayat 233 yang berbunyi :

Monday, August 01, 2016

Menstimulasi Kecerdasan Anak & Menyiapkan Bekal Masa Depannya Bersama Chil-Go!


Juli tanggal 25, ada 'colekan' pada notifikasi facebook saya. Saya lihat, saya perhatikan, woww... ternyata dari Bunda Sarwendah istri dari Ruben Onsu yang baru memiliki satu anak yang mengajak saya untuk mengikuti program Bekal Masa Depan (BMD) dari Morinaga Chil-Go! Langsung kepo dong saya, dan tanpa menunggu lama lagi, langsung deh saya meluncur ke web-nya Morinaga yaitu di www.bekalmasadepan.com. Dari situ, saya jadi kepengen ikutan. Gimana gak kepengen ikut, hadiahnya berupa asuransi pendidikan dengan total nilai sebesar 3 milyar rupiah. Siapa yang mau? Ayo cepetan ke poin web-nya juga, kayak saya :)

Monday, June 13, 2016

Masjid dan Dunia Anak-Anak


Postingan saya tentang Masjid & Dunia Anak-Anak yang saya ikutkan pada giveaway yang diadakan oleh Om NHer, sebenarnya masih ada terusannya, maksudnya masih ada cerita lain dari saya tentang Masjid & Dunia Anak-Anak. Tapi berhubung maksimal hanya 210 kata, maka postingannya saya bagi dua. Yang satu saya ikutkan pada GA, satunya lagi saya buat postingan biasa. 


Lalu ketika saya berselancar di dunia maya, yaitu di facebook, saya membaca ini : 

Thursday, June 02, 2016

Hubungan Antara Surat An-Nur dengan Dampak Tekhnologi



Entah kenapa setiap kali mendengar Bu Elly Risman memberikan materi, saya selalu ikut menangis, walaupun hanya melihat lewat tayangan youtube. Pernah sekali ikut seminar Bu Elly ketika beliau datang ke kota Serang. Saya mencoba mengambil benang merah dari video youtube diatas, seminar Bu Elly Risman yang pernah saya ikuti dengan lomba giveaway yang diadakan oleh JuvMom yang bekerja sama dengan www.eliska.id dan idcopy.net bertema "Dampak Teknologi Bagi Kehidupan Sehari-Hari". 

Dari materi seminar Bu Elly yang saya ikuti, saya mendapatkan ini :

Ini yang perlu anda tanyakan pada diri sendiri :

  • Apakah kami siap jadi orang tua dan guru di era digital ini?
  • Apakah kami sebagai orang tua dan guru sudah kompak & terlibat penuh dalam mengasuh anak-anak kami?
  • Apakah kami mengetahui bahwa dampak anak kami punya HP, ber-internet ria, dapat merusak otaknya?
  • Sudah sejauh mana ya terjadi gangguan pada anak-anak kita?

Monday, May 23, 2016

Memberi Tak Selamanya Diterima

Farras sewaktu masih TK A (usia 4 tahun)

Peristiwa ini sudah lama terjadi sebenarnya, tapi masih saya ingat dan miris hati saya jika mengingatnya. Entah apa yang ada di hati anak saya saat itu dan sekarang, jika anak saya masih ingat, karena memang peristiwanya terjadi pada anak sulung saya, Farras.

Saat itu Farras masih sekolah TK, usianya masih 4 tahun. Berarti itu sekitar 6 tahun yang lalu. Walaupun saat itu usianya masih sangat belia, tapi saya perhatikan Farras sudah memiliki empati yang baik. Aalhamdulillah, saya sangat bersyukur akan hal itu.

Monday, May 09, 2016

Supaya Anak Manyukai Matematika

coretan tangan Fayda :)


Ini hanya berdasarkan pengalaman saya saja ya...
Anak pertama saya, Farras sampai usianya yang hampir 10 tahun bulan Juni ini, yang sekarang duduk di kelas 4 SD, tidak terlihat takut atau tidak menyukai mata pelajaran matematika di sekolahnya. Kita tahu sendiri kan, kalau pelajaran matematika itu adalah mata pelajaran yang menjadi momok tersendiri bagi sebagian orang, termasuk saya hehe... Dulu waktu masih sekolah, saya gak suka sama pelajaran matematika dan juga merupakan pelajaran menakutkan. Pokoknya saya sebel kalau pas sekolah ada pelajaran matematika.

Tapi untungnya, anak saya tidak seperti ibunya :) Begitu pun Si kecil, Fayda. Walaupun masih duduk di TK, tapi terlihat sekali kalau Fayda senang akan berhitung. Sering sekali jika di rumah, Fayda minta diajarkan berhitung, tambahan dan pengurangan, sehingga Fayda sudah mampu menjumlah dan mengurangi angka-angka pada soal-soal matematika dasar yang saya berikan. Apalagi menghitung uang, sudah pinter dia hihihi....

Saturday, April 30, 2016

Perbedaan Anak Aktif dengan Anak Hiperaktif

Farras umur 4 tahun :)

"Duuh... anak saya hiperkatif banget sih..." Saya mengerutkan kening saya ketika teman kantor saya mengeluhkan tentang anaknya. 
"Siapa? Furqon, anakmu itu?" Tanya saya pada teman saya. "Iya. Anaknya gak mau diem. Hiperaktif."

Menurut cerita teman saya, anaknya itu memang terbilang tidak mau diam. Lompat sana lompat sini, lari sana lari sini, panjat sana panjat sini. Tapi jika saya mendengarkan cerita teman saya tentang tingkah laku anaknya, saya tidak melihat bahwa anaknya adalah anak hiperaktif. Saya justru melihat kalau anaknya adalah anak yang aktif. Anak pertama saya juga sama, tidak mau diam. Senangnya berlari-lari, loncat kesana kemari. Tapi saya tahu, kalau anak saya adalah anak yang aktif bukan hiperaktif.

Wednesday, January 27, 2016

Ketika Anak Mogok Sekolah


Fayda sekarang ini sudah duduk di bangku TK kelas B. Tak ada masalah dengan sekolah Fayda yang sekarang ini. Fayda selalu bersemangat berangkat sekolah. Tak pernah tidak masuk sekolah, kecuali sakit, dan sakit pun sangat jarang terjadi. Kalau ayahnya meminta Fayda untuk tidak sekolah satu hari saja, Fayda tidak mau. Sekolah sudah merupakan tempat yang asyik buat Fayda. Fayda menyenangi sekolah, menyenangi guru-gurunya dan menyenangi teman-temannya.

Sebelum masuk TK, Fayda pernah sekolah di Kober dengan sekolah yang berbeda. Di usianya yang baru tiga tahun saat itu, Fayda termasuk anak yang seperti mesin diesel, lama panasnya. Fayda agak lama jika harus beradaptasi dengan lingkungan baru.Walau begitu, di hari pertama masuk sekolah Kobernya, Fayda tidak ditemani saya. Fayda mau dan berani saya tinggal. Fayda memang termasuk anak yang berani. Hanya awalnya saja Fayda terlihat malu-malu. Hari demi hari Fayda semakin akrab dan nyaman bermain bersama teman-temannya dan gurunya. 

Monday, January 25, 2016

Dari Karate ke Pencak Silat

waktu masih sabuk hijau
Pertama kali Farras ikut beladiri yaitu beladiri karate di usianya yang baru hendak menginjak lima tahun. Tertarik ikut karate, sewaktu Farras diajak jalan-jalan ayahnya ke alun-alun, dan ternyata di alun-alun sedang ada yang latihan karate. Farras dan ayahnya sempat memperhatikan mereka yang sedang latihan. Dan kebetulan pelatih karate yang sedang melatih adalah pelatih suami saya sewaktu suami saya ikut karate di saat masih sekolah dulu. Pelatih karate itu juga yang melatih adik-adik saya (om Farras) yang waktu sekolah ikut karate juga. Suami saya menawarkan pada Farras, mau ikut klub karate gak? Ternyata Farras mau. Setelah berdiskusi, akhirnya Farras masuk klub karate. Ternyata pelatih karate Farras masih ingat pada suami saya dan adik-adik saya yang sempat menjadi muridnya.