Monday, September 05, 2022

Waspada Soceng, Yuk Jadi Nasabah Bijak


Pernah mendengar kata Soceng? Tahu artinya? 

Social Engineering atau biasa disebut Soceng adalah suatu metode penipuan baru yang dilakukan melalui media sosial atau media internet. Soceng juga biasa disebut dengan Rekayasa Sosial. Cara kerjanya adalah dengan memanipulasi psikologis korban dengan tujuan mendapatkan informasi berupa informasi pribadi, data akun  yang sifatnya rahasia. 

Selain media sosial, penipu dengan metode Soceng ini menggunakan juga media seperti email, nomor telepon. Pastinya teman-teman sudah banyak mendengar ya, para penipu yang mencari korban dengan mengirimkan email dari seolah-olah pihak resmi bank, meminta meng-klik link yang tertera di email tersebut. Setelah di klik, ada permintaan mengisi data-data rahasia kita. Dan seketika boom... rekening pun jebol. Atau menelpon langsung dengan cara berpura-pura menjadi kawannya dan terdesak membutuhkan uang, lalu meminta transfer sejumlah uang, dll 

Waspada Soceng!

Modus operandi Soceng atau Begal Rekening yang harus kita waspadai supaya kita menjadi Nasabah Bijak diantaranya adalah :

1. Memberikan Info Adanya Perubahan Tarif Transfer

Waspada dan berhati-hati jika kita mendapatkan informasi berupa adanya perubahan tarif transfer yang mengaku-ngaku sebagai pihak dari bank. Penipu ini akan mengirimkan link, bisa melalui email, atau nomor telepon (SMS atau Whatsapp). Jika link yang diberi penipu di klik, nanti ada pengisian data-data pribadi seperti PIN, OTP dan Password. Jika lengah, maka data-data rahasia pribadi korban pun akan berpindah pada penipu, dalam hitungan menit, uang tabungan akan berpindah ke rekening si penipu. Sungguh mengenaskan kan, kalau hal itu terjadi.

2. Memiliki Akun Media Sosial Palsu

Sebagai nasabah sebuah bank, sebaiknya kita mengetahui akun media sosial bank tersebut supaya kita terhindar dari penipuan dan supaya kita menjadi nasabah bijak. Biasanya media sosial yang dimiliki sebuah bank diantaranya media sosial Instagram, Facebook, Twitter. Tapi tidak semua bank memiliki Telegram. Dan kalau bisa, kita pun tahu alamat email bank tersebut. Akun media sosial palsu bisa terlihat kok, seperti kalau instagram tidak centang biru, bisa dilihat juga dari follower-nya. Biasanya kalau akun palsu follower-nya juga sedikit. Kalaupun follower-nya banyak, karena follower bisa dibeli, dilihat para follower-nya. Dari situ kita bisa curiga, apakah akunnya palsu atau asli. Kalau ada informasi melalui Whatsapp, biasanya pihak bank nomor Whatsapp nya sudah terverifikasi, tidak akan keluar nomor, tapi langsung nama bank bersangkutan.

3. Menawarkan Menjadi Nasabah Prioritas

Melalui media sosial palsu, penipu menawarkan perubahan nasabah menjadi nasabah prioritas. Jika korban tertarik dengan tawaran penipu, maka si penipu memberikan format link yang harus diisi korban berupa data-data pribadi rahasia seperti PIN, Password, dll. 

Tawaran yang ditawarkan oleh penipu ini misalnya rendahnya nilai tabungan minimal nasabah prioritas, yang tidak seperti aturan yang dikeluarkan oleh pihak bank asli.

4. Menawarkan Menjadi Agen Laku Pandai

Agen Laku Pandai ini apa sih? Menurut OJK, Laku Pandai adalah singkatan dari Layanan Keuangan Tanpa Kantor untuk penyediaan layanan perbankan atau layanan keuangan lainnya melalui kerjasama dengan pihak lain (agen bank), dan didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi. Kalau BRI, agen laku pandai nya yaitu Brilink.

Biasanya tawaran menjadi agen laku pandai ini melalui media sosial dari sang penipu. Jika korban tertarik, penipu meminta transfer uang kepada korban dengan iming-iming nanti akan mendapatkan mesin EDC.

5. Mengabarkan Menjadi Pemenang Undian

Modus pemberitahuan menjadi pemenang undian ini, sudah sering kita dengar ya... Si penipu mengumumkan bahwa korban adalah pemenang undian lalu keluarlah syarat-syarat agar hadiah itu bisa korban terima, yaitu si korban harus mentransfer sejumlah uang, dengan modus untuk pajak atau lainnya. Atau korban diharuskan mengisi formulir melalui link yang diberikan penipu berupa data-data pribadi rahasia korban sebagai syarat mengambil hadiah.

Upaya BRI dalam Mengatasi Kejahatan Soceng

 







Banyaknya laporan kejahatan Soceng pada pihak BRI, maka BRI pun berupaya supaya kejahatan Soceng bisa hilang atau setidaknya diminimalisir. Upaya yang dilakukan BRI adalah :
 
1. Terkait laporan kejahatan kepada pihak BRI, maka BRI melakukan pengaduan kepada Siber Polda Metro Jaya. Bersama Polda Metro Jaya, BRI ikut menganalisa alur transaksi, pengungkapan modus, hingga melakukan penindakan dan penangkapan para penjahat Soceng.

2. BRI secara berkala terus melakukan edukasi pencegahan kejahatan Soceng. Mengingatkan terus menerus kepada nasabah supaya selalu waspada terhadap kejahatan Soceng, sehingga nasabah bisa menjadi nasabah bijak yang selalu waspada dan berhati-hati terhadap segala bentuk kejahatan siber, termasuk kejahatan Soceng ini.

3. BRI selalu mengimbau kepada nasabah agar senantiasa berhati-hati dalam melakukan transaksi finansial, yaitu dengan menjaga kerahasiaan data pribadi dan data finasial. Nasabah diharapkan tidak memberikan informasi pada orang lain berupa password, PIN dan OTP.

4. BRI senantiasa menginformasikan seluruh layanan melalui saluran komunikasi resmi (verified/ centang biru) yang dapat diakses nasabah melalui web: www.bri.co.id, Instagram: @bankbri_id, Twitter: bankbri_id, kontak_bri, promo_bri, Facebook: Bank BRI, Youtube: Bank BRI, Tiktok: Bank BRI, dan Contact BRI di nomor 14017/1500017

Saya selaku nasabah BRI pun sering mendapatkan informasi dari pihak BRI mengenai kejahatn siber salah satunya Soceng ini. Informasi kehati-hatian dan selalu waspada akan kejahatan siber, saya dapatkan melalui status Whatsapp atau media sosial resmi Bank BRI. Dan itu menurut saya sangat membantu akan pemahaman para nasabah terhadap kejahatan siber sehingga akan semakin banyak nasabah bijak dan menjadi Penyuluh Digital. 

Keberadaan Penyuluh Digital sangat penting untuk terus memaksimalkan penggalakan informasi mengenai kejahatan siber ini, salah satunya melalui tulisan blog, informasi melalui media sosial, dll

Semoga ada efek jera bagi para penipu karena melanggar UU ITE juga semoga semakin banyak nasabah yang aware.

Tips Agar Nasabah Terhindar dari Kejahatan Soceng



Selaku masyarakat dan selaku nasabah sebuah bank khususnya BRI, ada tips yang harus dilakukan agar terhindar dari kejahatan Soceng yang marak belakangan ini, diantaranya yaitu :

1. Tentunya kehati-hatian dalam bertransaksi perbankan adalah suatu keharusan sebagai seorang nasabah. Munculnya berbagai macam modus kejahatan tidak dikenal yang berasal dari sumber tidak terpercaya, wajib diwaspadai untuk menghindari tindak kejahatan Soceng.

2. Jaga dengan ketat data pribadi supaya tidak dikuasai oleh siapapun. Hindari mengangkat telepon dari nomor yang mencurigakan.

3. Sebaiknya hanya mengangkat telepon dari call centre resmi BRI yang nomornya sudah saya cantumkan diatas. Waspada jika ada notifikasi dari sumber yang tidak dikenal.

4. Hindari meng-klik tautan dari SMS, Whatsapp, Email, dan media sosial yang tidak dikenal.

5. Jangan sampai nasabah membuka kesempatan bagi pelaku untuk bisa berkomunikasi serta melancarkan aksinya.

Yuk Jadi Nasabah Bijak

Kejahatan siber apapun itu bentuknya, tidak dapat ditoleransi karena sangat meresahkan dan merugikan masyarakat. Dan kita, bisa menjadi nasabah bijak dan menjadi penyuluh digital dengan cara menjaga segala kerahasiaan data pribadi kita, dan mengajak pada teman, saudara, tetangga kita untuk selalu menjaga kerahasiaan data-data pribadi kita. Jangan malah memposting data-data pribadi ke media sosial kita. Yuk jadi Nasabah Bijak dan Penyuluh Digital.

14 comments:

  1. Ngeri sih sama penipuan-penipuan kayak gini, apalagi udah berani bawa nama resmi bank BRI. Harus hati-hati dan teliti kalau ada yang kayak gini, sebaiknya diabaikan kalau bukan dari akun resmi bank BRI. Terima kasih informasinya!

    ReplyDelete
  2. Saya baru tau, mba. Kalau sistem laku pandai macam BRILink gitu juga ada penipuannya. Di kampung ini banyak warung2 dan kedai lainnya yg punya BRILink juga, cuma ya resmi dari BRI.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba, makanya jika ada penawaran laku pandai ini harus dari bri resmi langsung

      Delete
  3. Parah sih sekarang udah makin pinter dan halus nih nipunya, aku hampir kena ditelfon ama provider untung aja masih waspada dan gak mau klik link.

    BRI juga aware dengan hal ini dan mencoba antisipasi yaah, banyak banget akun bodong di twiter yang ngaku2 akun official bank, ngeriii

    ReplyDelete
  4. Zaman makin canggih, kejahatan juga semakin canggih ya. Benar-benar kita harus selalu belajar untuk mengikuti perkembangan zaman sekaligus mengikuti perkembangan kejahatan siber.

    ReplyDelete
  5. Ya ampun, kejahatan jaman sekarang sangat menakutkan ya. Isi saldo bisa langsung habis hanya kita teledor dalam ngasih data. Semoga dijauhkan dari aksi begal rekening ini

    ReplyDelete
  6. baru denger istilah soceng!!
    tapi btw ibu ku juga dapet tuh info tentang perubahan tarif transfer dan doi hampir percaya. emang harus hati2 bgt ya mba! ga boleh gampang percaya

    ReplyDelete
  7. Saya dapat tuh WA yang perubahan harga transfer. Tapi, saya abaikan hehehe. Karena memang sebaiknya cek dan ricek. Kebetulnag udah banyak juga yang cerita. Makanya jadi lebih berhati-hati

    ReplyDelete
  8. aku malah baru tau tentang soceng ini mba wkwkwk taunya phising, tapi emang pernah liat sih ada temen yang share tentang WA yang meresahkan ini

    ReplyDelete
  9. ngeri banget sama soceng ini. minggu lalu teman ibuku kena penipuan atas nama B-Fast. bener2 harus jadi nasabah yang bijak di era digital ini.

    ReplyDelete
  10. Kirain apaaa soceng2 hehehe
    Tapi emang ngeriii ya mbak kalau sampai kena penipuan gini, apalagi sekarang nyarunya tuh gak nanggung2, kek malingnya niat gtu bahkan nyamar jd pihak bank yang nawar2in apalah.
    Kudu berhati2 dan jgn lekas percaya deh kalau ada penawaran yang tu gud tu bi truueeee :D

    ReplyDelete
  11. Kenapa Soceng ini persis nama artis China yaa..?
    Huhu...maafkan. Seungguhnya aku baru denger ini dan membuka mata kita semua untuk senantiasa berhati-hati apalagi kemudahan teknologi ini tidak diiringi dengan keamanan yang ketat.

    Jadi banyak baca artikel dan pengalaman orang lain seperti ini bisa menambah kewaspadaan.

    ReplyDelete
  12. Kalau ngomongin social engineering di bidang penipuan kayak gini memang kadang nggak bisa dinalar. karena berhubungan banget dengan emosional korban dan timingnya.
    harus hati-hati banget skrg tuh..

    ReplyDelete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran