Monday, March 02, 2020

One Day Trip (Open Trip) to The Great Asia Africa Lembang and Grafika Cikole with Dedolan Travel

Hari Sabtu kemarin, tanggal 29 Februari, kami sekeluarga ikut dolan-dolan ke Lembang dan Cikole menggunakan jasa Dedolan Travel. Baru kali ini kami jalan-jalan menggunakan jasa travel. Biasanya sih enggak, biasanya kami pergi berempat (saya, suami dan 2 anak saya) saja walaupun menggunakan transportasi umum. Ada keseruan, keasyikan dan kenyamanan tersendiri ternyata jika kita jalan-jalan menggunakan jasa travel, apalagi Dedolan Travel, walaupun ini merupakan first trip, tapi kami sekeluarga khususnya merasa puas. InsyaAllah jika ada trip dan rejeki lagi, kami masih ingin menggunakan Dedolan Travel sebagai jasa travel kami.

One day trip kali ini, tujuannya adalah The Great Asia Africa, Grafika Cikole dan Pusat oleh-oleh tahu susu Lembang. Tapi berhubung saat mau ke pusat oleh-oleh tahu susu Lembang jalurnya dialihkan mungkin untuk menghindarkan macet, maka tujuan oleh-oleh pun dialihkan ke Cihampelas oleh pihak travel.

One Day Trip by Dedolan Travel ini kena biaya sebesar Rp. 270.000,-/orang, sudah termasuk tiket masuk, snack + air mineral, makan siang (dengan lauk yang komplit ; ayam bakar, tempe goreng tepung, perkedel, soto bandung, karedok, kerupuk dan sambal, plus buah potong), dan juga disediakan dispenser plus kopi dan teh di dalam bus yang bisa diseduh sepuasnya :). Bus nya pun nyaman dan bersih, juga ada dokumentasinya.

Hari Jum'at malam (jam 23.00 WIB) berkumpul di tempat yang sudah ditentukan. Ada 2 tempat meeting point, di Cilegon dan di Serang. Bus mulai berangkat ke Bandung sekitar jam 24.00 WIB. Berhenti di rest area menjelang subuh, jadi sekalian salat subuh dan bersih-bersih tubuh. Sampai di tujuan tempat wisata yang pertama yaitu The Great Asia Africa sekitar jam 7.30 WIB. Dan tempat wisata The Great Asia Africa mulai dibuka pukul 08.00 WIB. Karena kami datang ke Lembang masih pagi, jadi jalanan masih lancar, tidak ada kemacetan. Sambil menunggu The Great Asia Africa buka, kami foto bersama terlebih dahulu.



foto milik Dedolan Travel, edited by santidewi.com


Setelah pintu masuk dibuka, maka kami pun masuk berpencar. Semenjak keluar dari bus, udara segar dan dingin terasa sekali. Kami memiliki waktu untuk keliling-keliling di sekitaran The Great Asia Africa ini lumayan panjang, sampai pukul 12.30 WIB. Karena tepat pukul 13.00 WIB, kami sudah harus berada di bus.

The Great Asia Afrika merupakan destinasi wisata dengan miniatur dari 10 negara yang tergabung dalam benua Asia dan Afrika, antara lain landmark dari Indonesia, Korea Selatan, Jepang, India, Thailand serta negara dari benua Afrika dan kawasan Timur Tengah. Saat kami kesana, ada landmark yang sedang dibangun, entah apa itu...




The Great Asia Africa termasuk wisata buatan yang sedang 'naik daun' karena memang baru dibuka di akhir tahun 2019 lalu. Tempat yang tinggi menanjak menjadi salah satu daya tarik karena dari ketinggian, kita bisa melihat keindahan di bawah. Gunung dan tebing juga bisa terlihat dari ketinggian disini. Saya masuk ke miniatur kota Korea Selatan, terasa banget deh suasana KorSel nya, walaupun saya belum pernah kesana, tapi kok seperti saya merasakan berada disana :) Pengunjung pun bisa menyewa pakaian khas dari setiap negara. Tapi berhubung sepertinya ribet, dan saya tidak menyukai keribetan, saya tidak tertarik untuk berfoto dengan menggunakan pakaian khas tersebut. Untung Fayda pun tidak minta untuk dipakaikan wkwkwk... Untuk menggunakan pakaian khas setiap negara tersebut, pengunjung dikenakan biaya sewa.




Pengunjung pun bisa tahu tentang nama-nama pakaian khas, makanan khas, dll. Disini pun disediakan souvenir (bagi yang ingin beli) dari setiap negara Asia Afrika. Stand-stand makanan pun, makanan khas dari tiap negara tersebut. Intinya, di The Great Asia Africa kita bisa berwisata sambil belajar. Fayda pun sempat bertanya tentang pakaian khas Korea yang benama Hanbok, pakaian khas/tradisional India berupa kain Sari, dll.




Untuk makanan, Farras dan Fayda mencoba makanan yang berasal dari Afrika berupa paha ayam yang dibakar (entah menggunakan bumbu apa), teman makannya dengan roti tawar (bukan nasi). Nama makanannya Peri-peri Chicken (ayam bakar ala Afrika Selatan). Saya mencoba Egg Tart yang endeusss wkwkwkw... Harga satuannya Rp. 10.000,- mihil, tapi enaaak.... renyah kulitnya, lembut atasnya, gak bau amis telor :) Egg Tart ini makanan yang berasal dari Hongkong. Hongkong itu masuk ke dalam wilayah Asia Timur. 

Penampakan Egg Tart. 

Tempat wisata The Great Asia Africa ini cocok untuk pengunjung yang hobi fotografi maupun yang hobi berfoto-foto. Jika pengunjung cape untuk berjalan kaki, karena lokasinya yang luas dan menanjak, bisa menggunakan kereta derek yang disediakan oleh pengelola wisata. Kereta derek ini memiliki 2 rel. Rel untuk yang naik ke atas (menanjak) dan rel untuk yang hendak turun ke bawah (menurun). Tadinya karena kami kecapean, apalagi Fayda, kami ingin menggunakan kereta derek ini  untuk naik ke atas yang dikenakan biaya Rp 10.000,-/orang, berhubung antri, maka tidak jadi. Yang pegal-pegal kakinya setelah mondar-mandir disini, pengelola menyediakan juga terapi ikan :) Bisa memberi makan ikan juga, yang makanan ikannya dijual juga disni.

Setelah kami kembali ke atas, Farras mencari souvenir sebentar, mampir ke chocolate outlet, lalu kami keluar dan mencari makan. Walaupun disediakan makan siang oleh pihak Dedolan Travel, karena kami udah lapar duluan, maka kami pun mencari tempat makan. Yang Alhamdulillah nya, kami dapat tempat makan khas Sunda yang murah banget. Agak masuk sedikit ke dalam gang sih, tapi gak masalah lah... yang penting enak dan murah hehehe...

Agak molor sedikit waktunya, semua sudah kumpul di bus sekitar jam 13.30 WIB. Berangkat menuju tempat wisata kedua, Grafika Cikole. Membayangkan tempat yang sejuk, adem, segar, di tengah-tengah jejeran pohon pinus dengan pemandangan yang memanjakan mata :) Nyampe Grafika Cikole, kami makan siang dulu. Makan siangnya berupa prasmanan, dengan aneka lauk dan sayur. Daan... karedokna meuni raos pisan, sayangnya saya udah agak kenyang, jadi gak bisa nyendok karedok banyak-banyak, padahal boleh nambah lho... :) Dessert-nya potongan buah semangka, minumnya disediakan teh panas, air putih dan kopi. 

Setelah makan siang, kami pun menuju ke atas, ke deretan pohon-pohon pinus, yang kalau di foto meuni bagus pisan, tapi gak nyampe terlalu atas, Fayda nya udah gak mau nanjak lagi, cape katanya. Padahal mboke pengen poto-poto di tengah-tengah puun-puun pinus :) Ya sudahlah apa daya, ibu mah nurut bae ka anak mah da karunya atuh... :) Pengen nyoba Flying Fox, tapi antri,  gak jadi deh... Akhirnya jalan-jalan, menghirup udara segar tanpa polusi, menyegarkan mata memandang yang hijau-hijau dan berfoto-foto. Terlihat kabut, Fayda tanya itu apa Bu, yang putih-putih kayak asap? Maklum, di Serang mah gak ada kabut :) Padahal Fayda juga pernah liat kabut waktu liburan di kaki gunung Salak, Bogor.





Grafika Cikole merupakan tempat wisata yang menyediakan restaurant dan penginapan. Penginapan berupa pondok maupun berupa dome (tenda) disediakan jika ingin menginap disini. Tersedia bermacam-macam paket menginap. Tapi yang tidak ingin menginap pun bisa. Yang hanya ingin menghirup udara segar, foto-foto maupun berkeliling diantara deretan pohon pinus ini pun bisa. 

Setelah selesai jalan-jalan di Grafika Cikole, salat dan istirahat sebentar, maka kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke tempat Tahu Susu Lembang. Dalam perjalanan, ternyata arah menuju kesana dialihkan, akhirnya oleh penyedia travel perjalanan selanjutnya dialihkan ke Cihampelas. Fayda kesenengan, karena memang 2 minggu yang lalu kami baru saja dari Cihampelas dan Fayda pengen lagi ke Cihampelas. Di Cihampelas, kami beli oleh-oleh buat di rumah, saudara dan teman.

Berangkat dari Cihampelas menuju ke Serang sekitar jam 19.30 WIB, dan nyampe rumah di Serang sekitar jam 02.00 WIB. 

Alhamdulillah perjalanan lancar, tidak hujan. Hujan turun ketika kami sampai Jakarta, dan ternyata sampai rumah, air menggenang di dalam rumah. Besoknya, baru deh saya bebersih rumah dari banjir.

Perjalanan yang menyenangkan bersama Dedolan Travel. Hatur nuhun buat Dedolan Travel. Ditunggu trip selanjutnya :)

Dedolan Travel! Enjoy Bae! :)




Yang ingin tahu tentang Dedolan Travel, dan mungkin juga ingin ikut trip selanjutnya yang diadakan Dedolan Travel, silahkan follow IG Dedolan Travel 

6 comments:

  1. Oh, taman the great Asia Africa baru dibuka akhir 2019 ya mbak, pantesan saat ke Bandung 2015 belum ada.

    Ngomong ngomong serang nya daerah mana mbak? Aku di serang juga.😊

    ReplyDelete
  2. Jadi pengen jalan-jalan. Itu Egg taart mirip pie susu ya mbak?

    ReplyDelete
  3. wih mantap sekali ini mba, keren keren. jadi pengen juga haha

    ReplyDelete
  4. Taman the great Asia Africanya keren, kayaknya bisa wisata kuliner juga tuh, nyipicin berbagai makanan dari Asia dan Afrika.

    ReplyDelete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran