Wednesday, December 04, 2013

Etika Bertetangga




ALLAH SWT. berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 36 yang artinya :

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”

Dalam ayat diatas sudah dijelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan kita untuk tidak menyekutukan-Nya dan berbuat baik kepada tetangga, sebagai orang yang terdekat dengan kita. Selain ayat diatas, ada hadist yang diriwayatkan oleh Abu Huraihah tentang bagaimana menghormati tetangga yang artinya :

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia mengatakan hanya hal yang baik atau diam. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia menghormati tetangganya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia menghormati tamunya”
(HR. Muslim)

Dari hadis di atas bisa disebutkan bahwa menghormati tetangga adalah bukti iman seorang muslim kepada Allah SWT dan hari akhir. Ternyata etika bertetangga itu sangat penting kita terapkan dalam kehidupan bertetangga kita, sampai-sampai Al-Quran dan Hadist pun meriwayatkannya. Melihat begitu pentingnya seorang muslim untuk menghormati tetangganya, membuat saya ingin sekali menulis artikel tentang etika bertetangga ini. Disamping itu, ada hal yang mengganjal di hati tentang perilaku salah satu tetangga saya dimana menurut saya etika bertetangganya nilainya minus (itu menurut saya lho... subyektif banget ya... hehe).

Saya dulu juga pernah muda, suami saya juga pernah muda. Tapi jika harus menyetel lagu keras-keras, hingga terdengar sampai berumah-rumah disampingnya *saya bilang sih, seperti ada yang sedang hajatan* (kebayang kan, kerasnya...), gak pernah deh.... kami masih memikirkan etika bertetangga. Dan hal ini, selama bertetangga, baru pertama kali dialami oleh saya, mendengarkan musik yang keras setiap hari, pagi, siang, sore, malam, layaknya seperti minum obat. Mencoba memaklumi dan hanya bisa menggerutu dalam hati (boleh kan? :D ). Memang sih, saya dan keluarga mendengarkan musik yang super keras itu layaknya ada tetangga yang lagi hajatan, hanya pada saat liburan, hari Sabtu dan Minggu. Lalu saya berfikir, bagaimana dengan tetangga yang memang setiap harinya ada di rumah? Saya saja sudah merasa kuping ini panas banget, bagaimana tetangga yang lainnya ya.... Waallahualam. Saya tidak pernah ingin tahu seterganggu apa tetangga yang lain. Saya hanya berharap, si tetangga menyadari kekeliruannya, dan mulai menggunakan etika bertetangga.

Dari Abi Hurairah ra. bersabda Nabi saw:

 وَاﷲِ لاَيُؤْمِنُ ٬ وَاﷲِ لاَيُؤْمِنُ٬ وَاﷲِ لاَيُؤْمِنُ٠٠٠قِِيْلَ ׃ مَنْ يَارَسُوْلَ َاﷲِ ؟ قَال׃ الَّذِي لاَ يَأْمَنُ جَارهُ بَوَائِقَهُ ٠ قَالُوا ׃ يَارَسُوْلَ َاﷲِ٬ وَمَا بِوَائِقَهُ ؟ قَالَ׃ شَرُّهُ٠ 

"Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Di- tanyalah Nabi: Siapa wahai Rasulullah? Nabi menjawab: yaitu orang yang tetangganya tidak merasa aman karena gangguannya. (Dan ImamAhmad) menambahkan: Sahabat bertanya: apa maksud gangguan ? Nabi menjawab: yaitu sikap buruk-sikap buruknya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga kita semua bisa menjaga etika bertetangga, sehingga tetangga-tetangga kita akan merasa nyaman bertetangga dengan kita.

Semoga ini bukanlah tentang gosip atau gunjingan, saya hanya ingin berbagi, semoga bermanfaat.

25 comments:

  1. Tulisan yang mengingatkan saya nih bun.. sebentar lagi mau punya tetangga baru karena mau pindah :)
    terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat menempati tempat baru, semoga membawa berkah. Aamiin

      Delete
  2. sempat stres pas di Batam gara2 aa warga baru dan rempong banget ngomongin orang blok A,C D G..akhirnya dnegan bahagia saya pilih lihat tipi di rumah,kalo g duduk manis di sova...dari pada kena dosa???yg penting silaturahmi tetep^

    ReplyDelete
  3. hahaha masih ada ya yang model gitu..... dangdut lagi biasanya hihi

    udah ada yang coba mengingatkan belum Teh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe... betul mas Taufik. Dangduters....
      Saya kurang tahu, tapi saya gak pernah ngusik :D

      Delete
  4. bertetangga itu seperti makan rujak bebeg, seger, asam, manis, dan agak kental karena bahan utamanya gilingan ketela mentah dan buah2an asam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe... bener tuh mba, kayak nano-nano. asem manis asin campur aduk

      Delete
  5. Tetangga adalah Saudara terdekat...Tetangganya anak band ya Mba??

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe... anak band bukan, tapi gayanya kayak anak yg bisa bermain musik *hush* :D

      Delete
  6. Disini biasa kayak gitu mbak, sering banget nyetel lagu keras-keras..
    Dan aku cuma bisa ngelus dada :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan cuma bisa beristighfar tentunya ya, mba Nophi :D

      Delete
  7. makasih udah ngingetin mba...
    alhamdulillah tetangga saya ga ada yg aneh2 :)

    ReplyDelete
  8. Curcol nih mbak dewi....? tapi dulu kan mbak dewi suka jingkrak-jingkrak kalau nyetel musik :D
    Ya begitulah hidup bermasyarakat mbak, terkadang memang bikin gemes hati. Tapi semua bisa dibicarakan koq setidaknya lewat forum Rt, disanalah forum kita sebagai bagian masyarakat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin bisa dibilang curcol kali ya... hehehe... saya gak pernah jingkrak2 mas, takut keselo :D

      Delete
  9. Ini dia....makasih nih pencerahanya :)

    ReplyDelete
  10. Di sini juga begitu mbak. Sudah diperingati, dikecilin tapi begitu lagi, berulang :(

    ReplyDelete
  11. wah, ngeselin bgt kl gitu, ya Mbak

    ReplyDelete
  12. Duluuu... waktu pertama kali aku pindah ke perumahan yg aku tempati ini, hampir tiap hari aku melihat ibu2 yang sibuk ngerumpi. Tapi kini pemandangan spt itu sudah jarang sekali terlihat.

    ReplyDelete
  13. Selamat malam Mbak Santi Dewi Salam kenal sebelumnya
    Ijin simak artikelnya tentang Etika Bertetangga. sangat memberi
    Pelajaran buat saya tentang etika dan kesadaran hidup Bermasyarakat
    Maaf ijin follow blog nya yah Mbak Santi. demi mempererat tali silaturahmi
    Antar blogging agar mempermudah saling berblogwalking. nasihat pendapat
    Saya harapkan buat kemajuan dan reputasi antar blog terima kasih yah Mbak?

    ReplyDelete
  14. Follow blog Mbak Santi sudah succesful
    Silahkan di cek selanjutnya mari saling mengisi
    Memberi dan menerima dalam kebaikan dan kebajikan
    Salam Hormat selalu buat Mbak Santi Dewi

    ReplyDelete
  15. tetangga adalah keluarga terdekat kita ya mbak

    ReplyDelete
  16. mungkin bisa disebut juga. tetangga itu aset termahal dalm hidup...

    ReplyDelete
  17. wah, sama bunda, saya juga punya tetangga yg hobi nyebrangin musiknya hiks. secra gitu saya tinggal di sekitar kos-kosan :D

    slm kenal jg. mksh sdh berkunjung ke http://story-of-mayyadah.blogspot.com/

    ReplyDelete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran