Ada kalanya pergi bersama keluarga tidak harus selalu ke tempat yang mewah atau menghabiskan banyak waktu untuk berkeliling. Duduk santai, melihat pemandangan, menikmati udara yang berbeda dari biasanya, lalu makan camilan bersama pun sudah cukup menjadi sebuah perjalanan kecil yang menyenangkan.
Salah satu tempat yang pernah kami kunjungi bersama keluarga adalah Curug Goong, Mandalawangi, Pandeglang.
Waktu itu saya pergi bersama suami, Farras dan Fayda, serta kakak ipar. Niat awalnya tentu ingin menikmati suasana air terjun dan bermain air. Tetapi ternyata keadaan di sana cukup ramai. Air curug yang saat itu juga terlihat agak keruh membuat kami akhirnya memutuskan untuk tidak turun dan bermain air.
Tidak apa-apa.
Toh, perjalanan bersama keluarga memang tidak selalu harus sesuai rencana. Kadang justru momen sederhana seperti duduk-duduk, mengobrol, makan gorengan dan Pop Mie, lalu menyeruput kopi sambil menikmati suara air terjun yang menjadi kenangan tersendiri.
Curug Goong Mandalawangi
Curug Goong berada di kawasan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten. Tempat ini merupakan salah satu pilihan wisata alam yang menawarkan suasana air terjun dengan nuansa pegunungan dan pepohonan di sekitarnya.
Sesampainya di kawasan curug, suasananya terasa cukup ramai, terutama karena tempat ini memang bisa menjadi pilihan untuk rekreasi keluarga.
Curugnya sendiri tidak hanya menawarkan pengalaman bermain air di bawah air terjun. Di kawasan wisata juga terdapat beberapa fasilitas yang membuat pengunjung bisa memilih aktivitas sesuai keinginan.
Bagi yang ingin merasakan kesegaran air tetapi tidak ingin langsung bermain di aliran curug, tersedia kolam renang di bagian atas curug. Jadi, pengunjung yang membawa anak-anak atau yang merasa kurang nyaman bermain di air terjun bisa memilih berenang di kolam.
Menurut saya, keberadaan kolam renang ini cukup menarik karena tidak semua orang memang berani atau nyaman bermain di air terjun. Apalagi kalau kondisi curug sedang ramai.
Curug yang Mudah Dicapai
Kalau dibandingkan dengan beberapa curug lain yang pernah kami datangi, menurut saya Curug Goong Mandalawangi Pandeglang ini termasuk curug yang mudah sekali dicapai.
Tidak perlu perjalanan yang terlalu menguras tenaga untuk sampai ke lokasi air terjunnya. Kendaraan bisa diparkir di bagian atas, kemudian pengunjung tinggal berjalan menuruni tangga yang memang sudah disediakan.
Baca juga : Curug Goong Padarincang Serang
Tidak lama setelah menuruni tangga, curug pun sudah terlihat.
Buat sebagian orang, kondisi seperti ini tentu menjadi nilai plus. Apalagi kalau datang bersama keluarga, membawa anak-anak, atau ada anggota keluarga yang kurang kuat berjalan jauh. Kita tidak perlu trekking panjang, melewati jalan yang menanjak atau menuruni medan yang cukup berat untuk sekadar mencapai air terjun.
Tetapi kalau saya boleh jujur, buat saya justru di sinilah Curug Goong Mandalawangi Pandeglang ini terasa kurang memiliki tantangan.
Saya termasuk senang kalau berkunjung ke curug yang untuk mencapainya membutuhkan sedikit perjuangan. Misalnya, kendaraan harus diparkir cukup jauh sehingga kami harus berjalan kaki lumayan panjang, kemudian melewati jalan setapak, naik-turun bukit, atau jalan yang menanjak dan cukup menguras tenaga.
Ada rasa puas tersendiri ketika akhirnya sampai di depan curug setelah melewati perjalanan yang cukup menantang.
Nah, pengalaman seperti itu tidak terlalu kami dapatkan di Curug Goong Mandalawangi Pandeglang ini.
Di sini semuanya terasa lebih praktis. Parkir di atas, turun melalui tangga yang sudah tersedia, dan tidak lama kemudian sudah sampai di area curug.
Jadi, kalau tujuan kita memang ingin wisata alam yang santai dan mudah dijangkau, Curug Goong mandalawangi Pandeglang ini justru bisa menjadi pilihan yang menyenangkan. Tetapi kalau sedang mencari curug yang memberikan sensasi petualangan dan sedikit tantangan dalam perjalanan menuju lokasinya, mungkin Curug Goong bukan tipe curug yang seperti itu.
Dan menurut saya, keduanya sama-sama punya kelebihan.
Ada kalanya kita memang ingin menikmati alam tanpa harus capek berjalan jauh. Apalagi kalau pergi bersama keluarga besar seperti kami. Tidak semua orang memiliki tenaga dan keinginan yang sama untuk trekking.
Hari itu pun akhirnya kami lebih banyak menikmati suasana daripada mengejar aktivitas.
Kami turun melihat curug, melihat-lihat keadaan sekitar, lalu memilih duduk santai. Karena kondisi sedang cukup ramai dan air curug terlihat agak keruh, kami memutuskan tidak bermain air.
Sebagai gantinya, kami menikmati hal yang jauh lebih sederhana: gorengan, Pop Mie dan kopi.
Hehehe... memang kalau sudah ada gorengan dan kopi, duduk-duduk sambil melihat air terjun pun rasanya sudah cukup.
![]() |
| Memandang Curug sambil ngemil |
Setiap Curug Punya Ceritanya Sendiri
Kalau dipikir-pikir, mungkin memang tidak adil kalau semua curug harus dibandingkan dari sisi tantangannya.
Ada curug yang membuat kita harus trekking jauh dan melewati medan yang melelahkan. Ada juga curug yang bisa dicapai dengan mudah seperti Curug Goong Mandalawangi Pandeglang.
Yang satu menawarkan rasa petualangan, sementara yang lainnya menawarkan kemudahan.
Dan untuk perjalanan kami bersama keluarga saat itu, kemudahan tersebut justru menjadi sesuatu yang cukup menyenangkan.
Kami tidak datang untuk mengejar adrenalin. Kami hanya ingin menghabiskan waktu bersama keluarga, melihat pemandangan, menghirup udara segar, mendengar suara air terjun, dan menikmati camilan sambil bercengkerama.
Jadi, meskipun Curug Goong Mandalawangi Pandeglang ini bukan curug yang memberikan tantangan perjalanan yang besar, tempat ini tetap meninggalkan cerita tersendiri bagi kami.
Karena ternyata sebuah perjalanan tidak selalu harus melelahkan untuk bisa menjadi kenangan.
Kadang cukup dengan perjalanan sederhana, orang-orang yang kita sayangi, sepiring gorengan, semangkuk Pop Mie, dan secangkir kopi.
Sudah begitu saja, tetapi tetap menyenangkan untuk dikenang.
Kami Memilih Tidak Bermain Air
Sebenarnya anak-anak tentu akan lebih senang kalau bisa bermain air. Tetapi saat kami datang, kondisi curug sedang cukup ramai dan airnya terlihat agak keruh.
Akhirnya kami memilih untuk tidak bermain air.
Daripada memaksakan diri, kami lebih memilih menikmati suasana saja. Kami melihat-lihat kawasan sekitar, duduk santai, sambil sesekali memperhatikan orang-orang yang sedang menikmati liburannya.
Ternyata tidak bermain air pun tetap menyenangkan.
Apalagi kalau sudah ditemani makanan sederhana.
Ada Kolam Renang di Atas Curug
Salah satu fasilitas yang cukup menarik di Curug Goong adalah adanya kolam renang di bagian atas curug.
Kolam renang ini bisa menjadi alternatif bagi pengunjung yang tidak ingin mandi langsung di air terjun.
Bagi keluarga yang membawa anak-anak, pilihan seperti ini tentu cukup menyenangkan. Anak-anak tetap bisa bermain air, sementara orang tua bisa memilih tempat yang dirasa lebih nyaman.
Jadi, kalau datang ke Curug Goong dan ternyata kondisi air terjunnya sedang ramai, pengunjung masih mempunyai pilihan aktivitas lain.
Bisa Kemping Juga
Selain menikmati curug dan berenang, kawasan Curug Goong juga menyediakan area untuk kemping.
Buat yang suka menikmati alam lebih lama, camping tentu bisa menjadi pengalaman yang berbeda. Membayangkan bermalam di kawasan yang masih dikelilingi suasana alam, jauh dari rutinitas sehari-hari, tentu menarik.
Apalagi kalau datang bersama keluarga atau teman-teman. Siang hari bisa menikmati kawasan curug, sore bersantai, dan malamnya menikmati suasana camping.
Namun, seperti halnya tempat wisata alam lainnya, tentu kondisi fasilitas dan area camping bisa berubah sesuai pengelola dan waktu kunjungan. Jadi sebaiknya mengecek kondisi terbaru sebelum datang.
Fasilitas di Curug Goong Mandalawangi Pandeglang
Dari pengalaman kami saat berkunjung, beberapa fasilitas yang bisa dinikmati pengunjung di kawasan Curug Goong antara lain:
- Air terjun atau curug sebagai daya tarik utama.
- Kolam renang di bagian atas curug.
- Warung yang menjual makanan dan minuman.
- Area untuk duduk dan bersantai.
- Area camping atau kemping.
- Kawasan alam yang cocok untuk menikmati suasana bersama keluarga.
Bagi saya, fasilitas seperti warung dan kolam renang cukup membantu, terutama kalau datang bersama keluarga. Tidak semua anggota keluarga harus melakukan aktivitas yang sama.
Ada yang ingin bermain air, ada yang ingin berenang di kolam, ada yang hanya ingin duduk menikmati pemandangan, dan ada juga yang seperti kami—lebih banyak makan camilan dan ngopi. Hehehe.
Tidak Harus Selalu Bermain Air
Dari kunjungan ke Curug Goong ini saya kembali menyadari bahwa menikmati tempat wisata tidak harus selalu dengan melakukan semua aktivitas yang tersedia.
Kami memang tidak jadi mandi di curug.
Kami juga tidak berenang di kolam.
Kami hanya melihat-lihat, duduk santai, makan gorengan dan Pop Mie, lalu minum kopi sambil menikmati suasana.
Tetapi perjalanan itu tetap terasa menyenangkan karena kami datang bersama orang-orang yang kami sayangi.
Farras dan Fayda juga menjadi bagian dari cerita kecil perjalanan kami hari itu. Ditambah suami dan kakak ipar, perjalanan sederhana ke sebuah curug pun menjadi momen kebersamaan keluarga.
Mungkin kalau dipikir-pikir, tidak banyak yang kami lakukan di sana.
Tetapi justru momen-momen sederhana seperti inilah yang sering kali paling mudah diingat.
Curug Goong, Sebuah Pilihan untuk Rekreasi Keluarga
Curug Goong Mandalawangi bisa menjadi salah satu pilihan untuk menikmati suasana alam di Pandeglang, terutama bagi yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga.
Kalau ingin bermain air, ada curug dan kolam renang. Kalau ingin bersantai, ada tempat untuk duduk dan menikmati suasana. Kalau lapar, ada warung yang menyediakan makanan dan minuman. Dan bagi yang ingin menikmati alam lebih lama, tersedia juga area untuk camping.
Tentu saja, pengalaman setiap orang bisa berbeda, apalagi kondisi tempat wisata dapat berubah dari waktu ke waktu. Saat kami datang, suasananya cukup ramai dan air curug terlihat agak keruh, sehingga kami memilih untuk tidak bermain air.
Bagi kami, hari itu bukan tentang seberapa seru bermain di curug.
Hari itu lebih tentang duduk bersama, makan sederhana, ngopi, melihat alam, dan menikmati waktu bersama keluarga.
Dan ternyata, itu sudah lebih dari cukup.
Karena pada akhirnya, sebuah perjalanan tidak selalu diukur dari seberapa banyak tempat yang kita datangi atau aktivitas yang kita lakukan.
Kadang, yang paling kita bawa pulang justru adalah cerita dan kenangan bersama orang-orang yang kita cintai.




No comments:
Post a Comment
terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran