Wednesday, February 12, 2020

Jalan-Jalan Sejenak di Cihampelas Bandung dan Sekitarnya

Mengisi akhir pekan kemarin, suami mengajak saya dan anak-anak liburan ke Bandung. Karena Bandung memiliki banyak tempat liburan yang asyik dan juga tidak terlalu jauh dari kota Serang, akhirnya saya menyetujui. "Buat refreshing Bu," Kata suami. Okelah kalau begitu... :)

Suami memilih dan menentukan daerah Cihampelas sebagai lokasi liburan kami. Maka saya dan suami mulai search hotel sekitar Cihampelas yang murah meriah tapi nyaman :) Setelah melihat-lihat, membaca review juga, akhirnya pilihan kami jatuh pada Hotel Serela Cihampelas Bandung. Hotel yang sesuai budget kami :) Kami memilih kamar yang Superior Twin. Kami baru tahu setelah datang ke Cihampelas, ternyata di sepanjang jalan Cihampelas itu banyak hotel. Hotelnya memang tidak terlihat seperti hotel, mirip seperti toko-toko yang berjejer di sepanjang jalan Cihampelas saja.

Kami memulai perjalanan dari Serang pada Sabtu pagi, menggunakan bus antar kota, Arimbi, bus yang nyaman yang biasa kami naiki jika akan ke luar kota. Niat awal ingin Arimbi yang kursinya 2-2 dan ada toilet, karena Fayda kalau perjalanan ke luar kota, pasti sering ke toilet. Tapi ketika naik, ternyata kursinya 3-2 tapi ada toilet. Dan ternyata juga bus nya kelas ekonomi. Ya sudahlah... sudah terlanjur naik dan juga kalau nunggu bus selanjutnya, pasti lama. Kami naik bus nya memang tidak di terminal, karena bus nya pun nanti lewat jalur dimana kami menunggu. Ongkos bus Arimbi kelas ekonomi ini ditarif per orang Rp. 65.000,-

Dan ternyatanya lagi... ini bus lewat Purwakarta, jadi tambah lama deh di perjalanan hiks... mana Fayda rewel lagi sudah kelamaan di bus, dia udah bete. Akibat kami lama tidak ke Bandung, jadinya lupa lagi jalur-jalur yang dilewati tiap bus :( Ya sudahlah....

Berangkat dari Serang dapat bus jam 8 pagi, sampai hotel jam 2.30 petang. Check in nya molor :( Oh iya... sebelumnya saya pesan hotel Serela Hotel melalui Traveloka karena katanya kalau melalui agen seperti ini lebih murah dan kalau beruntung suka ada promo/diskon. Kami turun dari bus di teminal Leuwi Panjang. Dari terminal kami memesan Gocar menuju hotel.

Karena kami check in telat, saya menghubungi Serela Hotel terlebih dahulu untuk memastikan bahwa kami akan check in tapi telat, karena masih dalam perjalanan. Karena begitu masuk kota Bandung, macet sudah melanda :) Belum lagi begitu masuk Jl. Cihampelas, maceet... merayap :) Alhamdulillah sampai di hotel.

Lobby Hotel

Masuk hotel, duduk sebentar di lobby, setelah itu ke recepsionist. Lobby nya enggak terlalu besar, disekat, dan di sebelahnya ada restaurannya. Kami booking hotel tidak termasuk breakfast, karena kami ingin mencicipi makanan-makanan khas kota Bandung, jadi kami tidak tahu rasa dari makanan di hotel ini. Sebelum diberi kunci kamar, kami harus menyimpan deposit sebesar Rp. 50.000,- dan akan dikembalikan setelah kami check out. Menurut suami, hotel ini hotel setara bintang 3. Hotel yang simple, ramah pelayanannya, dan bersih. Masuk kamar hotel, semua serba berwarna abu-abu dan putih, sedikit cream. Dari mulai pintu kamar, karpet, sprei, warna dinding, gorden, meja dan kursi, all grey. Di dalam kamar mandi seperti hotel-hotel lainnya sudah tersedia handuk, sabun dan sampo tapi minus sikat gigi dan pasta gigi. Hanya saja, di hotel ini disediakan hairdryer

Samping hotel Serela, banyak terdapat hotel-hotel juga. Karena mungkin lokasi hotel di tempat yang padat, maka hotel ini tidak terlalu luas, untuk itu tidak ada fasilitas seperti kolam renang, spa, gym, dll.

