Friday, December 27, 2013

Ketika Desember Hendak Pergi



Ketika Desember hendak pergi
Ku lihat kembali angka-angka dalam kalender yang telah aku lalui
Hujan masih menyisakan gemericiknya
Malam yang basah
Menemani hati ku yang gelisah
Ku tak sanggup lagi menghitung berapa banyak hutangku pada Mu
Nikmat Mu, tak sebanding dengan hutangku
Sementara, aku masih saja menghitungnya
Menghitung nikmat Mu
Kadang menyesali, kadang iri pada yang lain
Tak seharusnya kulakukan itu
Bersyukur, seru putih hatiku
Selalu saja merasa ada yang kurang
Sementara, nikmat Mu melimpah ruah

Menghadap Mu sekedar megeluh, tak pantas
Karena Engkau telah memberi banyak
Karena Engkau telah melindungi
Karena Engkau telah menyayangi
Semua karena Engkau sayang pada kami

Ketika Desember hendak pergi
Kembali aku terpekur
Memaksa hati
Untuk tak selalu menghitung kembali
Segala yang telah Engkau beri
Pada hidup kami
Dan semoga
Ketika Desember benar-benar pergi
Hidupku selalu penuh syukur pada Mu

Ketika Desember hendak pergi
Ku bersujud pada Mu
Memohon ampun

(Entahlah ini puisi atau bukan, saya juga tidak tahu apa namanya, hanya ingin menulis, hanya ingin curhat)

23 comments:

  1. desember itu saya ulang bulan hahahaha... #eh salah pokuss :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepertinya aku malah ga sabar jumpa ama thn 2014, soalnya ada yg dinanti2.. hehehe
      smoga msh bisa ketemu ama desember thn dpn :D

      Delete
  2. Desember wow.
    Iya ini juga sudah berupa bait bait Puisi nan Indah
    Kadang (kata orang sih) Bait Puisi bisa menggunakan kosa kata seperti ini. Hmm maknanya dalam sekali

    ReplyDelete
  3. begitu cepat waktu beranjak ya mbak,,sedang diri ini belum terlalu banyak memberikan yang positif untuk sesama. Bersyukur memang kuncinya,karena hidup akan manis bila banyak2 bersyukur..
    sama kayak postingan saya mbak,,cuma pengen cerita :D

    ReplyDelete
  4. puisi menurut saya, ah..jd iri deh, Lha saya sdh luama tdk menulis model semiripan puisi gini.

    ReplyDelete
  5. puisi menurut saya, ah..jd iri deh, Lha saya sdh luama tdk menulis model semiripan puisi gini.

    ReplyDelete
  6. Perenungan yg dalam.. semoga tahun depan lebih baik ya Mak :-)

    ReplyDelete
  7. ini puisi yang isisnya curhatan. Desember, layaknya menutup buku anggaran, mbak pengen di buku anggaran yang baru jangan sampai kotor kan? yang jelas lebih baik dari tahun kemarin,

    ReplyDelete
  8. Waktu cepat sekali berlalu, dan kini kita sudah berada di penghujung tahun 2013 ya Mak... semoga tahun depan lebih baik. Aamiin..

    ReplyDelete
  9. muhasabah akhir tahun ya mbak.... :) semoga tahun mendatang lebih baik lagi dari sebelumnya *doa khusyu

    ReplyDelete
  10. tidak terasa penghujung tahun sudah tiba ya

    ReplyDelete
  11. curhatnya indah sekaliiii... gak diniatin puisi aja jadinya gini.. kalau diniatin gimana ya...
    semoga hari esok lebih baik dari hari ini..

    ReplyDelete
  12. Desember itu bulan yang singkat dan cepat sekali -,-

    ReplyDelete
  13. Desember ini merubah kehidupanku pada satu sisi #eh ikutan curhat :D

    ReplyDelete
  14. biarkanlah desember pergi..karena desember akan kembali lagi dan begitulah seterusnya hingga kita akhirnya yang pergi meninggalkan desember...
    Keep happy blogging always…salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
  15. Desember itu..
    deadline kerjaan banyak yg dimajuin :))

    ReplyDelete
  16. sebentar lagi, welcome January. Bye December :)

    ReplyDelete
  17. Moga dengan berakhirnya Desember tahun ini berakhir banyak alpa dan kekurangan kita ya, dan bertammbah segala kebaikan kita di tahun yang baru. Aamiin :)

    ReplyDelete
  18. Desember 2013 bagi saya adalah penutupan dan teramat mengenaskan ceritanya :-( Mudah-mudahan yang membaca tidak mengalami apa yang saya alami, SE MA NgaT!

    Salam BlogWalking dr Sragen

    ReplyDelete
  19. selamat siang, salam perkenalan, selamat tahun baru

    ReplyDelete
  20. selamat siang dan salam perkenalan, selamat tahun baru 2014

    ReplyDelete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran