Wednesday, September 16, 2026

Kopi dan Kursi Kosong di Sebelahnya


Perempuan itu setiap Minggu pagi selalu ke kedai kopi, sama seperti aku. Kedai kopi yang sama,  seperti aku. Datang tepat jam 9 pagi, seperti aku. Menempati tempat duduk yang sama, seperti aku. Bedanya, perempuan itu selalu memesan 2 cangkir kopi hitam, walaupun dia datang sendirian. Sementara aku hanya memesan 1 cangkir kopi hitam karena memang aku selalu datang sendiri.

Seperti basanya, aku datang ke kedai kopi ini, di hari Minggu  tepat jam 9 pagi. Aku duduk di tempat biasanya, di pojokan. Memesan kopi, lalu langsung duduk sambil menunggu kopi datang. Tak berselang lama, pintu kedai kopi berbunyi "Ting", tanda ada yang datang. Aku mengalihkan pandanganku dari gawai yang sedang aku pegang menuju pintu yang berbunyi tadi. Perempuan itu yang datang.

Dia memesan 2 cangkir kopi hitam seperti biasanya, dan mendekati tempat duduk yang biasanya dia duduki.

Kopi milikku datang, tak berapa lama kopi milik perempuan itu pun datang. 2 cangkir. satu diletakkan di depan perempuan itu, satunya lagi diletakkan di sebelahnya, seperti ada dua orang yang sedang memesan kopi, seperti biasanya. Awalnya aku heran. Tapi lama kelamaan, aku memilih masa bodoh, bukan urusanku pikirku. Ada satu hal lagi, perempuan itu hanya menghabiskan satu cangkir kopi saja. Satu cangkir kopi yang lainnya dia biarkan begitu saja.

Kali ini, pelayan yang mengantarkan kopi untuk perempuan itu sepertinya penasaran, kenapa perempuan itu selalu memesan 2 cangkir kopi, sementara dia hanya datang sendirian. Aku memerhatikan gerak-gerik pelayan tersebut, lalu aku pun mencoba menguping apa yang pelayan itu bicarakan. Pelayan bertanya, "Maaf Bu, kopi satunya untuk siapa? Setiap kali Ibu kesini, selalu memesan 2 cangkir kopi, sementara Ibu hanya meminumnya 1 cangkir." Perempuan itu hanya tersenyum. Pelayan meninggalkannya tanpa ada jawaban.

Aku masih memerhatikan perempuan itu, sambil menghabiskan kopi ku. Tak berapa lama, perempuan itu berdiri dari duduknya, sepertinya dia sudah selesai. Tapi kopi di sebelahnya tidak dia sentuh sama sekali. Dan ketika perempuan itu berdiri, menggeser kursi tempat duduknya, kursi di sebelahnya pun ikut bergeser. 

No comments:

Post a Comment

terima kasih sudah memberikan komentar, kritik dan saran