Foto dari jendela kamar kami. Sebelahnya hotel D'Green

Setelah masuk kamar, beres-beres, mandi, sholat, kami keluar lagi untuk mencari makan sekalian jalan-jalan di Teras Cihampelas (sky walk). Dari hotel dekat banget. Begitu keluar gerbang hotel, ada tangga menuju Teras Cihampelas, naik langsung berada di Teras 5.




Teras Cihampelas

Jadi Sky Walk Cihampelas ini terdiri dari beberapa Teras (namanya). Teras 1, Teras 2, dan seterusnya. Teras 1 & 2 untuk souvenir, Teras 5 ini untuk makanan. Teras-teras ini dipisah oleh tangga-tangga. Saya gak tau pasti berapa panjangnya Sky Walk ini. Sky Walk Ini seperti jembatan penyebrangan tapi panjang dan lebar, selebar jalan di Cihampelas ini.




Di belakang kami itu adalah hotel Serela

Begitu naik, dan langsung berada di Teras 5, saya langsung melihat jajanan Mie Kocok yang lagi saya incar (kangen makan mie kocok Bandung) :) Maka saya pun langsung menunjuk tenda mie kocok pada suami saya.


Mie Kocok plus kopi hitam :)

Setelah mengisi perut, kami kembali ke hotel, karena sudah mau maghrib. Selesai sholat maghrib, kami keluar lagi untuk jalan-jalan sekitar jalan Cihampelas ini. Niatnya kepengen makan (lagi) di Waroeng Setiabudi yang berada tidak jauh dari hotel Serela, tapi begitu kami sampai di Waroeng Setaibudi, ternyata penuh, sumpek, mungkin karena malam minggu. Masih ada sih meja yang kosong, tapi pasti lama menunggu makanannya jadi. Akhirnya kami ubah rencana, jalan-jalan dulu, baru makan di Waroeng Setiabudi ini. 

Menyusuri jalan Cihampelas yang padat merayap, ramai, akhirnya kami sampai ke Cihampelas Walk. Ternyata disini sedang diadakan pertunjukan wayang. Pengennya sih, nonton, tapi karena waktunya sempit, akhirnya kami mengitari mall, membeli sesuatu yang memang sudah direncanakan. Setelahnya, karena suami masih penasaran sama Waroeng Setiabudi, kami kembali menuju tempat makan tersebut. Harapan sudah sepi, ternyata semakin malam semakin ramai, bahkan kali ini tidak ada meja tersisa, semua penuh. Lemes deh... Balik kanan, akhirnya mencari makan di Teras Cihampelas.







Esok paginya, hari minggu kami berencana jalan-jalan ke lingkungan ITB. Menurut orang yang sempat suami tanya, juga menurut google map, Cihampelas - ITB tidak begitu jauh sekitar berapa KM gitu... atau gak nyampe 1 KM, saya lupa. Karena hari masih pagi, dan udara Bandung terasa sejuk, maka kami berjalan kaki menuju lokasi yang kami rencanakan. Mengandalkan google map, kami berjalan, dan ternyata kami harus melewati jalan layang... haduuh... ngeri juga jalan di jalan layang ini. Tapi ternyata banyak yang sedang berolahraga sepeda juga jalan kaki, jadi kami merasa ada teman :)

Ternyata berjalan kaki dari Cihampelas ke ITB, cape juga ya hihihi... apalagi Fayda sudah mengeluh cape sejak di jalan layang. Sempat digendong ayahnya, lalu kakaknya :)







Sampai ITB, foto-foto lagi :) dan juga mencari makanan di sepanjang jalan Taman Gasibu.

Di depan Intitut Teknologi Bandung

Ada gerobak bertuliskan Lumpia Basah Bandung dan antri. Penasaran dong... Awalnya ragu-ragu mau beli, khawatir antri lama, karena saya lihat mamang nya sedang memasak, yang sepertinya isian untuk lumpia basahnya, tapi karena Fayda yang mendesak, "udah Bu, sini Adek aja yang antri." Begitu katanya, akhirnya saya pun mengiyakan.


Lumpia Basah Bandung siap santap :)

Tak sia-sia Fayda antri untuk mendapatkan lumpia basah Bandung, rasanya endoool... :) Pasti bakalan kangen lagi nih sama lumpia ini.

Setelah puas melihat-lihat, jalan-jalan, dan juga jajan di sekitaran jalan taman Gasibu dan ITB, kami melanjutkan jalan-jalan ke alun-alun Bandung dan sekitaran jalan Asia Afrika. Kami menggunakan Gocar untuk sampai ke tujuan. 

Karena waktu yang mepet ke jam check out hotel, di alun-alun Bandung kami hanya sebentar, disamping itu juga matahari sudah mulai naik, yang berarti cuaca sudah membuat mata menyipit karena silau. Kami hanya foto-foto dan duduk-duduk sebentar. Tadinya saya mau menyantap lumpia basah di sini sambil duduk-duduk nyantai, tapi melihat keadaan yang ramai dan cuaca yang sudah mulai panas, akhirnya lumpianya gak jadi dibuka.






Dari alun-alun Bandung, kami menyebrang ke arah jalan Asia Afrika. lalu berfoto-foto lagi :) Hari minggu memang ramai ya... Di sepanjang jalan Asia Afrika ini banyak yang menggunakan berbagai macam kostum untuk ber foto bersama. Ada kostum pocong, princess elsa, PUBG, dll. Fayda juga sempat berfoto-foto dengan mereka. Selesai berfoto dengan mereka, kami membayar seikhlasnya. Iya lah... mereka kan harus ber make-up dan membuat kostum yang rumit.


Di Jalan Asia Afrika

Karena waktu sudah siang, maka setelah puas (puas tidak puas sih sebenarnya hehehe...), akhirnya kami kembali ke hotel dengan menggunakan (seperti biasa) Gocar. Sampai hotel, rehat sebentar, beres-beres dll, siap-siap meninggalkan hotel. 
Setelah check out, kami kembali ke Teras Cihampelas untuk mengisi perut. Saya masih penasaran pengen makan colenak, Sudah lama sekali saya gak makan colenak. Alhamdulillah dapat colenak di Teras Cihampelas ini :) Karena tidak memungkinkan untuk dimakan di tempat, karena kami mau mencari oleh-oleh, akhirnya colenak nya saya bungkus.

Penampakan colenak :)

Setelah beli oleh-oleh beres, kami pun siap-siap menuju terminal Leuwi Panjang menggunakan Gocar, titik temunya di Cihampelas Walk, supaya memudahkan Gocar nya.


Cihampelas Walk

Alhamdulillah, makanan Bandung yang sempat bikin kangen seperti mie kocok dan colenak sudah terbayar, juga sudah merasakan lumpia basah Bandung :) 

Belajar dari keberangkatan kami dari Serang, suami saya mencari bus Arimbi yang kelas eksekutif yang kursinya 2-2 supaya lebih nyaman. Alhamdulillah dapat. Kami sampai rumah malam hari sekitar jam 21.30 WIB karena dari terminal Leuwi Panjang sekitar jam 15.30 WIB.

Saya lihat, ide Sky Walk menarik ya... apalagi untuk lokasi di jalan Cihampelas yang sempit ini. Dengan Sky Walk, pedagang dan pengunjung tidak harus berdesak-desakan satu dengan yang lainnya, ditambah dengan kendaraan yang lewat. Lebih aman dan tertib. Saya bahkan membayangkan jika Serang juga memiliki tempat seperti Sky Walk ini. Tapi tetap harus dijaga kebersihan dan keamanannya. Apalagi jika malam hari, penerangan harus cukup, dan ada petugas keamanan untuk berjaga-jaga agar tidak ada preman dan sebagainya yang akan membuat citra Sky Walk buruk. Pengunjung dan pedagang juga harus dibuat senyaman dan seaman mungkin.

Lumayan.... perjalanan yang capek tapi menyenangkan bagi kami. Bahkan kami kepengen lagi ke Bandung tapi dengan lokasi wisata yang berbeda lagi :)


6 comments:

  1. Wah, pas ada festival wayang di Ciwalk ya.

    ReplyDelete
  2. dari cihampelas sampai itb jalan? apa jalannya motong gak , atau lewat jalan besar

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, lewat jalan besar, lewat jalan layang. Karena kalau naik kend, tanggung :)

      Delete
  3. Aduuh saya lihat lumpia basah Bandung jadi bikin ngidam deh mau beli lumpia basah. Secar itu cuma ada di Jawa barat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. awalnya saya gak tau lumpia basah bandung teh seperti ini, untungnya fayda maksa buat ngantri, kasian kayaknya sama ibunya wkwkwk and worthed it :)

      Delete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran