Tuesday, October 07, 2014

Kebersamaan Dengan Anak-Anak

Saya adalah ibu bekerja dengan 2 orang anak, sejak sebelum menikah sampai sekarang. Atas izin suami, saya diperbolehkan untuk tetap bekerja. Dan Alhamdulillah saya diuntungkan dengan jarak lokasi kantor dan rumah ibu mertua yang dekat. Kalau lokasi rumah sendiri dengan kantor saya sih, cukup jauh. Oleh karena itu anak-anak sepulang sekolah saya titipkan di rumah ibu mertua, karena memang saya tak memiliki asisten rumah tangga. Kenapa saya diuntungkan dengan jarak yang dekat antara rumah ibu mertua saya dan kantor saya? Pertama, anak-anak saya sepulang sekolah bisa saya titipkan di rumah ibu mertua saya, kedua, saya masih bisa memantau anak-anak dengan cara jika istirahat di kantor, jika memungkinkan saya akan pulang dulu ke rumah ibu mertua saya untuk memberi makan siang anak-anak, atau sekedar bercengkrama walaupun sebentar dengan anak-anak. Oleh karena itu, walaupun saya bekerja tapi anak-anak termasuk dekat dengan saya dan suami saya. Karena suami saya pun ikut membantu saya dalam pengasuhan anak-anak, memantau PR Farras, membantu Farras dalam mendalami dan memahami mata pelajaran di sekolahnya, dll. Suami saya pun termasuk ayah ASI, karena berkat dukungan suami saya, saya berhasil memberikan ASI eksklusif pada 2 buah hati saya.
Alhamdulillah kami selalu bisa memberikan waktu kami untuk menemani anak-anak seperti misalnya mengambil raport, menjemput dan mengantar anak-anak ke dan dari sekolah, menemani anak-anak makan pagi, siang dan malam, menemani anak-anak belajar, memantau perkembangan prilaku dan perkembangan dalam proses belajarnya di sekolah, menemani anak-anak untuk melakukan kegiatan di luar sekolah seperti berlatih karate, berlatih sepatu roda, dll.

Itu semua kami syukuri sebagai anugerah dari Allah. Kami tak ingin menyia-nyiakan kesempatan  dimana kami bisa memberikan waktu bersama anak-anak, dan kami pun tak ingin menyia-nyiakan waktu dimana kami tak bisa lagi menemani proses tumbuh kembang anak kami jika anak-anak sudah besar nanti. Jangan sampai nanti kami akan menyesal karena ketika anak-anak butuh kami, kami tak ada untuk mereka. Jangan sampai nanti kami menyesal karena kami tidak tahu perkembangan anak. 'Cause the years are short. Juga karena waktu tak dapat diputar ulang, dan anak-anak adalah amanah terbesar dari Allah SWT.

Fayda selalu antusias bercerita kepada kami bagaimana kegiatannya di sekolah, mengulang lagu-lagu yang dia pelajari di sekolah. Jika ada lagu yang baru dia hapal, pasti akan ditunjukkan pada kami, ayah ibunya. Fayda seperti boneka yang diisi bateray Alkaline jika bercerita tentang sekolah, tak ada habisnya. Dari mulai bangun tidur sampai mau tidur lagi, yang diceritakan adalah sekolah, sekolah dan sekolahnya. Kadang saya suka gemes juga, bosen gitu mendengar celotehannya tentang bu gurunya, tentang teman-temannya, tentang apa yang dia pelajari di sekolah, tentang lagu-lagu barunya, dll :D
Kalau sudah kesel, saya paling bilang, "Adeeeek... kamu ini gak ada capenya ngomong, kayak burung Beo aja deh.... " hehehe...  Tapi hal itu tak mengendurkan akan ocehannya :)

Itu adalah hal yang paling bahagia yang bisa saya rasakan, bahwa anak-anak senang berbagi cerita akan kegiatannya di sekolah, di luar rumahnya, dan kami adalah orang pertama yang mendengar cerita serunya. Kami akan merasa puas jika kami bisa memantau perkembangan anak-anak, merasakan suka dan duka dalam mengasuh dan mendidik anak-anak. Membawa anak-anak kepada kehidupan nyata, dan siap 'berperang' di dalamnya.

Farras termasuk anak yang sangat aktif, kami kewalahan dalam membimbing Farras. Apalagi jika berada di rumah mbahnya, rumah ibu mertua saya, dimana jika Farras 'berulah' maka mbah dan tantenya akan meresponnya secara berlebihan, sehingga Farras pun akan dengan sengaja dan senang melakukan hal-hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Jika di dalam rumah kami sendiri sih, kami tidak akan banyak merespon, kecuali jika ada hal yang berbahaya. Tapi sekarang, seiring bertambahnya usia Farras, agak sedikit berkurang 'keulahannya'.

Banyak kegiatan anak-anak yang selalu kami ikuti bersama. Jika saya tidak bisa ikut, maka ayahnya yang menemani kegiatan anak-anak, begitu sebaliknya. Kami tak ingin kehilangan moment dimana kami bisa merasakan kebersamaan dengan anak-anak dalam segala macam kegiatannya.

 ditemani ayahnya ketika Farras ingin mancing


menemani Farras ikut lomba inline skate (saya berkerudung merah hati, Farras bernomor 030)


setelah selesai upacara 17 Agustus di kantor saya, masih berseragam, saya ikut lomba-lomba di sekolah Farras. Hanya saya orang tua murid yang ikut lomba :D


anak-anak saya ajak untuk ikut senam masal :)

Ada satu cerita dari suami saya dan satu cerita dari Farras, yang sempat membuat saya terhenyak. Suami saya cerita, sewaktu menjemput Farras di sekolah, guru bahasa Inggris Farras menyapa suami saya dan bertanya : "Bagaimana sih bisa menjadikan anak secerdas Farras?" Tentu saja suami saya kaget mendapatkan pertanyaan seperti itu. Suami saya menjawab : "Saya dan istri saya selalu menemani Farras untuk belajar, untuk mengulang pelajaran di sekolah, untuk mengerjakan PR." Lalu gurunya Farras pun berkata lagi : "Jawaban yang sama yang saya tanyakan pada orang tua yang memiliki anak yang cerdas."
Membuat anak senang belajar, bukan hanya sekedar kita menyuruh anak-anak untuk belajar, seperti : "Sudah sana belajar dulu." tapi kita sebagai orang tua harus ikut terlibat dalam proses belajar anak. Sebaiknya temani anak ketika belajar, jika ada sesuatu yang memang belum dimengerti anak, bisa langsung ditanyakan pada kita sebagai orang tua atau kita bisa langsung menerangkan mata pelajaran anak, sehingga anak akan lebih mengerti lagi tentang materi yang ada, tidak hanya tergantung pada penjelasan guru di sekolah.
Cerita lain dari Farras, Bu gurunya pernah bicara seperti ini pada Farras ketika sedang belajar perkalian dan pembagian di kelasnya : "Farras... perkalian dan pembagian sih sudah kamu lalab ya..." 
Alhamdulillah.... pujian-pujian seperti itu semakin membuat kami sebagai orang tua dipacu lagi untuk bisa selalu memberikan waktu terbaik untuk anak-anak di saat/masa terbaik. Kebersamaan bersama anak adalah hal terbaik yang bisa kami beri, hal yang paling berharga dari sekedar materi.


41 comments:

  1. Kebersamaan waktu dengan anak anak adalah momen yang membahagiakan. Apalgi jika suami dan istri sama sama sibuk bekerja, waktu yang ada akan menjadi waktu yang sangat MAHAL. Sayang dilewatkan begitu saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya bagi mereka yang udah punya pasangan mah asiik, lha yang belum??

      Delete
  2. kebersamaan yang indah,meskipu kerja tapi selalu ada waktu untuk anak2 ..salutttt

    ReplyDelete
  3. subhanallah, salut mak, meski bekerja tetapi tetap menjaga kebersamaan bersama buah hati ya mak.

    ReplyDelete
  4. PR banget buat ibu2 masa kini, Mak.
    Soalnya, anak2 udah pd kenal gadget... Jadinya kebersamaan diisi dgn main games melulu, hiks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. anak saya juga suka gadget, tapi gak ketagihan mak....

      Delete
  5. Wah bahagianya kebersamaan yg indah ya

    ReplyDelete
  6. mbaaaa...
    Pasti bangga sekali bisa punya anak secerdas Farras yah mbaaa :)
    Dan hebat sekali mba bisa mengatur waktunya walaupun sibuk bekerja :)


    ReplyDelete
  7. tuh kan berarti mau ibu bekerja atau di rumah sebetulnya sama aja, ya. Kalau udah niat, dengan caranya masing2 tetap bisa membahagiakan anak2 dan suami :)

    ReplyDelete
  8. terima kasih udah ikut GA saya mak susanti dewi :)

    ReplyDelete
  9. jd ibu bekerja bkn berarti kebersamaan dgn anak2 berkurang.. selalu ada cara, dan itu yg bikin ibu bekerja hrs kreatif memanage waktu :D
    smoga menang GA-nya ^^

    ReplyDelete
  10. Senang memiliki anak cerdas seperti Farras dan Fayda ya ...

    ReplyDelete
  11. kebersamaan dalam keluarga memang sangat diperlukan ya :)

    ReplyDelete
  12. salut... harus banyak belajar nih dr mak santi :)

    ReplyDelete
  13. Bener mbak, sempatkanlah memberikan waktu untuk kasih sayang keluarga walau sibuk bekerja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena waktu tak bisa diulang, karena waktu harta yg paling berharga :)

      Delete
  14. Senangnyaaa kalau dekat keluarga ya mak..ga risau nitipi anak:)

    ReplyDelete
  15. senaaang dan seru sekali sepertinya yaa .. apalagi itu yang ikut lomba ...hahaha

    ReplyDelete
  16. Ternyata sesibuk apapun ortu tetap bisa punya waktu untuk anak2 kalau mau menyediakan ya mak? Salut, udah kerja, bisa punya waktu utk anak, tanpa asisten RT, sempet ngeblog pula. Pak suami baik sekali bisa mendukung emak sepenuhnya :))

    ReplyDelete
  17. jarak kantor dan rumah yang deket memang menguntungkan untuk mengontrol anak-anak ya mba...

    ReplyDelete
  18. Jika di dalam rumah kami sendiri sih, kami tidak akan banyak merespon, kecuali jika ada hal yang berbahaya. Tapi sekarang, seiring bertambahnya usia Farras, agak sedikit berkurang 'keulahannya'. >> saya harus lebih sabar sampai Rayyaan berkurang 'keulahannya' he he.

    ReplyDelete
  19. senang bisa berkumpul seperti ini :D

    ReplyDelete
  20. Waaaah Farras pinteeeeer. Fayda itu kaya' Nai Mbak, celotehannya nggak ada habisnya, baterainya full mulu :D

    ReplyDelete
  21. Senangnya anak tumbuh cerdas. :)
    Tentu semua karna peran aktif ortu..

    ReplyDelete
  22. Salut sama mama Farras dan Fayda.. wah saya masih harus belajar banyak dari Mama satu ini :)

    ReplyDelete
  23. salut euy, kompak sama suami juga ya mak, bikin keluarga jadi makin keren. semoga istiqomah, amin.

    ReplyDelete
  24. menghabiskan waktu bersama anak-anak sungguh hal yang luar biasa, Mbak. Indah rasanya melihat pemandangan ini. Anak intim dengan keluarganya. Semoga emosi dan spiritualnya makin oke dg sering bersama ortu mereka :0

    ReplyDelete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran