Friday, September 04, 2026

Jelajah Kampung Ke Curug Cigumawang


Ada perjalanan yang direncanakan dengan matang, tetapi ada juga perjalanan yang sederhana saja: naik motor berdua dengan suami, menikmati jalan, berhenti kalau lelah, lalu mencari tempat yang menarik untuk dikunjungi.

Kali ini kami memilih Jelajah Kampung ke Curug Cigumawang di Padarincang, Kabupaten Serang, Banten.

Padarincang sebenarnya bukan daerah yang asing bagi kami. Kami sudah beberapa kali melewati jalur ini. Bahkan kalau perjalanan menuju Padarincang, ada satu tempat yang hampir selalu menjadi tempat persinggahan kami.

Perjalanan dari pusat Kota Serang menuju Curug Cigumawang di Padarincang memakan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam dengan jarak sekitar 35 kilometer.

Rute Perjalanan

  • Titik Awal: Mulai dari pusat Kota Serang (Alun-alun Serang atau jalan protokol).
  • Jalur Utama: Ambil arah ke selatan menuju Ciomas atau Pabuaran melalui Jalan Raya Serang-Pandeglang atau jalur alternatif Pabuaran.
  • Kecamatan Padarincang: Lanjutkan perjalanan menuju kawasan Padarincang. Ikuti petunjuk arah atau peta digital menuju Desa Bugel, tempat curug ini berada. 
  • Kondisi Jalan: Akses jalan bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat, tetapi berhati-hatilah saat mendekati area lokasi karena kontur jalan mulai menanjak dan khas pedesaan kaki gunung.

Alfamart.

Bukan karena ada sesuatu yang istimewa di sana. Tetapi teras Alfamart-nya cukup nyaman untuk kami jadikan tempat istirahat sebentar.

Dan ternyata, ritual kecil seperti membeli kopi dan camilan lalu duduk santai di teras minimarket justru menjadi bagian dari perjalanan yang kami nikmati.

Berangkat Naik Motor, Santai Saja

Kalau pergi bersama suami menggunakan motor, kami memang tidak terlalu suka terburu-buru.

Menikmati perjalanan menjadi bagian dari tujuan.

Jalan menuju Padarincang juga cukup menyenangkan. Semakin jauh dari suasana perkotaan, pemandangan mulai berganti dengan pepohonan, persawahan, dan suasana yang lebih hijau.

Curug Cigumawang sendiri berada di Desa Kaduberem, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Air terjunnya memiliki ketinggian kurang lebih 40 meter dan dikelilingi suasana alam yang masih hijau.

Sebelum benar-benar sampai ke tujuan, seperti biasa kami mampir dulu.

Ritual Wajib: Kopi dan Camilan di Teras Alfamart

Ini mungkin bagian yang tidak akan masuk dalam artikel wisata pada umumnya.

Tapi bagi saya justru ini bagian dari cerita perjalanan kami.

Kami berhenti di Alfamart yang biasa kami datangi kalau menuju Padarincang.

Motor diparkir, lalu masuk sebentar membeli kopi dan beberapa camilan.

Setelah itu kami duduk di teras.

Rasanya sederhana sekali.

Tetapi setelah beberapa waktu berkendara, duduk santai sambil minum kopi ternyata nikmat juga.

Tidak perlu tempat yang fancy. Tidak perlu kafe dengan interior bagus.

Teras Alfamart pun jadi. 😊

Yang penting bisa duduk sebentar, ngobrol, menikmati kopi, lalu setelah badan terasa lebih segar kami melanjutkan perjalanan.

Dan tujuan kami hari itu adalah Curug Cigumawang.

Sampai di Curug Cigumawang

Setelah melanjutkan perjalanan, akhirnya kami sampai di kawasan Curug Cigumawang.

Dari area sekitar curug, suasana alam kampungnya langsung terasa.

Hijau.

Rindang.

Sejuk.

Dan semakin mendekati air terjun, suara air mulai terdengar.

Curug Cigumawang memang menjadi salah satu daya tarik wisata alam di Padarincang. Pemerintah Provinsi Banten juga mencatat bahwa kawasan Desa Wisata Padarincang memiliki aktivitas jungle trekking menuju Curug Cigumawang.

Begitu melihat air terjunnya, rasanya langsung ingin mengeluarkan kamera.

Tentu saja.

Namanya juga sudah sampai curug. Masa tidak foto-foto? 😄


Air Terjunnya Tinggi dan Dikelilingi Tebing Hijau

Curug Cigumawang memiliki jatuhan air sekitar 40 meter.

Dari bawah, air terlihat jatuh memanjang dari atas tebing menuju kolam di bawahnya.

Yang membuat suasananya semakin menarik adalah dinding batu di sekeliling air terjun yang dipenuhi tumbuhan hijau dan tanaman merambat.

Rasanya seperti berada di tempat yang cukup jauh dari keramaian, padahal kami sebenarnya masih berada di wilayah Kabupaten Serang.

Saya pun tidak mau melewatkan kesempatan untuk berfoto.

Foto di depan Curug Cigumawang

Di depan Curug Cigumawang. Setelah perjalanan naik motor dan trekking, akhirnya sampai juga di depan air terjun.


Ada rasa puas ketika akhirnya berdiri di depan air terjun setelah melalui perjalanan.

Bukan hanya karena tempatnya indah, tetapi karena ada cerita perjalanan yang menyertainya.

Duduk di Atas Batu, Menikmati Air Terjun

Ada satu foto yang menurut saya juga sangat menarik.

Saya duduk di atas bebatuan dengan latar air terjun.



Duduk sebentar di antara bebatuan sambil menikmati suasana Curug Cigumawang. Suara air terjun dan suasana hijau di sekelilingnya membuat betah berlama-lama.

Kalau sudah berada di tempat seperti ini, rasanya memang ingin duduk lebih lama.

Tidak harus melakukan apa-apa.

Cukup melihat air jatuh dari tebing, mendengarkan suara air, dan menikmati udara yang terasa lebih sejuk.

Kadang kita memang hanya membutuhkan tempat seperti ini untuk berhenti sebentar dari rutinitas.

Ternyata Ada yang Sedang Canyoning

Ada satu hal menarik yang kami temui saat berada di Curug Cigumawang.

Saat kami datang, ternyata ada orang yang sedang melakukan aktivitas canyoning di sekitar air terjun.

Saya sendiri awalnya cukup penasaran melihat aktivitas mereka.

Ada tali yang dipasang di sekitar tebing dan area air terjun. Rupanya mereka sedang melakukan aktivitas petualangan yang disebut canyoning.

Bagi yang belum tahu, canyoning atau susur ngarai adalah aktivitas alam bebas yang dilakukan dengan menyusuri kawasan ngarai atau aliran air menggunakan berbagai teknik. Kegiatannya bisa mencakup berjalan, memanjat, berenang, melompat, sampai turun tebing menggunakan tali atau rappelling.

Jadi bukan sekadar bermain air di curug.

Canyoning membutuhkan kemampuan dan perlengkapan khusus karena medan yang dilalui bisa berupa tebing curam, batu licin, aliran air, dan air terjun.

Kalau dilihat dari aktivitasnya, memang terlihat cukup menantang.

Sementara kami?

Kami cukup menjadi penonton. 😄

Saya lebih memilih menikmati curug dari bawah sambil foto-foto.

Sedikit melihat aktivitas canyoning




Saat kami berada di Curug Cigumawang, terlihat aktivitas canyoning dengan penggunaan tali di sekitar area air terjun.

Karena menarik, langsung saja saya jepret 😄

Yang menarik lagi, adalah keberadaan tali dan aktivitas di tebing tersebut membuat kami semakin penasaran dengan olahraga alam bebas ini.

Ternyata sebuah curug tidak hanya bisa dinikmati dengan mandi atau berfoto.

Bagi sebagian orang, tempat seperti ini justru menjadi arena petualangan.

Bermain Air di Aliran Kecil

Selain air terjun utama, di sekitar curug juga ada aliran-aliran air kecil yang mengalir di bebatuan.

Saya sempat menikmati aliran air tersebut.



Bermain air sebentar di aliran kecil yang ada di sekitar Curug Cigumawang.

Air yang mengalir di atas batu membuat suasananya terasa semakin alami.

Saya tidak sedang melakukan aktivitas ekstrem seperti mereka yang canyoning.

Cukup menikmati air, melihat-lihat sekitar, dan tentu saja mengambil foto untuk kenang-kenangan. 😊

Perjalanan yang Sederhana, Tapi Menyenangkan

Kalau dipikir-pikir, perjalanan kami jelajah kampung ke Curug Cigumawang sebenarnya sederhana sekali.

Tidak ada itinerary yang terlalu rumit.

Kami hanya naik motor berdua.

Kemudian berhenti di tempat yang sudah biasa kami jadikan tempat istirahat.

Beli kopi.

Beli camilan.

Duduk di teras Alfamart.

Setelah itu melanjutkan perjalanan menuju Padarincang.

Sampai di Curug Cigumawang, berjalan dan menikmati suasana alam.

Berfoto.

Melihat air terjun.

Bermain air sebentar.

Dan kebetulan hari itu kami juga mendapat pengalaman tambahan: melihat orang melakukan canyoning.

Justru perjalanan seperti ini yang saya suka.

Tidak perlu selalu pergi jauh untuk mendapatkan pengalaman baru.

Kadang tempat yang masih berada di sekitar kita pun bisa memberikan cerita yang menyenangkan.

Curug Cigumawang, Tempat untuk Menepi Sebentar

Curug Cigumawang berada di kawasan yang suasananya masih hijau dan alami. Air terjun setinggi sekitar 40 meter menjadi daya tarik utamanya, sementara kawasan Padarincang sendiri juga menawarkan berbagai aktivitas wisata alam seperti jungle trekking, susur sungai, river tubing, dan kegiatan alam lainnya.

Bagi saya, yang paling berkesan bukan hanya air terjunnya.

Tetapi perjalanan menuju ke sana.

Ada motor yang membawa kami berdua.

Ada kopi dan camilan di teras Alfamart.

Ada rasa lelah setelah perjalanan.

Ada rasa senang ketika akhirnya melihat air terjun.

Ada sesi foto-foto.

Dan ada kejutan kecil karena kami bisa melihat aktivitas canyoning secara langsung.

Mungkin suatu hari nanti kami akan kembali lagi ke sini. 

Entah untuk menikmati curugnya lagi, atau mungkin sekadar melewati Padarincang dan kembali berhenti di Alfamart langganan kami. 

Karena ternyata, perjalanan yang menyenangkan tidak selalu tentang seberapa jauh kita pergi.

Kadang yang penting adalah dengan siapa kita pergi, apa yang kita lihat di sepanjang jalan, dan cerita kecil apa yang kita bawa pulang.

Dan perjalanan jelajah kampung ke Curug Cigumawang ini adalah salah satu cerita kecil kami.

Se-asyik itu memang jelajah kampung. 



No comments:

Post a Comment

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran