Wednesday, October 30, 2013

Berlatih Sepatu Roda



(Belum pakai helm, pelindung lutut, siku, dan telapak tangan :D )

Sudah hampir satu bulan ini, Farras sedang giat-giatnya berlatih sepatu roda atau inline skate. Sebetulnya keinginan Farras untuk bisa meluncur menggunakan sepatu roda sudah lama, tapi baru kali ini bisa tergabung dalam club yang ada di kota kami, karena memang club nya baru ada di kota kami sekitar 3 bulan an. Sempat mencari club sepatu roda ke daerah Cilegon, tapi sepertinya tidak ada, karena kami tidak menemukannya. Hanya ada tempat penyewaan di sebuah mall jika ingin meluncur. Sementara kami ingin Farras bukan hanya sekedar 'bisa' meluncur saja, tapi juga harus memiliki tehnik-tehnik atau teori-teori  dalam menjalankan/memainkan sepati roda tersebut. Dan untuk bisa memainkan sepatu roda dengan baik dan benar, harus ada pelatihnya. Dengan masuk club, otomatis akan dilatih dengan baik dan benar oleh pelatih.
Sebenarnya berlatih bersama club, waktunya seminggu 2 kali. Tapi berhubung Farras sedang semangat-semangatnya berlatih, maka selama satu bulan ini Farras berlatih setiap hari, sepulang sekolah TPA (setingkat Madrasah Diniyah) di sore hari. Lama kelamaan kami gempor juga jika harus setiap hari menemani Farras berlatih sepatu roda :D. Akhirnya kami membuat jadwal untuk Farras, kapan berlatih dan kapan istirahat. Farras manut.

Menurut pelatihnya, Farras termasuk anak yang cepat dalam bermain sepatu roda. Gimana gak cepat, wong latihannya setiap hari hehehe.... Sudah ada beberapa tehnik/teori yang sudah bisa dikuasai Farras. Saya pun sudah bisa menikmati keindahan Farras dalam meluncur.  Ayunan tangan dan kakinya sudah terlihat enak dan indah untuk dilihat. Karena memang bermain sepatu roda adalah menampilkan keindahan dan kelenturan tubuh dalam meluncur, menurut versi saya lho... :)

Ternyata, bermain sepatu roda itu, bukan hanya bermain asal bermain. Maksudnya, bukan hanya sekedar bisa meluncur, tapi banyak tehnik-tehnik atau teori-teori yang harus dikuasai oleh para pengguna sepatu roda, agar keamanan dan kenyamanan sang pengguna sepatu roda bisa dimiliki.

Sepatu roda yang sekarang ini, tidak sama dengan sepatu roda zaman dahulu, ketika saya masih sekolah. Kalau dulu, roda dari sepatu roda menyerupai roda mobil. Dua di depan dan dua di belakang. Tapi sepatu roda sekarang ini, rodanya menyerupai garis lurus, makanya mungkin dinamai inline skate.

Hal-hal yang perlu diperhatikan jika ingin menggunakan sepatu roda sebagai pemula : 

1. Cek kondisi sepatu roda terlebih dahulu, juga cek apakah rodanya 'seret' atau tidak, tapi juga jangan yang terlalu licin.
2. Pakai pelindung kepala berupa helm khusus sepatu roda, pelindung lutut, pelindung siku dan pelindung telapak tangan.
3. Bermainlah/berjalanlah dulu di alas karpet atau diatas rumput.
4. Usahakan jangan berpegangan pada orang lain/benda. Berjalanlah atau setidaknya berdirilah sendiri. Baru melangkah perlahan-lahan.
5. Posisi tubuh agak membungkuk, kaki membentuk huruf "V", lutut agak ditekuk lalu berjalan perlahan-lahan. Posisi berjalan seperti jalannya kakek-kakek/nenek-nenek. Tapi ingat, kaki diangkat, jangan digeser.
6. Berjalan dengan tempo lambat terlebuh dahulu, baru temponya bisa dipercepat.
7. Jika sudah bisa berjalan dengan tempo cepat, maka bisa mulai memakai pola 5:1 yaitu berjalan 5 langkah, meluncur 1 kali.
8. Jika berjalan sudah lancar, maka bisa meluncur. Tapi tetap diperhatikan posisi tubuh, kaki dan tangan, yaitu tubuh agak membungkuk, tangan diayun, dan kaki membentuk huruf "V".

Menurut situs LiveStrong, bermain in-line skates memiliki banyak keuntungan kesehatan:

1. Jantung menjadi sehat
 Sebagai kegiatan aerobik bermain in-line skates meningkatkan aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh. In-line skates membantu mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular, misalnya tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke.
2. Membakar lebih banyak kalori
Latihan aerobik seperti in-line skates membakar lebih banyak kalori daripada latihan anaerobik, seperti angkat besi. Orang dengan berat badan 70 kg dapat membakar 913 kalori per satu jam bila bermain in-line skates. Bandingkan dengan 8 km dalam satu joging yang hanya membakar 584 kalori atau hanya 277 kalori untuk jalan sepanjang 5,5 km per jam.
3. Keseimbangan dan koordinasi tubuh
In-line skates membantu memperbaiki keseimbangan dan koordinasi tubuh, sehingga akan mencegah Anda mudah jatuh dan cedera. Banyak faktor yang berkontribusi pada keseimbangan dan koordinasi yang buruk, termasuk cedera pada persendian/ligamen/tendon/otot, usia yang menua, dan penyakit seperti artritis dan osteoporosis. Menambah in-line skates dalam program latihan akan menjadi cara yang menyenangkan untuk melatih koordinasi.

Untuk diperhatikan juga :

1. Jika  memiliki kondisi medis seperti osteoporosis, artritis, diabetes, sebaiknya berkonsultasi lebih dahulu ke dokter sebelum bermain sepatu roda.
 2. Jangan bermain di jalan raya. Cobalah bermain di taman yang jauh dari jalan raya atau di jalan depan rumah, asal jalannya memadai untuk bermain sepatu roda.

29 comments:

  1. Moga lekas piawai bermain sepatu rodanya ya Farras. Nanti kalau udah jago bisa tuh Serang - Jember bersepatu roda hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Makasih uncle. Gempor dong uncle kalo ke Jember mesti pake sepatu roda hehehe

      Delete
  2. Serunya kalo anak-anak mau beraktifitas outdoor kek gini, Mbak. Banyak ortu yang bingung karena anaknya cuma mau main PS aja ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba, lebih baik begini daripada di depan layar terus, entah layar TV atau layar laptop :)

      Delete
  3. ah farraz kok ga ngajakin Mas Topics sih... kalo maen disitu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo Om Taufik, datang aja kesini.... :)

      Delete
  4. Aku kapokk mbak pake sepatu roda, jaman SMP pernah nyoba pake punyae temenku pas di surabaya. Nah kebetulan maen di jalanan komplek perumahan, sepi sih, tapi mungkin karena saking semangatnya akhirnya aku nyungsep T.T

    ReplyDelete
  5. waah..jadi inget jaman anak2 dulu...maen sepatu roda ke GOR, trus sampe kejatuh2..asyiik.. msh bisa gak ya sekarang..xixixi...

    ReplyDelete
  6. bahkan sampai sekarangpun aku masih belum bisa maen inline skate ini

    jadi malu ama faras yang kecil kecil uda jago maen sepatu roda :oops:

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emak n ayahnya aja gak bisa mba... hehehe

      Delete
  7. hebat ya bisa main sepatu roda, kalah nih aku aja gak bisa hehehe

    ReplyDelete
  8. emang seru ya...moga segera piawai Farras...

    ReplyDelete
  9. olahraga yg sehat sekaligus mneyenangkan main sepatu roda :)

    ReplyDelete
  10. adik bungsu dulu ikut klub sepatu roda, tapi 4 bulan udah bosan, hehehee

    ReplyDelete
  11. wah senang ya Farras, pastinya sudah jago main inline skate ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. jago banget sih belum tante, tapi setidaknya meluncurnya sudah enak utk dilihat :D

      Delete
  12. very good, for other tutorial, all of you too can visit here

    http://santaiarea.blogspot.com/2014/07/inline-skaters-batam-island-indonesia.html

    ReplyDelete
  13. Main sepatu roda itu asyik mbak. Pertamanya memang butuh latihan dan keseimbangan kuat akan tetapi lama kelamaan pasti jadi terbiasa dan meluncur lebih mudah. Terimakasih sarannya

    ReplyDelete
  14. wah asyik nih olahraga nya, butuh keseimbangan

    ReplyDelete
  15. hebat ya bisa main sepatu roda, kalah nih aku aja gak bisa hehehe

    ReplyDelete
  16. sepatu roda zaman lagi ya, padahal sempet dilupakan...

    ReplyDelete
  17. Anak aku juga lagi seneng-senengnya main sepatu roda mbak, pengen deh aku masukin klub -klub latihan. Tapi masih terlalu kecil gak ya mbak masih 3 tahun :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Fayda adiknya Farras dulu masuk klub juga usia 3 tahun mba...

      Delete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran