Musim kemarau tiba
Membuat daun-daun merunduk perlahan
Menguning.... lalu mati
Musim kemarau membawa debu
Beterbangan, menempel pada kaki-kaki manusia
yang sedang sibuk mengejar dunia
Musim kemarau mengundang angin
Untuk datang menerbangkan debu itu
Pertanda kekuasaan Tuhan
Angin tak terlihat
Debu samar menerjang
Menerpa wajah-wajah lelah yang pasrah
Debu, angin dan musim kemarau
Mengajarkan kita
Akan kekuasaan Allah
Musim kemarau panjang
Membuat sungai menyusut
Tanah merekah dan daun-daun merunduk
Jika debu mengingatkanku
Bahwa aku berasal dari tanah
dan pasti akan kembali ke tanah
Jika angin mengingatkanku
Bahwa Kuasa-Mu hadir
Meski tak selalu terlihat
Dan jika musim kemarau mengajarkanku
tentang haus dan penantian
Bahwa akan datang musim hujan
Maka jangan biarkan hatiku mengalami kemarau yang panjang
Jangan biarkan hatiku berdebu, tak memiliki sinar
Jangan biarkan aku terbang seperti angin yang tak memiliki pijakan
Basahi hati yang kering
Bersihkan wajah yang berdebu
Pijakkan langkah tanpa goyah
Aku hanyalah seorang hamba
Yang berjalan diantara debu, angin dan musim kemarau
Menunggu hal yang sangat aku butuhkan, Rahmat dari Mu

No comments:
Post a Comment
terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran