Tuesday, March 19, 2013

Lagu LIR ILIR

Saya ingin posting lagu Lir Ilir beserta artinya ini, karena saya merasa arti dari syair lagu ini sangat bagus sekali. Merupakan falsafah hidup menurut saya.
Disamping itu, anak saya yang kedua, Fayda sedang belajar lagu ini ke mbah Uti nya. Selain lagu Sluku-Sluku-Bathok yang pernah saya posting juga, lagu Lir Ilir ini ternyata bisa membuat Fayda ingin menghapal nya.
Jadilah saya tertarik untuk mencari lirik lagu ini (karena saya ga tahu) beserta artinya. dan ternyata arti dari lagu ini daleeemm.... banget, membuat saya berfikir, merenung akan arti hidup.

Begini lirik dan artinya :

Lir ilir lir ilir tandure wong sumilir
Tak ijo royo royo
Tak sengguh penganten anyar
Bocah angon bocah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro dodotiro kumintir bedah ing pinggir
Dondomono jrumatono kanggo seba mengko sore
Mumpung padang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Yo surak’0 surak hiyo

Makna yang terkandung lagu di atas adalah sbb:
Lir-ilir, Lir-ilir (Bangunlah, bangunlah)
Tandure wus sumilir (Tanaman sudah bersemi)

Tak ijo royo-royo (Demikian menghijau)

Tak sengguh temanten anyar (Bagaikan pengantin baru)
 
Sebagai umat Islam kita diminta bangun. Bangun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas untuk lebih mempertebal keimanan yang telah ditanamkan oleh Allah dalam diri kita yang dalam ini dilambangkan dengan Tanaman yang mulai bersemi dan demikian menghijau. Terserah kepada kita, mau tetap tidur dan membiarkan tanaman iman kita mati atau bangun dan berjuang untuk menumbuhkan tanaman tersebut hingga besar dan mendapatkan kebahagiaan seperti bahagianya pengantin baru.

Cah angon, cah angon (Anak gembala, anak gembala)
Penekno Blimbing kuwi (Panjatlah (pohon) belimbing itu)
Lunyu-lunyu penekno (Biar licin dan susah tetaplah kau panjat)
Kanggo mbasuh dodotiro (untuk membasuh pakaianmu)

Disini disebut anak gembala karena oleh Allah, kita telah diberikan sesuatu untuk digembalakan yaitu HATI. Bisakah kita menggembalakan hati kita dari dorongan hawa nafsu yang demikian kuatnya? Si anak gembala diminta memanjat pohon belimbing yang notabene buah belimbing bergerigi lima buah. Buah belimbing disini menggambarkan lima rukun Islam. Jadi meskipun licin, meskipun susah kita harus tetap memanjat pohon belimbing tersebut dalam arti sekuat tenaga kita tetap berusaha menjalankan Rukun Islam apapun halangan dan resikonya. Lalu apa gunanya? Gunanya adalah untuk mencuci pakaian kita yaitu pakaian taqwa.

Dodotiro, dodotiro (Pakaianmu, pakaianmu)
Kumitir bedah ing pinggir (terkoyak-koyak dibagian samping)
Dondomono, Jlumatono (Jahitlah, Benahilah!!)
Kanggo sebo mengko sore (untuk menghadap nanti sore)

Pakaian taqwa kita sebagai manusia biasa pasti terkoyak dan berlubang di sana sini, untuk itu kita diminta untuk selalu memperbaiki dan membenahinya agar kelak kita sudah siap ketika dipanggil menghadap kehadirat Allah SWT.

Mumpung padhang rembulane (Mumpung bulan bersinar terang)
Mumpung jembar kalangane (mumpung banyak waktu luang)
Yo surako surak iyo!!! (Bersoraklah dengan sorakan Iya!!!)
Kita diharapkan melakukan hal-hal diatas  ketika kita masih sehat (dilambangkan dengan terangnya bulan) dan masih mempunyai banyak waktu luang dan jika ada yang mengingatkan maka jawablah dengan Iya!!!……


6 comments:

  1. anak2 sy suka bgt lagu lir ilir ini. awalnya diajarin di sekolah. Trus karena suka, dibeliin CD Sa'unine string orchestra. Tiap jalan2 jadi suka stel CD ini. Keren2 loh mbak isi CDnya. Liat di youtube juga ada :)

    ReplyDelete
  2. @ keke naima : Saya langsung meluncur ke youtube. Bagus mba......

    ReplyDelete
  3. Hmmm jadi kepikiran pingin posting lagu Ilir-ilir versi anak di blog nih..

    salam kenal mbak

    ReplyDelete
  4. Versi anak sprti apa ya? #penasaran#
    Salam kenal juga, thanks sdh mampir :)

    ReplyDelete
  5. seharusnya lagi ini legendaris yaaa.....
    maknanya luar biasa indah

    ReplyDelete
  6. Ya betul mba Elsa, begitu saya tau artinya, jadi sukaa sama lagu ini :)

    ReplyDelete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran