Saturday, September 05, 2026

Curug Goong Padarincang: Ketika Wisata Alam yang Indah Terlihat Sepi dan Kurang Terawat


Akhir pekan biasanya menjadi waktu yang pas untuk jalan-jalan bersama keluarga atau pasangan. Tidak harus pergi jauh atau mencari tempat wisata yang ramai. Kadang, perjalanan sederhana dengan mengendarai motor bersama suami pun sudah cukup untuk membuat akhir pekan terasa berbeda.

Kali ini, saya dan suami mencoba mengunjungi *Curug Goong di Padarincang, Kabupaten Serang, Banten*. 

Friday, September 04, 2026

Jelajah Kampung Ke Curug Cigumawang


Ada perjalanan yang direncanakan dengan matang, tetapi ada juga perjalanan yang sederhana saja: naik motor berdua dengan suami, menikmati jalan, berhenti kalau lelah, lalu mencari tempat yang menarik untuk dikunjungi.

Kali ini kami memilih Jelajah Kampung ke Curug Cigumawang di Padarincang, Kabupaten Serang, Banten.

Padarincang sebenarnya bukan daerah yang asing bagi kami. Kami sudah beberapa kali melewati jalur ini. Bahkan kalau perjalanan menuju Padarincang, ada satu tempat yang hampir selalu menjadi tempat persinggahan kami.

Perjalanan dari pusat Kota Serang menuju Curug Cigumawang di Padarincang memakan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam dengan jarak sekitar 35 kilometer.

Rute Perjalanan

  • Titik Awal: Mulai dari pusat Kota Serang (Alun-alun Serang atau jalan protokol).
  • Jalur Utama: Ambil arah ke selatan menuju Ciomas atau Pabuaran melalui Jalan Raya Serang-Pandeglang atau jalur alternatif Pabuaran.
  • Kecamatan Padarincang: Lanjutkan perjalanan menuju kawasan Padarincang. Ikuti petunjuk arah atau peta digital menuju Desa Bugel, tempat curug ini berada. 
  • Kondisi Jalan: Akses jalan bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat, tetapi berhati-hatilah saat mendekati area lokasi karena kontur jalan mulai menanjak dan khas pedesaan kaki gunung.

Thursday, September 03, 2026

Another Curug Goong : Curug Goong Mandalawangi Pandeglang

Ada kalanya pergi bersama keluarga tidak harus selalu ke tempat yang mewah atau menghabiskan banyak waktu untuk berkeliling. Duduk santai, melihat pemandangan, menikmati udara yang berbeda dari biasanya, lalu makan camilan bersama pun sudah cukup menjadi sebuah perjalanan kecil yang menyenangkan.

Salah satu tempat yang pernah kami kunjungi bersama keluarga adalah Curug Goong, Mandalawangi, Pandeglang.


Waktu itu saya pergi bersama suami, Farras dan Fayda, serta kakak ipar. Niat awalnya tentu ingin menikmati suasana air terjun dan bermain air. Tetapi ternyata keadaan di sana cukup ramai. Air curug yang saat itu juga terlihat agak keruh membuat kami akhirnya memutuskan untuk tidak turun dan bermain air.

Tidak apa-apa.

Toh, perjalanan bersama keluarga memang tidak selalu harus sesuai rencana. Kadang justru momen sederhana seperti duduk-duduk, mengobrol, makan gorengan dan Pop Mie, lalu menyeruput kopi sambil menikmati suara air terjun yang menjadi kenangan tersendiri.

Wednesday, September 02, 2026

Serunya Trip Mom Squad ke Valley Market & Markt Lane Sentul Naik Relisa Trans


Sesekali, para mama juga butuh waktu untuk refreshing, tertawa bersama, dan menikmati perjalanan tanpa harus memikirkan rutinitas sehari-hari. Itulah yang dilakukan oleh
 Mom Squad kali ini. Delapan mama, yaitu Mamah Farras (saya), Mamah Revani, Mamah Richard, Mamah Rafi alias Ibun, Mamah Azka, Mamah Alika, Mamah Billy, dan Mamah Anti, melakukan perjalanan seru dari Serang menuju Sentul, Bogor. Kami adalah Mamah-Mamah wali murid ketika anak-anak kami masih bersekolah di SD, dan sekarang anak-anak kami sudah berkuliah. Jadi sudah sekitar 15 tahun kami berteman.

Perjalanan kali ini terasa semakin spesial karena kami menggunakan Relisa Trans, yang  merupakan usaha transportasi milik salah satu anggota Mom Squad, yaitu Mamah Revani.



Tuesday, September 01, 2026

Lama Tak Menulis, Ternyata Saya Sedang Jatuh Cinta pada Baking


Bismillahirrohmaanirrohiim

Halo, apa kabar?

Rasanya sudah cukup lama saya tidak mengisi blog www.santidewi.com ini. Blog yang dulu cukup sering saya isi dengan cerita, pengalaman, perjalanan, dan berbagai hal yang sedang saya sukai, belakangan ini justru lebih sering saya biarkan “beristirahat”.

Bukan karena sudah tidak punya cerita.

Justru sebaliknya, belakangan ini saya sedang punya kesibukan lain yang cukup menyenangkan dan membuat saya betah menghabiskan waktu di rumah.

Saya sedang senang-senangnya belajar baking.

Dan ternyata, kegiatan offline yang satu ini bisa membuat saya lupa waktu.

Saturday, May 20, 2023

DAMAR, Buku Antologi Terbaru Saya


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT Tuhan seru sekalian alam. Akhirnya saya bisa menulis kembali di blog tercinta www.santidewi.com ini. Setelah sekian lama saya berkutat dengan dunia nyata hehe.. Panggilan hati karena cinta pada menulis, dan blog adalah salah satu media untuk menuangkan tulisan.

Sebetulnya banyak cerita yang ingin saya tulis, tapi karena saya yang mungkin tidak bisa me-manage waktu dengan baik, akhirnya menulis di blog terbengkalai. Berbulan-bulan blog saya nganggur sampai PV pun menurun drastis. Sedih sih, tapi ini memang kesalahan saya.

Baiklah ada kabar gembira buat saya hehe... dan kabar gembira ini mau saya bagikan kepada teman-teman semua 😀. Alhamdulillah di bulan Mei 2023 ini saya memiliki buku Antologi terbaru berjudul Kumpulan Fiksi Mini DAMAR. Buku antologi terbaru saya ini adalah buku antologi fiksi mini bersama penulis kenamaan Gol A Gong yang film layar lebarnya sudah ditayangkan di bioskop beberapa bulan ke belakang berjudul Balada Si Roy, yang awalnya cerita Balada Si Roy ini adalah cerita bersambung di Majalah HAI, lalu menjadi novel dan akhirnya di film kan. Syuting film nya pun seputaran Banten. Serang, Rangkasbitung.

Kembali ke buku antologi terbaru saya berjudul DAMAR. Kenapa saya bisa menerbitkan buku antologi fiksi mini bersama Gol A Gong dan yang lainnya? Awalnya saya mengikuti pelatihan kepenulisan dengan tema fiksi mini melalui zoom dan grup WhatsApp yang dimentori oleh Gol A Gong dan disponsori oleh SIP Publishing. Banyak pelatihan-pelatihan menulis di SIP Publishing ini. Jika teman-teman follow IG SIP Publishing, disana banyak sekali info tentang pelatihan kepenulisan. Temanya beragam. Teman-teman yang tertarik bisa mengikuti pelatihan kepenulisan sesuai minat teman-teman.

Awalnya saya ikut pelatihan kepenulisan ini karena saya ingin sekali memiliki buku solo bertema fiksi mini, maka akhirnya saya ikut pelatihan ini dan pelatihannya gratis lho.. dapat sertifikat juga. Yang ikut pelatihan dan lolos kurasi, karyanya akan dibukukan bersama dalam buku antologi. Dan Alhamdulillah terbitlah buku antologi fiksi mini ini yang berjudul DAMAR.

Penulis di buku antologi fiksi mini DAMAR ini dari berbagai macam usia dan profesi. Saya sendiri sebagai seorang karyawati BUMN, ada guru bahkan ada pelajar yang ikut juga. Tema dari fiksi mininya pun bebas. Jadi ada berbagai macam tema tulisan fiksi mini di buku DAMAR ini. Yaaa... walaupun buku solo fiksi mini belum ada, setidaknya ada buku antologi fiksi mini 😀 Tulisan fiksi mini saya di buku DAMAR ini ada di halaman 57-58

Jika ada teman-teman yang tertarik pada buku antologi fiksi mini DAMAR ini bisa menghubungi SIP Publishing di IG nya @sippublishing atau menghubungi saya lewat email juga bisa di susantidewiok@gmail.com atau lewat IG di @susantidewiok

Menumbuhkan dan menjaga semangat menulis itu memang susah-susah gampang ya... Di saat ada ide mengalir deras, tapi rasanya waktu tidak berpihak sehingga ide pun tidak tertuang bahkan akhirnya menguap. Tapi di saat sedang ingin menulis, ide tidak muncul-muncul hehe...