Membuat blog dan mulai menulis pun adalah sesuatu tindakan yang #BeraniLebih berbeda yang saya lakukan dari teman-teman saya di kantor, karena di kantor saya, hanya saya sajalah yang aktif menulis di blog, bahkan yang telah memiliki buku antologi, dan tulisannya pernah dimuat di Leisure Republika rubrik Buah Hati. Teman-teman tahu kalau saya aktif ngeblog, tapi tidak pernah ada yang bertanya tentang blog ataupun tentang apa saja yang berhubungan dengan menulis. Mungkin mereka tidak tertarik. Dalam bergaul dan memilih aktivitas, saya pun harus #BeraniLebih berbeda. Di saat teman-teman kantor saya membicarakan masalah kosmetik dan salon, yang sayapun sebagai perempuan, pastinya butuh kosmetik dan butuh salon juga, tapi saya lebih memilih mengambil kursus kilat menghias cup cakes. Saya lebih ingin mencoba menambah keterampilan tangan saya. Setelah saya mengikuti kursus menghias cup cakes tersebut, teman kantor sempat ada yang bertanya, saya infokan segala macamnya pada teman saya itu. Tapi malah mundur, katanya belum ada uangnya. Padahal mereka dengan seru membicarakan tentang salon yang satu dengan salon yang lainnya juga hal-hal yang berhubungan dengan pernak pernik persalonan, dengan harga yang pastinya lebih mahal daripada sebuah kursus menghias cup cakes. Tapi itu kan pilihan ya... itu terserah masing-masing, tergantung minat, karena sayapun sebagai perempuan butuh juga yang namanya salon walau tidak bergantung juga sih.... Itulah #BeraniLebih berbeda yang saya lakukan. Mungkin 'berbeda' yang biasa saja, 'berbeda' yang tidak penting. Tapi bagi saya, itu sudah cukup membuktikan bahwa saya sudah #BeraniLebih berbeda. Dan #BeraniLebih berbeda dengan tidak bergosip adalah sesuatu yang penting bagi saya.
Akun Facebook : Susanti Dewi
Akun Twitter : @santiadji
Akun Facebook : Susanti Dewi
Akun Twitter : @santiadji


Lanjutkan mak! saya juga kadang suka merasa berbeda kalo lg ngumpul.ko ibu2 yg lain pinter banget ngomong ya.
ReplyDeleteLebih baik menjauhi yang begitu-gitu dehhh...
ReplyDeleteTulisan ini sangat menginspirasi saya. Terima kasih, mbak! :)
Hebat mak, berani melawan arus. Gak apa2, yang penting niatnya bagus
ReplyDeleteMantap makkks...
ReplyDeleteDan itu tantangannya (cukup) berat yaaa mbak... atau malah berat (banget) ?? hehe
ReplyDeletegak gosip jadi lebih kreatif ya mak, mikirin ide untuk ngblog dan nulis heheh
ReplyDeletewaaah... salut mbak. Waktu masih ngantor, aku doyan ngobrol sama temen2 hehehe...
ReplyDeletesemoga menang deh mbak..
ReplyDeleteGosip tak ada gunanya, apalagi gosip murahan :) takut deh mak jadi penyebar gosip...mending isi waktu dgn hal hal yang bermanfaat
ReplyDeleteKebiasaan ngegosip emang susah dihapus ya mbak namun kita hrs pandai menyikapinya, takutnya klo kita larut dalam gosip bisa jadi penyebar fitnah. Biarlah yang ngegosip yang penting kita tidak ikut2....saya dukung #BeraniLebih beda mbak
ReplyDeletesemangaaat mbak.. #beranilebih eh tapi, kalo ngegosip itu asik banget sih.. heheeh *pengakuandosa*
ReplyDeleteAku berani lebih apa yaaaa?? Hehe.
ReplyDelete