Monday, September 14, 2026

Debu, Angin dan Musim Kemarau



Musim kemarau tiba

Membuat daun-daun merunduk perlahan

Menguning.... lalu mati


Musim kemarau membawa debu

Beterbangan, menempel pada kaki-kaki manusia

yang sedang sibuk mengejar dunia


Musim kemarau mengundang angin

Untuk datang menerbangkan debu itu

Pertanda kekuasaan Tuhan


Angin tak terlihat

Debu samar menerjang

Menerpa wajah-wajah lelah yang pasrah


Debu, angin dan musim kemarau

Mengajarkan kita

Akan kekuasaan Allah


Musim kemarau panjang

Membuat sungai menyusut

Tanah merekah dan daun-daun merunduk


Jika debu mengingatkanku

Bahwa aku berasal dari tanah

dan pasti akan kembali ke tanah


Jika angin mengingatkanku 

Bahwa Kuasa-Mu hadir

Meski tak selalu terlihat


Dan jika musim kemarau mengajarkanku

tentang haus dan penantian

Bahwa akan datang musim hujan


Maka jangan biarkan hatiku mengalami kemarau yang panjang

Jangan biarkan hatiku berdebu, tak memiliki sinar

Jangan biarkan aku terbang seperti angin yang tak memiliki pijakan


Basahi hati yang kering

Bersihkan wajah yang berdebu

Pijakkan langkah tanpa goyah


Aku hanyalah seorang hamba

Yang berjalan diantara debu, angin dan musim kemarau

Menunggu hal yang sangat aku butuhkan, Rahmat dari Mu



No comments:

Post a Comment

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran