Friday, January 08, 2016

Dari Serang Menuju Kota Tua

Terbersit keinginan untuk bisa mengisi liburan ke kota tua Jakarta. Secara mendadak, akhirnya keinginan tersebut terpenuhi. Dulu sewaktu punya keinginan untuk ke kota tua, suami saya langsung mencari informasi tentang kota tua, transportasi menuju kesana dll. Jadi ketika saya mengajukan kota tua sebagai salah satu tempat liburan kali ini, suami saya sudah tahu rute-rute yang harus ditempuh.

Berangkat tanggal 24 Desember 2015 menggunakan kereta api Kalimaya Express jurusan Merak - Tanah Abang. Kami berangkat dari rumah pukul 05.50 yang mana keberangkatan kereta pukul 06.24. Sempat deg-degan khawatir ketinggalan kereta. Transportasi kereta api sekarang kan beda dengan kereta api dulu. Dulu kereta bisa telat sampai berjam-jam. Kereta api sekarang tidak ada lagi yang namanya terlambat, kecuali ada hal-hal yang tidak diharapkan seperti kecelakaan atau lain-lain. Sampai stasiun pukul 06.00, ternyata di loket sudah mengantri lumayan panjang. Stress lah khawatir keburu kereta datang, tapi kami belum punya tiket. Apalagi sekarang ini kalau beli tiket kereta api kan bukan hanya beli tiket begitu aja, tapi harus disertai KTP lalu petugas penjaga tiket mengetikan nama kita, barulah keluar tiket yang kita pesan sesuai nomor kursi yang kita inginkan. Untuk anak-anak yang belum memiliki KTP bisa memperlihatkan foto copy Kartu Keluarga atau kita tinggal menyebutkan nama anak kita yang hendak menaiki kereta api. Jadi di tiket kereta api akan tercantum nama kita berikut nomor kursi yang sudah kita pesan. Tapi Alhamdulillah kami bisa dapat tiket sebelum kereta datang. Tak berapa lama menunggu, kereta api pun datang dari arah Merak. Tiket kereta api Kalimaya Express dengan jurusan Serang - Tanah Abang seharga Rp. 30.000/orang.,



Di stasiun Serang

Fayda ditanya Pak Polisi
Kami memang sengaja menggunakan transportasi kereta api bersama anak-anak karena walaupun anak-anak sudah pernah naik kereta api, tapi kami ingin lebih mengenalkan lagi kereta api pada anak-anak. Kalau dulu anak-anak naik kereta api jurusan yang lumayan jauh yaitu Jakarta-Semarang. Kali ini kami ingin mengenalkan pada anak-anak kereta api yang jurusannya tidak terlalu jauh. Sehingga anak-anak bisa merasakan berbagai macam 'kelas' yang ada di dalam kereta api.

Di dalam kereta
Melihat keadaan kereta api sekarang dan dulu, saya rasakan memang jauh berbeda. Tak ada lagi yang berdiri, tak ada lagi pedagang yang lalu lalang di dalam kereta, tak ada lagi binatang yang bercampur dengan manusia. Kereta api sekarang ini sudah ber-AC, terasa nyaman, adem dan aman. Sistem tiketnya sudah sangat berubah, menjadi lebih baik. Saya memang bukan pengguna kereta api, alias saya jarang banget menggunakan kereta api. Tapi melihat perubahan yang terjadi pada jasa per-kereta api-an membuat saya senang dan bangga. Ternyata masih ada orang yang mau memperbaiki dan memperbaharui sistem kereta api di Indonesia. Terima kasih untuk bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah melakukan ini dengan baik, salam hormat saya untuk Anda semua :)

Back to the topic. Karena dari rumah kami belum sarapan, kami pun sarapan roti yang sudah saya bawa dari rumah.  Selain roti dan air mineral, saya pun membawa makanan, agar perjalanan menjadi lebih nyaman bagi anak-anak. Saya memperhatikan keadaan di dalam kereta ini. Keadaannya bersih, toiletnya pun bersih. Fayda bolak balik toilet melulu :)

Sampai Tanah Abang pukul 09.00 WIB. Sistem tiketnya sudah benar-benar tertib ya... Keluar dari stasiun Tanah Abang, kami menggunakan Mikrolet 08 untuk sampai ke Kota.  Saya dan suami gak tahu ongkos dari Tanah Abang ke Kota berapa untuk satu orangnya. Akhirnya ketika kami sampai kota, suami tanya berapa ongkosnya ke sopir mikroletnya. Ternyata satu orang kena Rp. 6.000,- dan Fayda tetap dikenakan ongkos *hadeuh*.

Turun dari mikrolet, nyebrang sebentar. Begitu sampai di tempat tujuan, anak-anak ingin pipis, akhirnya kami mencari toilet terlebih dahulu. Toilet ada di belakang Batavia Cafe. Setelah dari toilet, sebelum berwisata, melihat-lihat keramaian Kota, suami saya ngajak makan dulu. Kami makan di pinggiran. Banyak sekali pedagang yang berjualan. Ada Soto Mie, Es Selendang Mayang, Gado-gado plus gorengannya dll. Akhirnya kami ambil tempat lesehan yang sudah disediakan tikar oleh penjualnya. Suami memesan gado-gado beserta gorengan, saya makan soto mie, anak-anak memesan gorengan dan es selendang mayang.

Sampai di Kota Tua
Setelah mengisi perut dan kenyang, kami memulai wisata mengelilingi komplek Kota Tua. Ada penyewaan sepeda ontel yang dihargai Rp. 20.000/30 menit. Kami diberi topi untuk melindungi kepala dari panas matahari. Tapi belum 30 menit sudah ngos-ngosan karena memang cuaca panas juga sepedanya berat banget :) Saya yang tadinya mau bonceng Fayda untuk berkeliling, gak jadi khawatir jatuh, soalnya sepedanya berat banget... Akhirnya suami saya yang ngegowes ngebonceng Farras. Kami pakai sepeda itu paling hanya sekitar 10 menit. Saya tawar karena kan cuma sebentar kami pakai sepedanya, tapi gak bisa. Ya... sudahlah...

Gak jadi ngegowesnya, beurat pisan ieu sapedah teh :)

Selain menyewa sepeda ontel, kami pun jeprat jepret di sekitar tempat wisata. Berfoto bersama para Kombat (Komunitas Manusia Batu). Di situ disediakan kaleng dimana ketika sudah berfoto dengan mereka, kita bisa memasukan uang seikhlasnya ke dalam kaleng tersebut. Salut saya sama mereka yang panas-panasan dengan make-up yang bikin gerah tapi bisa berdiri layaknya patung. Mereka baru mau bergerak ketika kita hendak berfoto dengan mereka. Jika tidak ada yang mau berfoto dengan mereka, mereka tetap berdiri tak bergerak layaknya patung. Kalau gatel atau pengen pipis, gimana ya? hehe...


Dengan manusia batu. Merdeka!

Another manusia batu
Gatot Kaca mengapung? :)
Di sekitar tempat itu pun ada berbagai museum, diantaranya museum wayang, museum bank Indonesia dll, tapi kebetulan museum-museum tersebut sedang tutup. Katanya sih kalau hari libur memang tutup. Yaa... sayang banget deh... kami datang jauh-jauh dari Serang, tapi tutup :( Padahal saya ingin lihat museum-museum yang ada disitu. Lumayan kan, untuk menambah pengetahun Farras dan Fayda. Cafe-cafe pun banyak terdapat di pinggir-pinggir tempat wisata tersebut.

Londo :D
Anak-anak memang tidak pernah bisa betah lama kalau cuaca panas dan banyak jalan. Jadi kami disitu memang tidak terlalu lama. Setelah melihat-lihat dan berfoto, kami pun menyudahi wisata kami di Kota Tua ini. Dari sini, kami hendak melanjutkan perjalanan ke Bogor menggunakan Commuter Line. Satu lagi jenis kereta api yang ingin kami kenalkan pada anak-anak. Di Kota Tua Jakarta, kami berwisata foto :)








27 comments:

  1. Asyiknya...jalan2 di kota tua... Pastinya meninggalkan kesan yg istimewa.. Jalan2 sambil wisata sejarah ya Mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya...saba kota,,,,bolak balik lewat , baru kali ini mampir beneran .lumanlah...hehhe

      Delete
  2. Waaa asik bs jalan2 ke kota tua. Aku kapan??

    ReplyDelete
  3. seru yaa, saya baru beberapa kali ke kota tua, penuh terus kalo weekend jadi gaenak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya,,,saat itu juga penuh, pengennya seh bisa menikmati malam disana...nggak puanas.

      Delete
  4. hahhaha cuma numpang foto di sepeda gitu bayar ngga mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, klau seniman ada kotak apresiasi seni..seikhlasnya, setelah kita poto bareng.

      Delete
  5. Itu bisa ngapung gimana caranya? :p
    Aku kesana pas hari sabtu. Bisa ke museum di sekitarnya kec museum fatahillah yg lg renov.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepertinya ada pengikat ke badan (besi kuat) yg terhubung ke tiang.

      Delete
  6. Aku pernah kesana, kota tua museum fatahillah. manusia batunya awet juga.
    Aku lama sekali tidak naik kereta api. Dulu jika naik kereta api kebagian tempat diruang wc, kumel dan berjubel.

    ReplyDelete
    Replies
    1. awet dan tahan lama hehe
      Alhamdulillah kereta api skrg sdh lebih baik :)

      Delete
  7. mau ke sana tp belum saja punya kesmepatan. Dulu pernah lagi kecil tapi mau lagi krn sekarang lebih bagus

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo mau sekalian ke museumnya jangan tgl merah atau hari libur katanya mba, soalnya tutup.

      Delete
  8. makasih infonya... boleh juga buat diikutin nih...

    ReplyDelete
  9. Sayang ya museumnya pada tutup.. tapi tetap asik ya mbak lihat hibran yang ada di sekitar kota tua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sayang banget mba, padahal sudah jauh2 dtg dari serang :)

      Delete
  10. Wah seruuu maak. Jadi pengen ajak anak2 ke sana juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. lumayan seru mba. dari Bogor lebih mudah kalo naik kereta :)

      Delete
  11. Modelnya keren keren mbak, yang keren tuh yang manusia millenium ama yang gatotkaca bisa ngambang itu sipp banget :D

    ReplyDelete
  12. sy belum pernah sengaja wisata ke kota tua, baru lewat aja, di agendakan akh menarik ...

    ReplyDelete
  13. Itu Akang Gatot lucu, ya. :D Aku pas ke situ mau sewa sepeda ngga jadi. Aduuuh...nyesel.

    ReplyDelete
  14. Wuaaah..itu manusia beneran yaaa, all out dah make upnya :D

    ReplyDelete
  15. wah pasti asik dan senang...jalan2 bersama buah hati...walau pernah ke jakarta tp masih belum kesini...

    ReplyDelete
  16. Wiiiih pingin ke kota tua juga. :D Bagus banget nih kayanya

    ReplyDelete
  17. oh dari Serang bisa naik kereta juga ya mbak, asyik juga ya

    ReplyDelete

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran