Monday, May 09, 2016

Supaya Anak Manyukai Matematika

coretan tangan Fayda :)


Ini hanya berdasarkan pengalaman saya saja ya...
Anak pertama saya, Farras sampai usianya yang hampir 10 tahun bulan Juni ini, yang sekarang duduk di kelas 4 SD, tidak terlihat takut atau tidak menyukai mata pelajaran matematika di sekolahnya. Kita tahu sendiri kan, kalau pelajaran matematika itu adalah mata pelajaran yang menjadi momok tersendiri bagi sebagian orang, termasuk saya hehe... Dulu waktu masih sekolah, saya gak suka sama pelajaran matematika dan juga merupakan pelajaran menakutkan. Pokoknya saya sebel kalau pas sekolah ada pelajaran matematika.

Tapi untungnya, anak saya tidak seperti ibunya :) Begitu pun Si kecil, Fayda. Walaupun masih duduk di TK, tapi terlihat sekali kalau Fayda senang akan berhitung. Sering sekali jika di rumah, Fayda minta diajarkan berhitung, tambahan dan pengurangan, sehingga Fayda sudah mampu menjumlah dan mengurangi angka-angka pada soal-soal matematika dasar yang saya berikan. Apalagi menghitung uang, sudah pinter dia hihihi....
Sejak usia dua tahun lebih, Farras dan Fayda sudah hapal pada angka-angka. Saya memang sudah mengenalkan angka pada anak-anak saya di usia dua tahun. Juga mengenalkan konsep angka disela-sela obrolan kita. Seperti coba hitung bola plastik ini ada berapa? Atau nih di buku ada gambar bintang, coba hitung ada berapa gambar bintangnya? Ya... hal-hal seperti itulah...

Dan ketika Farras hendak masuk SD, saya dan suami saya, seringnya sih suami, karena kalau eksak adalah bidangnya, mengajarkan Farras cara berhitung (penjumlahan) dengan metode matematika Gasing (Gampang Asyik Menyenangkan) yang digagas oleh Prof. Yohanes Surya. Tapi hanya dasar-dasarnya saja. Dan hal itu memang gampang dan menyenangkan. Sebelumnya saya pernah posting tentang matematika Gasing ini disini. Sehingga dengan cepat dan mudah Farras bisa menguasai penjumlahan hanya dengan mencongak. Hal ini belum saya praktekan pada Fayda.
Di kelas dua akhir, Farras harus sudah hapal perkalian, karena di kelas tiga sudah ada materi perkalian, jadi Farras harus siap terlebih dahulu. Setiap hari Farras latihan mengerjakan soal-soal matematika dan juga tiap hari selalu belajar matematika, tentunya dengan ayahnya, kalau saya mah ke laut ajaaa..... (berenang, mainin pasir, naik banan boat) hahaha.... *nyerah*

Karena memang dari awal Farras sudah diperkenalkan dengan matematika bisa dibilang secara mendalam, yang membuat Farras bisa menguasai materi-materi dalam pelajaran matematika, dimana hal ini bisa membuat anak pede dan tidak akan mungkin lagi deg-degan dalam menghadapi pelajaran matematika, apalagi merasa takut. Sehingga anak pun akan secara tak sadar sudah menyukai matematika.

Saya banyak ngumpulin soal-soal dari internet. Saya print lalu saya jilid. Saya beri pada Farras sebagai latihan mengerjakan soal. Kalau ada yang tidak ngerti, Ayahnya yang akan menerangkan.

Jadi menurut saya, memang penting ya, untuk memberikan keyakinan pada anak bahwa matematika itu menyenangkan lho... tentunya kita sebagai orang tua ikut membantu anak-anak supaya menyukai matematika dengan cara : mengenalkan angka-angka pada anak-anak, mengenalkan konsep dasar matematika, melatih/mengajarkan anak matematika dengan cara yang gampang, asyik dan menyenangkan, memberinya banyak soal-soal untuk melatih kemampuan anak, memberikan materi matematika lebih banyak dan sering, sehingga anak merasa menguasai materi pelajaran matematika di sekolahnya yang akan menaikan rasa percaya dirinya, sehingga anak tidak akan merasa takut atau deg-degan atau minder saat menghadapi pelajaran matematika, bahkan justru anak-anak akan menyukai matematika.

Tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah mereka yang belum dapat kesempatan belajar dari guru yang baik dan metode yang benar. (Prof. Yohannes Surya, Ph.D)

32 comments:

  1. Allhamdulillah anak-aank suka matematika awalnya suka minta dibuatin soal-soal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah... memang dgn berlatih mengerjakan soal, anak akan lebih memahami banyak soal ya mba

      Delete
  2. kalau Azka, pelajaran yg gak di sukainya B. Jawa, khususnya huruf honocoroko itu Mbak. Jadinya, saya juga galau....lha rangkaian huruf Jawa tsb lbh rumit dr jaman saya SD dulu. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi.... saya juga pusing kalo anak saya sedang belajar bahasa jawa serang, karena saya gak bisa :)

      Delete
    2. Hahahaha iya loh, PR bahasa Jawa anaknya teman kantor kadang malah jadd bahasan di grup chat.
      Seru sih, jadi keinget jaman sekolah. Mana saya murid pindahan dari luar Jawa pisan, duh jeblok tuh nilainya *kokcurcol*

      Delete
  3. Nah, ini kayak anak keduaku Mba, suka itung2an dia. Beda banget dengan kakaknya, yg kadar keparnoan pada matematik nurun banget dari ibunya :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi... asli saya dulu waktu sekolah parno banget sama yg namanya matematika.

      Delete
  4. Hm, ada metode Gasing yah. Kudet sayah, hehehe. Terima kasih sharingnya ya Mbak

    ReplyDelete
  5. baru aja mau buat tulisan tentang matematika, memang matematika ini terkadang jadi momok tapi sebetulnya menyenangkan bagi yang menggemarinya. hehe besok ganti baca punyaku ya Mbak :D

    ReplyDelete
  6. SAYA termasuk yang payah soal matematika. Dan menyesal juga sih. Tapi benar kata Yohanes Surya itu, saat saya belajar matgasing ya lumayan cepet banget jadinya itung-itungan tinggal kitanya tekun apa nggak belajarnya ya. Ortu tentu harus memotivasi betul pastinya.

    ReplyDelete
  7. Beruntung banget ya, punya anak suka matematika. Anakku gak terlalu sih.
    Kalo di raport untuk pelajaran lain selalu unggul, kalo yang satu itu di atas kkm dikit.
    duuuh... gimana yaa :(

    ReplyDelete
  8. hihi, waktu kecil saya juga suka matematika, tapi kalau sekarang disuruh ngitung harus pakai kalkulator~ :))

    ReplyDelete
  9. Sama mbak. Aku dulu juga jadi tiba-tiba ngantuk klo liat deretan angka matematika. Sering pahamnya belakangan, klo pasca ulangan...baru paham. Lemot pokoknya klo matematika! Nah.. sekarang anakku kls 3 SD. Materi luas, keliling...anakku masih kebolak balik lama neranginnya.. Tp mudah2 an raka ndak niru aku mbak..

    ReplyDelete
  10. Makasih inspirasinya mak, mau diterapin juga utk si kecil

    ReplyDelete
  11. Wahh, anak saya belum ketahuan suka matematika atau nggak, tapi dia suka banget tulis angka dan berhitung :)

    semoga dia tumbuh menjadi anak yang suka matematika, amin.. :)

    ReplyDelete
  12. Aku banget nih, yang suka serem ama matematika mbaaak...bhahahaha.
    dan beneran nurun ke Kayla duh :((

    ReplyDelete
  13. Peran orangtua sungguh besar dalam mengenalkan matematika itu menyenangkan ya, Mbak :)

    ReplyDelete
  14. Iya nih mbak sepertinya sangat penting juga ya pelajaran matematika untuk anak anak buat nanti dimasa depannya juga.

    ReplyDelete
  15. mba Santi sosok ibu yang hebaaat, sabar dan enjoy menemani buah hati belajar matematik. Boleh saya tiru tuh pengambilan soal-soal dari intrnet.

    inget dulu ibu mengajariku berhitung menggunakan kode2 jemari kita, sangat praktis, mudah dimengerti. Saat ujian dapat diterapkan, menghitung dg bantuan jemari tidak termasuk "nyontek" .. kan ?

    sementara ponakan ikut les berhitung dengan metode "sempoa".

    Semangaaaat mba Santi, buah hati senang sekaligus cerdas !

    ReplyDelete
  16. pelajaran yang satu ini memang harus dibuat menarik agar anak2 gak putus asa ya mba..
    misalnya dengan asosiasi atau permainan...
    beda anak beda juga sih seleranya sm matematika
    kadang kakaknya lebih mudah dan suka, adeknya agak susah n lbh lama memahami

    ReplyDelete
  17. Anaknya ngikut si bapak... hehe... kalau dari kecil sudah senang matematika, mudah-mudahan sampe gede ya mbak, saya pun dari kecil sudah suka matematika, sampai sekarang pun masih tetap suka :)

    ReplyDelete
  18. Anakku yg kecil (cewek) lebih doyan belajar, baik membaca maupun berhitung (matematika). Beda dengan kakaknya (cowok). Apa memang anak cowok bgtu, ya, Mbak...?

    ReplyDelete
  19. Kalau aku waktu sekolah paling suka pelajaran matematika karena ilmu pasti dibanding ilmu sejarah lebih membosankan, hihii...

    ReplyDelete
  20. Sejak jaman saya kecil matematika memang sudah jadi momok ya mbak Santi, tapi saya selalu memberi semangat pada anak untuk menyukai semua pelajaran termasuk matematika, meskipun saya sendiri ngerii hihi

    ReplyDelete
  21. intinya small step ya mbak jadi anak2 gak mengalami kesulitan dalam belajar matematika

    ReplyDelete
  22. saya biasanya bikin soal sendiri, liat contoh soalnya dari tugas2 anak dari sekolah :)

    ReplyDelete
  23. Benar berarti, suka karena terbiasa bisa dipraktekan buat matematika :)

    ReplyDelete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran