Wednesday, September 27, 2017

Bermain dengan Flash Fiction

sumber : http://magazine.wfu.edu/files/2012/06/Flash_1.jpg

Lama enggak nge-fiksi, kangen juga. Walaupun enggak jago bikin fiksi, tapi mencoba saja, tak ada salahnya :) 
Beberapa waktu yang lalu, timeline facebook saya banyak yang berstatus cerita fiksi berupa flash fiction. Saya kira ada lomba atau apa gitu.. ternyata bukan :) Karena banyak yang membuat status berupa flash fiction tersebut, maka saya pun mupeng untuk membuatnya :) Maka jadilah 3 flash fiction saya. Tadinya saya enggak kepikiran mau dimasukin ke blog, tapi ketika saya merenung *tsaah...*, ternyata blog saya bulan ini baru ada 4 postingan, ditambah bulan kemarin pun cuma 4 postingan, disamping itu blog saya ini lama banget tidak terisi cerita fiksi, maka saya masukanlah flash fiction saya yang saya buat untuk status di facebook saya menjadi postingan di blog saya ini. Ketiga flash fiction saya ini gak nyampe 100 kata, pendek banget ya... pengennya sih minimal 100 kata. Tapi apa boleh buat, daripada nanti malah jadi gak enak buat dibaca FF-nya, ya sudah apa adanya saja :)

Pengen juga sih ikutan FF parade, tapi belum ada ide :(
Buat teman-teman yang mungkin belum tahu dan ingin ikutan, ada Flash Fiction Parade, berikut saya cantumkan fotonya :


Dan inilah ketiga flash fiction saya tersebut :)

= Bertemu Kawan Lama =

"Hai! Apa kabar?" Aku menyapa dengan antusias, bersalaman dan cium pipi kanan dan kiri pada kawanku yang tidak sengaja bertemu di suatu tempat. Hal biasa yang sering kita lakukan jika kita bertemu kawan, apalagi kawan lama yang tidak pernah bertemu.
Satu detik.... dua detik..... tiga detik ... sampai enam detik, kami berpandangan tapi saling diam. Begitu sadar, aku berkata : "Maaf, salah orang." Aku pun berbalik badan dengan rasa malu yang tak tertahankan.

*71 kata


= Bayiku =

Ku pandangi wajah lucu, montok dan berkulit putih di hadapanku. Setelah sekitar 2 jam yang lalu aku lahirkan dengan penuh perjuangan. Dengan rasa sakit dan peluh yang bercucuran. Belum puas rasanya aku memandangi bayi kecilku dengan lelehan air mata yang terus berderai, pundakku ada yang menepuk.
"Sudah ya Bu... Ayah akan membawa bayi kita ini untuk dimakamkan."


*56 kata

= Salah Genggam =

Selesai membayar makanan di kasir, aku langsung menggenggam tangan yang ada di sebelah kananku. Istriku melotot. Aku bingung, dan langsung menoleh ke arah orang yang tangannya ku genggam. Dia tersenyum dan mengerling padaku. 
"Astaga!" Aku sangat kaget. Aku langsung menghempaskan tangan yang sedang ku genggam dan menarik tangan istriku untuk menjauh dari tempat itu. 
Dia... orang itu... laki-laki.

*58 kata

17 comments:

  1. Aku lama juga mba nggak ngefiksi.. Biasanya paling susah nyari endingnya, mo dibawa kemana alur critanya.

    Ff nya bagus mb. Aku blm pernah bikin FF

    ReplyDelete
  2. Saya malah gak bisa bikin FF sama sekali :D

    ReplyDelete
  3. belum siap ikutan yang namanya odop Bund, wkwkw komentnya gak cocok sama judulnya, gimana lagi yang dilihat posternya dan fokus pada kata-kata odopnya. flashfiction parade emmh gak tau konsepnya kek gimana Bund, harusnya dijelasin dalam paragraf blog ini, (sambil garuk garuk kepala, sambil mikir bener gak sih komenku apa aku terlalu bego memahami paragraf pertama blog ini?) wkwkw

    ReplyDelete
  4. Duh aku terakhir bikin fiksi jaman kuliah hihihihi dah bertahun-tahun lalu, dan ngga pede ikutan kayak gini :D jadi cukup hepi dengan membaca FF para peserta yg seru2 aja :D

    ReplyDelete
  5. kalau aku cukup sebagai penikmat flash fiction

    ReplyDelete
  6. Lama nggak bikin flash fiction. :D Dulu seneng sih bikin.

    ReplyDelete
  7. Saya juga sudah lama gak ngefiksi.
    FF apalagi, agak bingung bikinnya karena harus singkat 😁

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. duh, kemampuan ngefiksi saya, apalah. :(

    ReplyDelete
  10. Mbak 4 postingan sebulan dianggap masih kurang? Apa kabar aku yg kadang berbulan-bulan nggak posting? Hehehe..
    Bikin FF punya tantangan tersendiri ya mbak.. Batasan jumlah kata dan ending yang nendang jadi kayak keharusan gitu kan?

    Aku suka FF mbak Santi, terutama yang pertama ^^d

    ReplyDelete
  11. Aku udah lama juga nggak bikin flash fiction

    ReplyDelete
  12. huaaaaaa, aku kangen nulis fiksi. Keren lho Mbak Santi FFnya, sampai skrg saya masih gaptek nulis FF, suka nglantur kemana-mana

    ReplyDelete
  13. Okeee koook mba FFnya... aku malah belum pernah coba buat dan kayaknya ngg bakat hehehe

    ReplyDelete
  14. habis ngakak lalu sedih , eh ngakak lagi hihihii....
    udah lama banget ga ngefiksi, padahal dulu awal-awal nulis ya nulis fiksi ...

    ReplyDelete
  15. saya ga bisa bikin FF suka ga dapat ending twistnya heheh

    ReplyDelete
  16. Saya pusingbanget kalo disuru buat flash fiction. Karya bak Santi bagus-bagus :)

    ReplyDelete
  17. weh aku suka baca FF kadang kalau lucu jadi hiburan tersendiri ya mba

    ReplyDelete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran