Wednesday, February 27, 2013

Sluku-Sluku Bathok


Anak kedua saya yang bernama Fayda, senang sekali menyanyikan lagu Sluku-Sluku Bathok yang diajarkan mbah Uti nya. Menyanyikan lagu itu sambil kaki nya diselonjorkan dan mengusap-usap kaki, duet dengan mbah Uti. Padahal lagu Jawa tersebut, agak sulit untuk dihapal dan diikuti oleh anak seumur Fayda (waktu belajar menyanyikan lagu itu, Fayda berusia 2 tahun 7 bulan, sekarang Fayda berumur hampir 3 tahun). Tapi dengan cepat Fayda sudah hapal lagu itu. Sementara emaknya sendiri, yaitu saya, ga hapal-hapal :) Dan akhirnya saya pun hapal lagu itu dari Fayda, hehehe.... karena Fayda sering banget nyanyiin lagu itu, baik sendiri sambil (tetep) mengusap-usap kaki yang diselonjorkan maupun mengajak saya. Mungkin Fayda senang dan suka ya.......... dengan bahasa daerah mbah Uti nya. Kalau kakaknya Fayda, Farras cuma bisa cengangas-cengengesan mendengarkan lagu itu. Mungkin lucu ya..... karena bahasa Jawa  jarang di dengar oleh Farras, walaupun ayahnya Farras asli orang Jawa, sementara saya, asli Serang-Banten yang orang-orang nya banyak yang  menggunakan bahasa Sunda, mungkin karena dulu nya masuk ke daerah Jawa Barat. Padahal Serang  juga memiliki bahasa daerah sendiri, yaitu (masih) bahasa Jawa, hanya berbeda dengan bahasa Jawa di daerah Timur maupun Tengah.Katanya sih....... bahasa Jawa nya lebih "kasar".
Karena saya tidak mengerti arti dari lagu Sluku-Sluku Bathok tersebut (pernah saya tanya ibu = mba Uti nya Fayda & Farras), tapi belum komplit. Jadi..... saya mencoba cari artinya di mbah Google, tenyata ada loh.... artinya (saya pikir ga ada). Benar apa kata suami saya, pokoknya kalo mau tau segala macam informasi, cari saja di Google. Dan eng... ing... eng....... ini dia lirik lagu Sluku-Sluku Bathok beserta artinya :

Sluku-sluku bathok
Bathoke ela-elo
Si Rama menyang Solo
Oleh-olehe payung mutho
Pak jenthit lolo lo bah
Yen mati ora obah
Yen obah medeni bocah
Yen urip golekko dhuwit

Ada makna di balik lagu tersebut, dan makna nya kira-kira begini :

Sluku-sluku bathok
bathok (kepala) kita perlu beristirahat. Jika digunakan untuk bekerja terus apalagi diforsir akan mengakibatkan otak menjadi kurang bisa berpikir. Untuk itu Istirahatkanlah kepala kita barang sejenak

Bathoke ela-elo
Caranya adalah dengan berdzikir. Ela-elo disini dapat diartikan Laa Ilaaha Ilalloh (para Wali khan biasa dengan pendekatan bahasa seperti ini). Jadi beristirahatlah dengan dzikir La Ilaha Ilalloh. Karena seperti kita tahu dengan mengingat Allah akan hati kita akan tenang dan otomatis tubuh kitapun akan menjadi tenang.

Si Rama menyang Solo
Kemudian ada cara yang lain lagi yaitu dengan: sirama (mandilah atau dengan kata lain bersucilah) menyang (menuju) Solo (Sholat). Dirikanlah Sholat, karena sewaktu sholat secara otomatis kita mengendurkan otot-otot yang ada ditubuh kita sehingga tidak tegang.

Oleh-olehe payung mutho
Lalu apa yang kita dapatkan? Kita akan mendapatkan oleh-oleh paying mutho (perlindungan dari Alloh SWT). Jika Allah sudah melindungi, apalagi yang perlu kita takutkan.

Pak jenthit lolo lo bah
Nada pada bait ini langsung naik dan terkesan mengagetkan, hal ini melambangkan akan datangnya kematian yang tidak bisa kita sangka kapan datangnya. Dia bisa datang kapan saja dan dimana saja.

Wong mati ora obah
Saat kematian datang maka kita sama sekali ora obah (tidak bisa berbuat apa-apa). Sehingga saat kita hidup, kita harus senantiasa bersiap dan waspada. Selalu mengumpulkan amal kebaikan sebagai bekal untuk dibawa mati.

Yen obah medeni bocah
Konon banyak orang mati ingin minta dihidupkan kembali, tetapi Allah tidak mengijinkan. Jika mayat hidup lagi maka akan menakutkan dan dampak buruknya akan lebih besar.

Yen urip golekko dhuwit
Oleh karena itu mumpung masih banyak kesempatan pergunakanlah untuk golek dhuwit (beramal sebanyak-banyaknya) karena satu-satunya kesempatan beramal adalah saat ini, saat kita masih hidup. Karena kalau sudah mati kita tidak akan bisa berbuat apa-apa

Selain Sluku-Sluku Bathok, ada lagi lagu bahasa daerah Jawa yang sudah dihapal Fayda, yaitu Dondong Opo Salak dan ada satu lagi, tapi saya lupa judul nya. Semua itu, mbah Uti nya lah yang mengajarkan.

"Postingan ini diikutsertakan di Aku Cinta Bahasa Daerah Giveaway"





29 comments:

  1. kecil2 pinter nyanyi lagu yoo mbak, coba gede dikit usia TK wah udah bisa lagu apah ajah tuh, ibunya ajah kalah :p

    Makasih mbak udah ikutan, dicatet PESERTA :D

    ReplyDelete
  2. Hehehehe...... makasih ya, mba Niar :)

    ReplyDelete
  3. Heummmm..br tau filosofinya sluku2 bathok.dlu suka nyanyi itu q mbk santi..skrg udh g lg hehe

    ReplyDelete
  4. @ Hanna HMZwan : Artnya ternyata dalem.... saya kira hanya lagu biasa aja.... :)

    ReplyDelete
  5. Arti lagunya bagus sekali ya. Bermakna.

    ReplyDelete
  6. heheheh saya yang tinggal lama di Jawa ajah ga apal loh lagu ini mbak Santi... heheh hebatt ihhh Fayda...

    ReplyDelete
  7. @ Leyla Hana Menulis : Iya, mba.... saya juga baru tahu arti sebenarnya dr lagu ini :)

    ReplyDelete
  8. @ meilya dwiyanti : sekarang jadi tau dong.... hehehe....

    ReplyDelete
  9. lagu dengan bahasa daerah memang biasanya penuh makna ya . . .
    ^_^

    ReplyDelete
  10. @ Siti Nurjanah : iya mba, saya kira lagu biasa tanpa makna berarti, ga taunya...... :)

    ReplyDelete
  11. Sungguh... keren sekali tulisan ini. Aku aja yg sering nyanyikan lagu Sluku2 Bathok malah gak pernah ingin tahu apa makna tersirat di dalamnya...
    Salut banget deh... kayaknya menang nih tulisan :)

    ReplyDelete
  12. Bisaaa..... aja mba Reni nih.... :) makasih banyak mba....

    ReplyDelete
  13. Waaah..., ternyata daleeemmm ya makna dari Sluku-Sluku Bathok.
    Mantap, MBak. Semoga sukses ngontesnya ya... aamiin...

    ReplyDelete
  14. Subhanallah, bagus euy makna lagunya. Bisa sekaligus jadi doa ya, Mak :)
    Moga sukses GA-nya :)

    ReplyDelete
  15. anak kecil kayak spons, cepet nyerapnya.. Kl yg udah dewasa kyk kita gini udah byk yg di pikirin mbak. Makanya lama menghapalnya.. Hehe..

    ReplyDelete
  16. @ Akhmad Muhaimin Azzet : Makasih ya.... makasih juga dah mampir :)

    ReplyDelete
  17. @ keke naima : betul mba, kalo umuran saya sih udah loading, ngebukanya beraaat.... hehehe...

    ReplyDelete
  18. kebalikan nich sy orang jawa di yg sekrang di serang sampe skarang (2 tahun) juga ga bisa jawa banten hehe.... #sesama GA mbak niar

    ReplyDelete
  19. @ Topics : saya juga ga bisa bahasa jawa serang, soalnya di rumah bahasa sehari2nya pake bahasa sunda :) makasih udah mampir :)

    ReplyDelete
  20. hohoho itu lagu masa kecilkuuu..

    kalo aku ditambah satu bait lagi di akhir..

    "kanggo tumbas menir lan blendung"

    hahaha menir sama blendung itu makanan kesukaan aku jaman masih kecil ^^

    ReplyDelete
  21. @ Bunda Dzaky : hehehehe.... saya ga tau apa itu menir lan blendung :)

    ReplyDelete
  22. Itu makanan tradisional dari beras sama jagung... enak wes pokoke..hihihi

    ReplyDelete
  23. @ Bunda Dzaky : oh... gitu. jadi pengen nyobain hehehe...

    ReplyDelete
  24. pintar nyanyi lagu daerah ya semoga sukses dnegan GAnya Niar ya

    ReplyDelete
  25. @ Lidya - Mama Cal-Vin : Terima kasih... :)

    ReplyDelete
  26. dulu pas masih di desa, saya suka nyanyi lagu itu sama mbah saya dengan kaki diselonjorkan dan dielus elus

    ReplyDelete
  27. @ Ayu Citraningtias : berarti memang begitu ya, mba... cara menyanyikan lagu sluku-sluku bathok itu, sambil selonjor dan mengelus2 kaki. Karena mbah nya Fayda juga mengajarkannya sprti itu :)

    ReplyDelete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran